Mengenal Ka’bah Kiblat Sholat Umat Islam Dunia

Mengenal Ka’bah Kiblat Sholat Umat Islam Dunia. Didalam masjid ini selain ada Ka’bah, juga terdapat banyak makam (batu tempat berdiri) Ibrahim, Hijir Ismail, Sumur zam-zam, Bukit Shafa dan Marwa sebagai tempat sa’i dan tempat bersejarah lain disekitarnya. Pintu masuk Masjidil Haram yang jumlahnya banyak itu diberi nama. Dibeberapa sisi, diatas pintu-pintu tersebut terdapat jam digital dan penunjuk temperatur udara. Nama pintu tersebut adalah Shafa, Darul Aqram, Ali, Abbas, Nabi, Babussalam (satu dari pintu utama yang terkenal), Bani Syaibah, Hujun, Mudda’a, Ma’la, Marwa, Quraisy, Alqadisiyah, Aziz Thuwa, Umar bin Abdul Aziz, Murad, Hudaibiyah, Babussalam Jalid, Qararah, Alfatah, Faruq Umar, Nadwah, Syamiyah, Al-Qudus, Umrah, Madinah Munawarah, Abu Bakar ash-Shiddiq, Hijirah, Ummi Hani, Ibrahim, Wada’, Malik Abdul Aziz, Ajiyad, Bilal, Hunain, Ismail dan sebagainya.


Informasi Umroh Murah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi

Hubungi : H SUDJONO AF – 081388097656 WA

———————————————————————————

Masjid ini mempunyai tiga lantai dan 9 menara. Pintu-pintu ini biasanya dipakai jamaah untuk janjian ketemu, misalnya suami istri berpisah didalam karena thawaf maka paling enak janji bertemu disalah satu pintu tersebut. Biasanya yang dijadikan lokasi bertemu adalah pintu utama yaitu Babusalam.

Ka’bah. Tempat ini dijuluki pula sebagai Baitullah (rumah Allah) atau Baitul ‘Atiq (rumah kemerdekaan). Ka’bah terletak ditengah-tengah Masjidil Haram, tempat dimana orang-orang melakukan thawaf. Tempat ini tidak pernah sepi sepanjang masa, terutama pada musim ibadah haji atau bulan Ramadhan.

Bangunan Ka’bah berbentuk persegi empat berwarna gelap terbuat dari batu-batu besar, dengan ukuran data fisik Ka’bah sebagai berikut.

  • Tinggi seluruh dinding = 15,00 meter
  • Lebar dinding utara = 10,02 meter
  • Lebar dinding barat = 11,58 meter
  • Lebar dinding selatan = 10,13 meter
  • Lebar dinding timur = 10,22 meter

Ka’bah merupakan bagunan yang paling pertama di bumi yang dipergunakan untuk tempat ibadah kepada Allah swt. Yang setiap dindingnya diberi nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. Nama keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah:

  • Sebelah Utara Rukun ‘Iraqi (Irak).
  • Sebelah Barat Rukun Syam (Suriah).
  • Sebelah Selatan Rukun Yamani (Yaman).
  • Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).

Keempat dinding tersebut ditutup dengan Kiswah, yaitu kain penutup Ka’bah berwarna hitam. Setiap tahun kiswah ini diganti, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah ketika jamaah sedang wukuf. Menurut sejumlah keterangan, sejak Nabi Ibrahim a.s, dan Nabi Ismail a.s. Ka’bah tersebut selalu dibungkus kiswah. Kiswah yang terbuat dari kain sutra hitam ini membentang dari atas hingga kaki Ka’bah dan dibawahnya diikat pada gelang tembaga. Luas keseluruhan kiswah adalah 658 m2. Menurut keterangan, pembuatan kiswah memakan biaya hingga 17 juta real untuk pembelian sutra (mencapai 670 kg), benang emas (mencapai 120 kg) dan tenaga pembuatnya (kurang lebih 240 orang).

Pada sisi sebelah tiimur yang disebut rukun Aswad terdapat batu yang sangat terkenal disebut dengan Hajar Aswad. Batu ini mempunyai keistimewaan, diantaranya pernah dicium oleh para nabi terdahulu, orang-orang shalih dan yang utama oleh Rasulullah saw sehingga umatnya mengikutinya. Dalam riwayat dikatakan bahwa Hajar Aswad merupakan batu permata yang berasa dari surga. Sebagaimana sabda Nabi saw,

“Rukum (Hajar Aswad) dan maqam (batu Ibrahim) dua batu permata dari surga yang dihilangkan cahayanya oleh Allah. Kalau cahayanya tidak dihilangkan maka dua batu tersebut mampu menyinari dunia dari barat ke timur”. (HR Tirmidzi)

“Allah akan membangkitkan Hajar Aswad pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”. (HR Baihaqi)

Dengan keistimewaan tersebut orang-orang berebut untuk menciumnya. Jika mereka tidak mengerti, mereka berusaha untuk melakukannya dengan segala cara termasuk mendesak-desak jamaah lain atau membayar orang untuk menghalau orang yang menghalanginya. Padahal apabila tidak sanggup karena ramai maka sebaiknya mengucapkan salam (istislam) saja dari kejauhan dengan melambaikan tangan sambil mengucapkan, “Bismillahi Allahu Akbar”. Rukun Hajar Aswad ini menjadi tanda dimulainya thawaf mengelilingi Ka’bah secara berlawanan dengan arah jarum jam.

Mengenal Ka’bah Kiblat Sholat Umat Islam Dunia

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *