Hari Raya Idul Adha dan Ibadah Haji

Hari Raya Idul Adha yang disebut juga Hari Raya Qurban, jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah. Sebagian orang menyebutnya pula sebagai Hari Nahr karena pada hari itu orang bersenang-senang, menikmati hidangan daging Qurban. Oleh karena itu kaum Muslimin baik yang sedang melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci maupun yang berada di Tanah Air, pada hari ini diharamkan untuk berpuasa.

Hari Raya Idul Adha dan Ibadah Haji

Idul Adha (bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Raya Idul Adha Puncak Ibadah Haji

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.

Jamaah haji di Tanah Suci pada hari ni melakukan prosesi melempar Jumrah Aqabah, yaitu satu dan tiga jamarat terbesar sebanyak 7 kali. Sesudah melontar di hari Idul Adha ini barulah jamaah boleh Tahallul Awal, yang ditandai dengan mencukur rambut. Para jamaah sudah boleh melepas pakaian Ihram dan dengan demikian bebas melakukan pantangan ihram, dalam pengertian boleh bersenang-senang.

Hari berikutnya yaitu hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijjah) jamaah laki-laki sudah boleh melontar dengan pakaian biasa, sedangkan bagi wanita tetap harus memakai kerudung dan kaos kaki. Dan telah dihalalkan segala macam larangan selain ihram, kecuali berhubungan suami isteri. Berhubungan dengan suami atau isteri baru boleh dilakukan nanti setelah prosesi haji diselesaikan, yaitu setelah Tawaf Ifadhah dan Tahallul Akhir. Terhitung mulai tanggal 10 Zulhijjah hingga 3 hari Tasyrik berikutnya para jamaah akan melakukan penyembelihan hewan qurban sebagai Dam atau denda atas pilihan jenis haji yang dilakukan jamaah yang bersangkutan.

Jadi pada tanggal 10 Zulhijjah para jamaah haji hanya melontar satu jumrah saja yaitu jumrah Aqabah namun pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah mereka melempar tiga jumrah yang dimulai dan jumrah Ula kemudian Wustha dan diakhiri Aqabah.

Hari Raya Idul Adha dan Ibadah Haji

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *