Berziarah ke Masjid Bai’atul Ula dan Makam Rosulullah

Saat kita melakukan perjalanan ibadah umroh atau haji, biasanya kita tidak lupa untuk melakukan dziarah. Terutama ziarah ke Makam Rasulullah dan juga para sahabatnya.  Terik matahari kota Makkah yang mencapai 41 derajat Celcius tidak menyurutkan niat kami untuk mengunjungi Jamarat. Menjelang pusat haji 1433 H, kawasan Jamarat sedang dibenahi. Kini tempat melempar jumrah telah diperluas dan dibuat bertingkat tiga.

Sebelum melihat Jamarat, Zaini, Seorang Mukimin yang menjadi sopir rombongan Media Center Haji , mengajak kami mengunjungi Masjid Bai’atul Ula atau Masjid Baiat. “ Ini salah satu Masjid bersejarah yang harus dikunjungi. Tempatnya masih asli.” Kata pria berdarah  Indonesia, kelahiran Makkah ini.

Bangunan Masjid Baiat terbilang cukup kontras dengan wilayah Jamarat yang sudah sangat modern. Masjid itu memang masih benar-benar asli.Bangunannya tanpa atap. Hanya dikelilingi tembok bercat Cokelat Muda. Ukuran masjid itu hanya sekitar 7 x 10 meter. Masjid itu dikelilingi oleh pagar bercat hitam setinggi dua meter.

Masjid Baiat dibangun oleh dinasti Abbasiyah. Konon Masjid itu didirikan untuk menghormati Abbas bin Abdul Muthalib. Abbas-paman Rasulullah SAW yang keturunanya kemudian membangun Dinsati Abbasiyah.

Ditempat inilah, terjadi terjadi peristiwa Baiat Aqabah. Baiat Aqabah adalah peristiwa ketika kaum Yatsrib (masyarakat Madinah) berbaiat kepada Rasulullah untuk taat dan tidak berbuat syirik. Saat itu, NABI Muhammad SAW didampingi pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib, Meski belum beriman,Abbas sangat menjaga keselamatan Rasulullah.

Baiat Aqabah  terjadi pada pada 612 M. Saat itu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjanjian dengan 12 orang dari Yatsrib (Madinah) dan mereka memeluk Islam. Menurut Catatan sejarah, peristiwa itu terjadi pada tahun ke-12 ke-nabian Rasulullah SAW . Penduduk Yatsrib itu berjanji untuk beriman kepada Allah SWT.

Tak lama setelah baiat pertama , di tempat itu Rasulullah kembali melakukan perjanjian dengan 73 pria dan 2 wanita dari Yatsrib. Peristiwa itu terjadi pada 622 M, tahun ke-13 ke-nabian. Pada peristiwa itu, penduduk Yatsrib menemui Rasulullah SAW dan mengakui Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

Setelah selesai shalat tahiyatul masjid kuno yang bernilai sejarah itu. Barulah kami menyaksikan proses jemarat. Sungguh sangat beruntung saya masih bisa menyaksikan jejak-jejak sejarah perkembangan Islam pada era Rasulullah SAW.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *