Ka’bah dan Bagian Bagiannya

Ka’bah dan Bagian BAgiannya. Pada dinding sebelah timur, antara pintu Ka’bah dengan rukun Hajar Aswad disebut dengan Multazam, tempat doa yang sangat dikabul oleh Allah swt. Kita akan menyaksikan ditempat tersebut orang-orang bermunajat, bertobat dan menangis tersedu-sedu. Bahkan ada yang menempelkan badannya di dinding tersebut. Mereka mengamalkan perbuatan tersebut karena Rasulullah saw sudah menjanjikan bahwa tempat tersebut mustajab apabila berdoa. Beliau saw bersabda,

“Antara rukun Aswad dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang memohon sesuatu di Multazam kecuali Allah mengabulkan permohonan itu”. (HR Baihaqi)

Ka’bah dan Bagian Bagiannya

Didepan pintu Ka’bah ada bangunan kecil dengan tinggi 3 meter dalam bentuk kristal (kaca) berkerangka besi, berkubah hijau yang didekatnya dilakukan shalat sesudah thawaf. Bangunan tersebut adalah Maqam Ibrahim (tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s, bukan kuburan). Didalamnya ada sebuah batu yang dulu digunakan oleh Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah. Pada batu itu ada bekas telapak kaki Nabi Ibrahim dengan kedalaman sekitar 9-10 cm dengan panjang kaki kirang lebih 27 cm dan lebar 14 cm. Batu tersebut, menurut Ibnu Abbas merupakan batu yang berasal dari surga, sama dengan batu Hajar Aswad. Jamaah bisa menyaksikan batu tersebut dari luar kaca dengan jelas, namun tidak boleh lama-lama atau melakukan ritual tertentu karena akan dihalau oleh askar dengan mengatakan, “Haram! Haram!. Dibelakang maqam Ibrahim (menjauh dari Ka’bah) sering dipakai untuk shalat sunah thawaf. Dan apabila bergeser sedikit  ke kiri, yaitu pas arah ke Multazam maka kita bisa langsung berdoa setelah shalat.

Disebelah utara terdapat benteng tembok setengah lingkaran yang menjadi bagian dari Ka’bah. Ruangan yang dikelilingi tembok setengah lingkaran (al-Hatim) tersebut adalah Hijir Ismail, yaitu tempat bekas kamar Nabi Ismail a.s. Diyakini juga beliau dan ibunya, Siti Hajar dimakamkan disitu. Melakukan shalat didalamnya sama dengan melakukan shalat didalam Ka’bah karena menurut Aisyah, ketika ia minta kepada Rasulullah saw untuk shalat didalam Ka’bah ia dibawa ke Hijir Ismail sambil beliau saw berkata,

“Shalatlah kamu disini, kalau ingin shalat di dalam Ka’bah karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.

Bangunan Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah, sehingga tidak sah thawaf jika tidak melewatinya (ada jalan kecil antara Ka’bah dan Hijir Ismail, ketika thawaf jangan sampai lewat situ). Tempat tersebut mempunyai keistimewaan karena disebut-sebut bisa merasakan embusan angin surga. Shalat dan doa di Hijir Ismail akan diijabah, diampuni dosanya dan diberikan rahmat. Shalat sunah di Hijir Ismail adalah shalat sunah mutlak.

Bangunan Ka’bah yang ada sekarang merupakan hasil renovasi berkali-kali, sejak Nabi Adam a.s, oleh Nabi Sys a.s, Nabi Ibrahim a.s, Nabi Ismail a.s, suku Amaliqah, suku Jurhum, suku Qushai bin Kilab, ‘Abdul Muthalib, Quraisy dan Abdullah bin Zubair, Hajjaj bin Yusuf ats-Tsafaqi, Sultan Murod IV al-‘Utsmani tahun 1630 serta perbaikan oleh walikota Mekah, Mas’ud bin Idris bin Hasan (setelah banjir besar yang merobohkan salah satu dinding Ka’bah, 19 Sya’ban 1039 H).

Ka’bah dan Bagian Bagiannya

 

Inforamasu Paket Umroh Murah 2018 -2019 dan 2020

Hubungi : H.SUDJONO AF – 081388097656 WA

Paket Umroh Murah Ramadhan sudah dibuka

 

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *