Mengenal Daerah Badar, Aziziyah , Balad

BADAR adalah sebuah tempat pemberhentian dan perlintasan kendaraan terletak pada jalan lama dari Madinah  ke Mekkah atau Jeddah, berjarak 148 km dari Madinah. Disana kecuali untuk isi bahan bakar juga ada tempat makan dan minum.

Badal dikenal karena perangnya yang tetap dikenang sebagai peristiwa penting dalam sejarah menegakkan Islam. Pada hari jumat tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H atau (januari 624 M) terjadi pertempuran dahsyat antara umat Islam melawan kaum musyrikin Mekkah.

Dalam pertempuran yang tidak seimbang ini kaum musyrikin Mekkah dapat dikalahkan secara telak, 70 kaum musyrikin tewas termasuk Abu Jahal dan 70 lainnya ditawan hidup-hidup. Sedangkan umat Islam yang gugur sebagai pahlawan (mati syahid) berjumlah 14 orang, semuanya dimaqamkan di Badar. Kemenangan itu tidak lain berkat pertolongan Allah semata sebagaimana disebutkan dalam SURAT ALI IMRAN AYAT 123 yang artinya:

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang yang lemah…”

Pada musim haji banyak jamaah yang menyempatkan diri berziarah ke tempat ini. Baik jamaah haji yang datang dari jurusan Jeddah maupun Mekkah akan melewati lokasi maqam syuhada ini, letaknya kurang lebih 2 km dari Pasar Badar.

=========================================================================

INFORMASI DAN KONSULTASI UMROH MURAH 2018:

H SUDJONO AF – 0813 8809 7656 WA

=========================================================================

 

BALLAD

BALLAD Adalah kawasan perbelanjaan modern yang sangat terkenal sebagai tempat belanja barang-barang konsumsi mewah. Terdiri dari pertokoan dan supermarket, Ballad menawarkan berbagai jenis barang mulai dari kebutuhan harian sampai keperluan sekunder berupa perhiasan-perhiasan lux. Barang-barang yang dijual di Ballad umumnya atau hampir 100% import.

AZIZIYAH

Sebuah perkampungan yang terletak 3 – 4 km dari kota Mekkah, sekitar 8 km arah menuju Mina. Di Aziziah ini terdapat pondok atau flat indah dimana setiap musim haji di sewakan kepada jamaah yang sedang Mabit, dalam rangka tiga hari Melontar Jumrah.

Aziziyah menjadi tempat yang paling disuka karena letaknya hanya beberapa ratus meter saja dan perbatasan menuju Mina yang dapat dicapai dengan segera.

BATHNUL WAADI

Kawasan yang terletak antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah di Mekkah. Tempat ini sekarang ditandai oleh lampu neon hijau. Di kawasan ini para jamaah haji yang sedang Sa’i disunatkan berjalan cepat atau berlari kecil mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah.

BIER ALI

Sebuah desa tempat miqat yang terletak sekitar 12 kilometer dari kota Madinah. Merupakan Mikat Makani, yaitu tempat memulai memakai ihram bagi jamaah yang datang dari arah Madinah dan sekitarnya. Disini jamaah turun dari kendaraan untuk mengambil wuduk, memakai ihram dan melaksanakan shalat sunat ihram 2 Rakaat dengan mengikrarkan niat Umrah.

BIR THOFLAH

Sebuah sumur yang lahir sebagai hasil mukjizat Rasulullah Muhammad. Sumur ini sekonyong-konyong hadir  setelah Rasulullah memukulkan tongkatnya ke tanah. Rasulullah melakukan itu demi menyelamatkan nyawa para serdadu muslim yang nyaris mati kehausan selesai Perang Hunain. Sampai kini sumur ajaib itu masih ada dan tidak pernah kering.

 

BANI JOFR (OUS)

Masjid yang terletak di sebelah timur komplek perkuburan Baqi, yang luasnya kurang lebih 7 x 7 m2. Masjid yang kini terkenal dengan nama Baglah ini mempunyai sebuah “Batu Keramat”. Batu tersebut pernah diduduki Rasulullah sehabis shalat didekatnya. Menurut riwayatnya, barang siapa diantara wanita mandul duduk diatas batu itu, niscaya wanita tersebut akan hamil. Disebelah kiri Masjid ini terdapat sebuah batu yang disisinya terdapat  bekas injakan telapak kaki keledai milik Rasulullah. Dan disebelah baratnya terdapat pula sebuah batu dengan bekas siku. Menurut riwayatnya, itulah bekas siku Rasulullah SAW ketika menyandarkan sikunya ke batu itu. Dan tidak jauh dari situ, diatas batu lainnya terdapat pula bekas jari-jari tangan Beliau.

BAHIRAH

Bahirah adalah pendeta Nasrani di kota Bosra, Syam (sekarang Syria) yang sempat melakukan identifikasi langsung tentang tanda-tanda kenabian yang terdapat di pundak Muhammad SAW. Pendeta Bahirah dapat bertemu dengan Muhammad kecil yang baru berusia 12 tahun itu karena memang meminta ikut serta dalam Kafilah Dagang ke Syam (Suriyah). Terik panas matahari yang membakar kafilah dagang itu tidak dirasakan oleh Muhammad kecil. Bagaikan sebuah payung, gumpalan awan senantiasa menggantung menaungi sang calon Nabi. Awan itu menarik perhatian pendeta kristen itu yang rupanya menguasai betul isi kitab Taurat dan Injil dimana disebut janji Allah akan menurunkan Nabi akhir zaman bernama “Ahmad”.

Pendeta menyongsong kafilah itu, dan mengundang mereka dalam satu jamuan makan. Dalam jamuan itu, Pendeta Bahirah berbincang langsung dengan Muhammad dan menyaksikan ada tanda kenabian dibelakang bahu Muhammad. Ketika akan berpisah,  pendeta berkata kepada Abu Thalib, agar segera balik ke Mekkah dan merahasiakan tentang tanda kenabian Muhammad agar tidak dibunuh oleh Yahudi.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *