Proses Penyelesaian Dokumen Haji Sudah 99 Persen

Jakarta (Sinhat)–Proses penyelesaian pembuatan dokumen haji seperti paspor dan visa haji kini sudah mendekati 99 persen, sedangkan masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebanyak 340 orang diharapkan empat hari ke depan (22/8) sudah selesai.

Sisa kuota haji masih 340 orang, diharapkan bisa selesai empat hari lagi, kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori di Jakarta, Selasa.

Pembuatan paspor dari seluruh Indonesia sudah selesai 99 persen. Sementara yang sudah melunasi BPIH bagi haji reguler tercatat sebanyak 154.860 orang. Ahda berharap paspor yang sudah selesai diproses pihak Imigrasi tersebut segera dikirim ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) secepatnya.

Hal itu dimaksudkan untuk mempercepat proses pembuatan visa haji. Sampai kini pihak Ditjen PHU sudah mengajukan pembuatan visa sebanyak 135.411 orang dan yang sudah selesai visanya mencapai 135.411 orang.
“Saya mengapresiasi pihak Kedutaan Besar Saudi, karena dalam sehari (18/8) mampu menyelesaikan pembuatan visa 10.400 orang. Sebelumnya, maksimal 6.000,” kata Ahda.
Ahda berharap empat hari ke depan, setelah seluruh jemaah haji melunasi BPIH segera disusul penyelesaian pembuatan visa. “Dalam beberapa hari terakhir, tim pembuatan dokumen haji memang kerja ‘all out’,” ia menjelaskan. (Antara/ES)

sumber : haji.kemenag.go.id

=========================================================================

Mengenal Jenis dan Arti Mîqât Dalam Ibadah Haji dan Umroh

Ihrâm ialah berniat dengan sengaja untuk memulai haji atau umrah. Ihrâm (niat) ini tidak boleh ditinggalkan karena sah atau tidaknya haji atau umrah ini tergantung dari sah atau tidaknya ihrâm (niat) ini. Niat merupakan salah satu faktor terpenting dalam setiap ibadah, karena diterima atau tidaknya ibadah atau kebajikan bergantung dari niat itu.

Mîqât  berarti  waktu  dan  tempat  yang  telah  ditentukan untuk melakukan ihrâm baik yang melaksanakan haji maupun umrah. Mîqât haji terbagi dua:

  1. Mîqât Zamânî:  waktu  tertentu  untuk  melaksanakan  haji yaitu bulan Syawal, Dzulqaidah dan sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah          (sampai   sebelum   terbit   fajar   tanggal   10

Dzulhijjah). Sedangkan umrah dapat dilakukan di sepanjang tahun,  kecuali  di  waktu  makruh  melakukannya  seperti sedang mabît di Mina.

  1. Mîqât Makânî: yaitu tempat-tempat tertentu untuk memulai ihrâm. Bagi jamaah haji dan umrah tidak boleh melalui tempat tersebut tanpa berihrâm yaitu:
  • a. Dzulhulaifah (Abyar ‘Ali)  Mîqât  yang  berihrâm  dari Madinah
  • b. Julfah (Rabigh) Mîqât bagi jamaah yang datang dari Syiria, jordania, libanon dan Mesir.
  • c. Qarnul Manazil Mîqât  bagi  penduduk  Nejed  (Negara teluk)
  • d. Yalamlam Mîqât penduduk Yaman Dzatu ‘Irqin Mîqât bagi penduduk Iraq

Bagi jamaah haji yang bertempat di negeri lain maka mîqâtnya tergantung dari daerah mana ia melaluinya. Bagi jamaah haji atau umrah yang sedang berada di Mekah dapat ber-mîqât di Ji’ranah atau Tan’îm.

Mîqât Jamaah Haji dan Umrah Indonesia

Jamaah haji Indonesia yang yang mendarat di Jeddah bisa memilih beberapa untuk bermîqât antara lain:

  1. Memakai pakaian ihrâm sejak dari tanah air dan berniat ihrâm beberapa menit sebelum tiba di Airport Jeddah.
  2. Atau berniat ihrâm di Airport Jakarta sebelum berangkat, dengan alasan bahwa berihrâm sebelum mîqât dibolehkan menurut pandangan mayoritas ulama.

 

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *