Sedekah Tidak Ikhlas? Boleh! (1)

Bersedekah tidak ikhlas? Boleh! (1) Mana mungkin dapat pahala? Sia-sialah. Apalagi kalau sedekahnya banyak. Kan sayang.”  Inilah sebagian kalimat penghadang sedekah yang sering kita dengar beredar di masyarakat.

Dulu pola pikir saya juga begitu. Bersedekah itu harus iklas full. Itu syarat mutlak. “Sedekah biar sedikit yang penting ikhlas”.  Saya sering berlindung pada kalimat sakti tersebut untuk sekedar menutupi kemalasan bersedekah lebih banyak. Karena bersedekah banyak itu kan susah ikhlasnya. Jadi gak apa-apa sedekah sedikit yang penting ikhlas Lillahi ta’ala. Jadinya ya tidak pernah memberi banyak.

Bener kan!  Kalau infak seribu sampai  lima ribu rupiah kepada pengemis atau setidaknya sepuluh ribu untuk kotak amal keliling masjid,  masih bisa ikhlas lah. Tapi kalau seratus ribu atau lebih besar lagi, ya pikir-pikir.” Ini pegangan saya dulu. Makanya saya terbelalak saat membaca judul buku di sebuah rak di TM Book Store, Depok. Judul bukunya berbunyi:  Ternyata Sedekah Nggak Harus Ikhlas, karya Marah Adil. “Lah… Masa iya?” bathinku sambil memegang buku tersebut tidak percaya.

Inilah yang disebut Ippo Santosa, penulis buku laris Percepatan Rejeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan, adalah kerjaan otak kiri.  Menurut trainer kondang seputar otak kanan dari Batam ini, sering kali otak kiri selalu berdebat soal ikhlas dalam sedekah,  sampai-sampai tidak jadi sedekah. Tidak action-action. Otak kiri selalu melontarkan kalimat-kalimat sakti di atas. Masih ada lagi kata-kata penghadang sedekah yang senada. “Sedekah kok diumum-umukan. Itu kan riya’. Mendingan tidak ikutan sedekah lah, daripada riya’.”

Dede Permadi, sahabat saya dari Bandung mengingatkan hal itu bukan sebatas kerjaan otak kiri, melainkan kerjaan syaitan yang memang terus berbisik di telinga hati kita agar tidak jadi berinfak atau hanya sedikit saja.

Sedekah itu musti  ikhlas, itulah tuntunan yang kita terima. Memang idealnya begitu. Amal ibadah harus ikhlas. Termasuk dalam sedekah. Kalau toh belum ikhlas 100% , ya kita hitung-hitung sebagai latihan. Nanti lama-lama derajad ikhlasnya akan naik, sehingga menjadi ikhlas penuh. “Ya.., berarti rugi dong kita, sudah sedekah banyak tak mendapat pahala?”

Belum tentu juga. Kalau mau hitung-hitungan begini ya, misalkan kita sedekah Rp100 ribu dan belum ikhlas penuh. Toh kita tetap mendapat pahala dari yang ikhlas, misalnya Rp20 ribu. Nah yang Rp80 ribu kita sudah membantu orang yang memerlukan. Kita akan didoakan. Pahalanya bukan dari ikhlas kita tapi doa orang yang menerima pemberian kita. Ini tentunya akan menjadi lebih baik, bila kita terus beramal sambil melatih otot ikhlas. Daripada menunggu ikhlas baru sedekah, nanti amalnya segitu-gitu terus. Alasannya kita tidak tahu pasti apakah kita sudah ikhlas total. Kita cuma bisa berusaha menuju ikhlas total. Sebut saja  iklas by doing.

Ada Paket Umroh Murah Risalah Madina $1500 + Rp1 Juta perlengkapan. Info Kontak H. Sudjono AF. 081388097656 | BB 2315A7C3

Bersambung…

Similar Posts:

4 thoughts on “Sedekah Tidak Ikhlas? Boleh! (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *