Tips Meraih Ibadah Haji dan Umroh yang Mabrur

Tips Meraih Ibadah Haji dan Umroh yang Mabrur

Penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini dibawah koordinasi Kementerian Agama dengan instansi terkait/interdep dengan tujuan memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, terib, lancer, nyaman dan sesuai dengan tuntutan agama sehingga jamaah haji dapat melaksanakan ibadah hajinya secara mandiri dan memperoleh haji mabrur.

=============================================================

Informasi Lengkap Perjalanan Ibdah Umroh dan Haji:

Ilalang Barokah Travel – H Sudjono AF – 081388097656 WA

=============================================================

Kemabruran yang diperoleh adalah dambaan setiap muslim, dengan demikian perubahan sikap mental dan perilaku seseorang menjadi lebih baik serta meningkatnya kualitas ibadah, merupakan nilai-nilai kemabruran yang harus dimiliki oleh para hujjaj.

Upaya untuk memelihara, melestarikan kemabruran dapat diaktualisasikan dalam peran dan kontribusi pada kehidupan bermasyarakat sehari-hari dalam pembangunan umat, bangsa dan negara.

Nilai-Nilai Kemabruran Haji | Tips Meraih Ibadah Haji dan Umroh yang Mabrur

Tujuan akhir bagi setiap orang melaksanakan ibadah haji adalah tercapainya haji mabrur. Nilai kemabruran haji itu sendiri akan nampak setelah kembali dari melaksanakan haji, dimana perubahan sikap mental dan amaliah kesehariannya lebih baik dari pada sebelum menuaikan haji.

  1. Zaid bin Muhamad Al Rimany dalam bukunya yang berjudul “Al Hajju wal Hujjaj Amwaj wa atsbaj” mengatakan “Seorang haji yang kembali dari tanah haram dia akan memulai hidupnya dengan lembaran baru, menepak jalan yang kokoh dalam beribadah, dalam pergaulan dan dalam berakhlak. Maka dia menjadi orang yang tampil beda dengan sikap jujur dalam kerjasama, banyak melakukan kebaikan, mencurahkan amar ma’ruf dan hatinya bersih.

Oleh karena itu jawaban dari pertanyaan  “Apa yang harus dilakukan seseorang yang telah kembali dari ibadah haji” adalah sebagai berikut :

  • Menjaga dirinya agar terhindar dari perbuatan tercela seperti : hasud, rasa benci dan dendam;
  • Peduli untuk membantu orang-orang yang memerlukan bantuan seperti : Fakir Miskin dan Dhuafa;
  • Membangun ukhuwah, baik ukhuwah basyariyah, ukhuwah islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah, menjalin silaturahmi dan berkunjung pada kerabat;
  • Meningkatkan kualitas ibadah shalat, puasa dan zakat.

Itulah nilai-nilai kemabruran haji, sebagaimana ungkapan ulama :

“Haji mabrur adalah haji yang diterima karena dilaksanakan secara sempurna baik amalan badan (fisik) maupun amalan hati”.

Upaya Meraih Haji Mabrur

Pelestarian kemabruran haji membutuhkan upaya-upaya yang sebenarnya menjadi inti/hikmah dari beberapa amaliyah dalam ibadah haji, yang harus disosialisasikan diluar haji dan senantiasa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

Pengambilan / penentuan sikap untuk berbuat   sesuai aturan, sebagai realisasi pengambilan miqat   ihram, sehingga seorang muslim senantiasa ditun  tut untuk selalu bermiqat dalam satu hal yang akan   dikerjakannya untuk berbuat sesuai dengan   aturan.

Menjaga / mengontrol diri dengan aturan dan ketentuan yang mengikatnya merupakan realisasi   dari ihram (niat haji atau umrah dengan segala ketentuannya.

Senantiasa mendahulukan / mementingkan panggilan Allah dan tidak membaurkannya   dengan niat, pemikiran dan tujuan lain, merupakan realisasi dari ungkapan talbiyah.

  1. Memperjuangkan syiar – syiar Allah, sehingga Islam menjadi agam yang benar-benar dapat dihayati sebagai agama yang luhur, merupakan realisasi kepatuhan dan kekhusyuannya dalam pelaksanaan ibadah Tawaf.
  2. Intropeksi diri dalam setiap saat, apa dan bagaimana ia semestinya bersikap dan berbuat, merupakan realisasi dari makna Wuquf di Arafah.
  3. Kegiatan untuk berqurban dijalan Allah baik harta maupun jiwa, merupakan realisasi dari makna qurban harta benda melalui penyembelihan binatang qurban, dan qurban melalui jiwa dan   raga melalui taqsir dan tahliq (mencukur dan  menggunting rambut).
  4. Kesediaan untuk sewaktu-waktu beri’tikaf, berkhalawat dan mencoba lebih mengenali alam lingkungan sambil berzikir kepada Allah SWT, merupakan realisasi dari makna mabit.
  5. Bertekad membelakangi segala kemaksiatandan membencinya, merupakan realisasi dari makna ramyul jumarat (melontar jumarat) dengan janji diri membuang dan melemparkan segala celaan diri dan mengutuk serta menghancurkan segala kemaksiatan.
  6. Keharusan berusaha dengan sekuat tenaga yang ada untuk meraih kehidupan dan    cita-cita masa depan, merupa-  kan realisasi dari Sa’I antara   Safa dan Marwa, yang menjadi   ajang perjuangan seorang wanita yaitu Siti Hajar ra dalam mencari setetes kehidupan untuk   putranya Nabi Ismail as.
  7. Berjiwa toleransi dan saling menghormati sesama, merupakan realisasi dari makna larangan yang tertera dalam Al Qur’an bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji sekaligus mengandung makna perintah   dan anjuran mengontrol diri melaui diri   melalui neraca ketaqwaan.
  8. Menghindari seluruh aktivitas yang berdampak negatif dalam lingkungan kehidupan, merupakan realisasi untuk tidak berburu binatang buruan, memotong pepoho nan dan menyakiti hati orang lain.
  9. Cinta kedamaian, berjiwa sosial dan tolong- menolong merupakan realisasi dari makna berjamaah dalam rangkaian semua ibadah.
  10. Kesiapan memberikan kesempatan orang lain mendapatkan kemuliaan, digambarkan dalam kesiapan mengalah untuk cukup melambaikan tangan kearah hajar aswad, apabila dalam keada- an sulit untuk menyentuhnya, sekaligus sebagai makna mengutamakan keselamatan bersama.

Tim Informasi Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Gedung Siskohat Lantai 3 Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Telp. 021-3509177, 021-3509178, 021-3509179, 021-3509180, 021-3509181

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *