Uncategorized

Paket Umroh Full Ramadhan 2018 Reguler Biaya Rp43,5 Juta

Paket umroh full Ramadhan 2018 reguler harga Rp 43,5 juta. Bapak Ibu bisa memilih paket umroh Ramadhan karena paketnya ada beberapa pilihan. Bisa berangkat awal Ramadhan, tengah Ramadhan, akhir Ramadhan dan Full Ramadhan. Juga Paket Umroh Backpacker Ramadhan. Harga Mulai Rp22 Juta.

====================================================

Info Lengkap : H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

====================================================

 

Paket Umroh Ramadhan REGULER 2018 adalah:

  • Umroh 12 hari awal Ramadhan 2018 biaya Rp25 juta
  • Umroh 12 hari tengah Ramadhan 2018 biaya Rp27 juta
  • Umroh 12 hari  akhir Ramadhan 2018 biaya Rp33,5 juta
  • Paket umroh Full Ramadhan 2018 biaya Rp43,5 juta

Fasilitas untuk biaya umroh ramadhan reguler 2018 ini adalah :

  • Pesawat Air Asia-Etihad /Air Asia-Garuda  /SV start sin /SV Star KL.
  • Hotel : Hotel Mekkah 🏚 Twarat Andalosia *3 / Afwaj 11*3 jarak 350 m dari Masjidil Haram.
    Bisa melakukan upgrade ke hote Muhajirin *4 atau Anjum *5
    Madinah. 🏚 Jhawarat Al-Raseed *3 Jarak 200m dari Masjid Nabawi.
  • Bus AC Jeddah Makkah Madinah.
  • Tour city Madinah Makkah Jeddah
  • Umroh 2 kali
  • Manasik, TL, Muthowif
  • Air Zamzam
  • Perlengkapan : koper, tas kecil, kain batik, mukena/bergo, kain ihrom, sabuk, buku doa, sleyer, name tag

Umroh Backpacker Ramadhan 2018.

Kami juga membuka paket umroh backpacker Ramadhan, yang tentunya dengan harga yang bersahabat. Dari pengalaman umroh backpacker ternyata cukup nyaman sebab muthowis selalu membimbing dan memberikan tips umroh backpacker.

Paket Umroh Backpacker Ramadhan 2018 ada beberapa paket juga. Ramadhan awal, tengah dan akhir. Masing-masing adalah 15 hari.

Biaya umroh Backpacker Ramadhan 2018 adalah sebagai berikut:

 

A. PAKET HOTEL MAKKAH TANPA BED

Paket 15 hari akhir Ramadhan SUPER HEMAT biaya Rp22 Juta.

  • Fasilitas Hotel *3 Barakah Burhan / Al Aseel Makah jarak 1 km dari Masjididl Haram, ada bus hotel 24 jam, dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

Paket 15 hari akhir Ramadhan REGULER biaya Rp24 Juta.

  • Fasilitas Hotel *4 Burj Jiwar 100m dari Masjididl Haram,  dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet. Tanpa fasilitas makan.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

Paket 15 hari akhir Ramadhan EKSLUSIF biaya Rp27 Juta.

  • Fasilitas Hotel *5 Retaj Al Bait Makkah (sejajar Grand Zam Zam) langsung halaman Masjididl Haram, dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet. Tanpa fasilitas makan.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

B. PAKET HOTEL MAKKAH DENGAN BED

  • Umroh 15 hari awal Ramadhan Backpacker 2018 biaya Rp25,5 juta
  • Umroh 15 hari tengah Ramadhan Backpacker2018 biaya Rp26,5 juta
  • Umroh 15 hari  akhir Ramadhan Backpacker2018 biaya Rp33,5 juta
  • Paket umroh Full Ramadhan Backpacker 2018 biaya Rp38,5 juta

Fasilitas untuk biaya umroh Ramadhan Backpacker 2018 ini adalah :

  • Pesawat Air Asia / Mihin Lanka / Oman Air transit.
  • Hotel : Hotel Mekkah 🏚 jarak 1 km dari Masjidil Haram, naik bus hotel 15-20 menit.
    Madinah. 🏚 Jhawarat Al-Raseed *3 Jarak 200m dari Masjid Nabawi. Sekamar ber 6-8 orang.
  • Bus AC Jeddah Makkah Madinah.
  • Tour city Madinah Makkah Jeddah
  • Umroh 2 kali
  • Manasik, TL, Muthowif
  • Air Zamzam 5 liter
  • Perlengkapan : koper, tas kecil, kain batik, mukena/bergo, kain ihrom, sabuk, buku doa, sleyer, name tag

 

 

====================================================

Info Lengkap : H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

====================================================

umroh akhir ramadhan 2018

umroh akhir ramadhan 2018

Keistimewaan Umroh di Bulan Ramadhan Setara Haji Bersama Rasulullah!!

Keistimewaan umroh Ramadhan. Keutamaan dan keistimewaan ibadah umroh di bulan Ramadhan sungguh luar biasa. Fadilah pahalanya setara dengan menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Woow…. Rasanya akan sulit membayangkan betapa besarnya pahala melaksanakan ibadah haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itulah sebabnya maka setiap bulan Ramadhan maka Masjidil Haram selalu dipenuhi oleh umat muslimin dari seluruh penjuru dunia. Mereka berbondong-bondong untuk menunaikan ibadah umroh dan iktikaf di Masjidil Haram. Hal inilah yang menyebabkan bulan Ramdhan di Masjidil Haram, situasi dan kondisinya kepadatannya menyerupai musim haji.

Inilah beberapa rujukan dalil keistimewaan ibadah umroh di bulan Ramadhan:

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadhan tiba, beribadah umrohlah saat itu karena ibadah umroh Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Ibadah umroh pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

“Sesungguhnya ibadah umroh di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

 

Umroh di bulan Ramadhan fadilah pahalanya senilai ibadah Haji  namun tidak menggugurkan kewajiban ibadah haji

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud ialah ibadah umroh Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti ibadah umroh Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia beribadah umroh di bulan Ramadhan, maka ibadah umroh tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” (Syarh Shahih Muslim, 9:2)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) pernah menerangkan maksud ibadah umroh Ramadhan seperti berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah ibadah umroh di bulan Ramadhan bisa menggantikan haji berdasarkan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa beribadah umroh di bulan Ramadhan maka ia seperti haji bersamaku”?

Jawaban Syaikh rahimahullah, “Ibadah umroh di bulan Ramadhan tidaklah bisa menggantikan haji. Akan tetapi ibadah umroh Ramadhan mendapatkan keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ibadah umroh Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa ibadah umroh Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yang dimaksud ialah sama dalam keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah ibadah umroh Ramadhan bisa menggantikan haji.

Orang yang beribadah umroh di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau ia telah melaksanakan ibadah umroh Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, ibadah umroh Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib.” [Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz]

Semoga Allah memudahkan kita untuk terus beramal sholih dan dimudahkan untuk melaksanakan umroh ke Baitullah di bulan Ramdahan.

Keistimewaan ibadah umroh di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan ialah bulan penuh kebaikan, ampunan juga bulan yang penuh kebarokahan. Maka sangat menjadi harapan setiap umat muslim untuk bisa terus menjumpai bulan Ramadhan secara berulang-ulang setiap tahun untuk mendapat keberkahan tersebut. Pasalnya di setiap detik bulan Ramadhan penuh dengan keistimewaan-keistimewaan. Di bulan penuh berkah ini, bila kita mengerjakan ibadah dan amal kebaikan maka akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat-lipat dibandingkan bulan-bulan lain. Termasuk menjalankan ibadah ibadah umroh di Baitullah saat bulan Ramadhan.

Ibadah umroh ialah salah satu ibadah yang memiliki keistimewaan yang luar biasa. Apalagi jika ibadahnya dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Ibadah umroh tentu saja berbeda dengan haji, pahalanya pun juga berbeda. Namun terdapat pengecualian pada ibadah umroh di bulan Ramadhan yang banyak keutamaan. Dalam sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad memerintahkan penduduk Anshar untuk melaksanakan ibadah umroh Ramadhan sebab pahalanya menyamai ibadah haji.

Bahkan ada pula hadits lain yang meriwayatkan bahwa ibadah umroh Ramadhan sama seperti melaksanakan haji dengan Rosulullah. Dari beberapa hadits yang telah diriwayatkan tersebut menunjukkan bahwa keutamaan ibadah umroh di bulan Ramadhan sangatlah besar. Namun ada beberapa ulama yang berbeda pendapat menyikapi hadits-hadits tersebut.

Ada ulama yang berpendapat bahwa keutamaan ibadah umroh tersebut hanya dikhususkan kepada orang yang saat itu diajak berbicara Rosulullah. Namun ada pula pendapat lain yang dikemukakan oleh seorang ulama yang bernama Ibnu Katsir. Beliau menyatakan bahwa keutamaan ibadah umroh di bulan Ramadhan tersebut ditujukan kepada orang yang memiliki niat berhaji namun tidak mampu melaksanakannya.

Sehingga ketika orang tersebut mampu melaksanakan ibadah ibadah umroh pada bulan Ramadhan, maka orang tersebut akan mendapatkan keutamaan pahala seperti melaksanakan haji secara sempurna bersama Rosulullah. Sebab telah menyatu niat hajinya yang tidak dapat terlaksana dalam pelaksanaan ibadah umroh Ramadhan yang saat itu dijalankan.

Sedangkan mayoritas ulama berpendapat bahwa keutamaan ibadah umroh di bulan Ramadhan pada hadits tersebut bukan hanya dikhususkan pada orang yang saat itu diajak berbicara oleh nabi saja ataupun karena keadaan tertentu. Mayoritas ulama yang menyatakan hal ini termasuk ulama empat madzab. Maka inilah pendapat yang dapat kita jadikan acuan kebenaran mengenai keutamaan ibadah ibadah umroh di bulan Ramadhan.

Namun yang perlu digarisbawahi ialah ibadah umroh yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tetaplah berbeda dengan menunaikan ibadah haji meskipun keutamaannya sama dengan melaksanakan ibadah haji. Sehingga ibadah umroh Ramadhan tetap tidak dapat menggugurkan kewajiban Anda yang mampu untuk menunaikan ibadah haji. Jadi berdasarkan hadits di atas penyamaan ibadah umroh di bulan Ramadhan dengan haji hanya dalam hal pahalanya saja, namun secara hukum dan pelaksanaan kedua ibadah tersebut jelas berbeda.

Selain itu juga terdapat keutamaan lain saat beribadah ibadah umroh di bulan Ramadhan yaitu pada malam Lailatul Qadar setiap ibadah yang kita laksanakan akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat ganda bahkan lebih baik dari malam seribu bulan. Setiap amalan sunah di bulan Ramadhan nilai pahalanya akan senilai dengan ibadah wajib. Ibadah yang hukumnya wajib, pada bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala 70kali lebih besar dibandingkan pada bulan lain. Sehingga dengan melaksanakan ibadah ibadah umroh di bulan tersebut tentu akan mendapatkan pahala yang jauh lebih besar nantinya.

Namun melaksanakan ibadah ibadah umroh di bulan Ramadhan pun juga harus memperhatikan keadaan diri si jamaah serta kemampuan dalam hal waktu melaksanakan ibadah umroh tepat di bulan Ramadhan. Kemampuan fisik jamaah juga sangat penting sebelum memilih saat tersebut. Mengingat saat beribadah umroh di bulan Ramadhan berarti Anda harus memiliki tenaga ekstra sebab bersamaan dengan melaksanakan puasa.

Apalagi keadaan iklim di sana yang sangat panas berbeda dengan di negara kita. Namun semuanya dikembalikan kepada kita yang meniatkan ibadah ibadah umroh di bulan Ramadhan untuk mendapatkan berbagai keutamaan yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan lain. Melaksanakan ibadah umroh di bulan Ramadhan bisa dilaksanakan pada awal bulan, pertengahan, ataupun akhir bulan ramadhan.

 

Beribadah Umrah Ramadhan dan Berhaji Sehat, Ibadah Nikmat

Dimanapun kita berada, kondisi badan dan jiwa sehat itu nikmat. Apapun bisa dilakukan tanpa menemui kesulitan apabila kedua hal itu yaitu sehat jasmani dan rohani. Kesehatan rohani, yaitu  masalah hati sudah dibahas dimuka. Sedangkan persiapan kesehatan fisik, meskipun kelihatan sepele dan masing-masing kita biasanya sudah merasa tahu, perlu diperhatikan secara saksama. Sebab, begitu kita sakit di tanah suci, tidak kita saja yang rugi tapi juga orang lain yang merawat diri kitapun merasa terganggu ibadahnya.

Kita semua tahu pelaksanaan ibadah ibadah haji sarat dengan berbagai rangkaian ibadah fisik, yang dilakukan dalam waktu yang relatif pendek, serta berada dalam suasana banyak manusia dan kondisi cuaca yang sangat berat yang dirasakan setiap jamaah. Karena itu peranan kesehatan fisik menjadi sangat penting. Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan memercayakan penjagaan kesehatan tersebut kepada petugas kesehatan ibadah haji seperti dokter. Padahal dokter disana menangani satu kloter atau sekitar 450 orang, sehingga sudah pasti dia akan kerepotan menangani jamaah yang sakit. Apabila kita sehat ataupun sakit tapi bisa menanganinya sendiri, hal itu akan sangat membantu jamaah lain.

Oleh karena itu yang paling penting adalah setiap orang harus mampu menjaga dan memelihara kesehatan dirinya. Bagi jamaah ibadah haji, selain menjaga kesehatan diri maka perlu ia mengetahui ‘filosofi’ tentang kesehatan itu sendiri dan bagaimana islam memandang maslah kesehatan.

Mula pertama sekali kita harus meyakini bahwa kesehatan merupakan nikmat hidup yang harus disyukuri. Kadang kita baru merasakan nikmatnya sehat ketika sakit. Saat sehat seringkali kita lupa bahwa kesehatannya itu merupakan anugerah yang sungguh luar biasa dari Allah. Malah kita menyia-nyiakannya dengan bermalas-malasan atau bahkan melakukan kemaksiatan. Pada saat sakit hinggap di diri kita, rasanya ingin melakukan ini dan itu seperti ketika sehat, padahal badan masih terkulai ditempat tidur. Oleh karena itu, selagi sehat, marilah kita bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya itu dengan cara mengerjakan amal ibadah secara sungguh-sungguh.

Umat islam harus memelihara dan menjaga kesehatan serta memanfaatkan waktu sehatnya untuk melakukan hal-hal yang baik. Ini adalah bentuk tanggung jawab serta rasa syukur kita kepada Allah. Kesehatan tersebut tidak dipakai untuk maksiat atau melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Dan apabila sudah berusaha untuk menjaga kesehatan tapi Allah menguji diri kita dengan penyakit, maka kita harus yakin bahwa setiap penyakit selalu ada obatnya. Orang islam tidak boleh berputus asa ketika menderita suatu penyakit. Sebab, hanya orang kafirlah yang patut berputus asa dari rahmat Allah. Apalagi meminta kepada Allah agar nyawanya dicabut saja. Berdoa agar cepat mati tidak diperkenankan dalam ajaran islam.

Setiap sakit biasanya tidak pernah lepas dari perilaku dan perbuatan manusia. Saat sakit adalah masa yang paling tepat bagi kita untuk mengintrospeksi diri. Ketika badan terbaring ditempat tidur, cobalah mengingat-ingat adakah kelakuan kita yang membuat Allah murka sehingga ia memberikan penyakit kepada kita. Dengan demikian, kita akan mudah mendeteksi sumber penyakit dengan memperbaiki perilaku atau perbuatan kita. Apabila memang kita telah melakukan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya, berarti penyakit yang ditimpakan kepada kita termasuk ujian untuk menghapus dosa atau menaikkan derajat kita dimata Allah.

Hidup itu anugerah Allah yang harus dijaga dan dipelihara. Seseorang tidak boleh menghilangkan hidupnya sendiri, begitu pula menghilangkan hak hidup orang lain. Dalam islam, juga agama lain, bunuh diri sangat dilarang. Ketika rasa sakit demikian menyengat, doa yang patut dipanjatkan adalah, “Ya Allah, andaikan hidupku lebih baik menurut-Mu maka panjangkanlah umurku dan angkatlah penyakitku. Namun jika hidupnya kelak tidak baik menurut-Mu maka matikanlah aku sekarang”. Jadi, sekali lagi jangan bunuh diri dan berdoa minta mati.

Orang islam dilarang melakukan sesuatu yang dapat merugikan dan merusak diri (fisik atau mental). Allah berfirman agar kita tidak menjatuhkan diri dalam kebinasaan (walaa tulquu aidiikum ilattahlukah). Oleh karena itu segala perbuatan termasuk konsumsi makanan minuman tidak boleh yang membawa manusia menuju kepada kerusakan diri seperti minum minuman beralkohol, makan daging babi, atau merokok. Juga bagi mereka yang mengidap penyakit tertentu yang oleh dokter makanannya sudah harus dibatasi, jangan sampai melanggar larangan tersebut. Intinya menjagai diri dari tidak memerosokkan diri secara sengaja sehingga menjadi sakit.

Untuk itu islam telah mengatur bagaiman menjaga kesehatan. Cara-cara yang dianjurkan antara lain: hidup selalu bersih dan gemar mewujudkan kesucian dan kebersihan, makan yang halal dan baik (thayyib) serta tidak israf (berlebih-lebihan), menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membahayakan tubuh dan mental, menjauhkan diri dari kemungkinan wabah dan penyakit menular, membersihkan diri dari penyakit ruhaniah, seperti sombong, buruk sangka, iri, mudah sedih, selalu ragu-ragu, kikir, malas, selalu ingin dihargai orang lain, selalu ingin dipuji, selalu ingin dihargai orang lain, selalu ingin dipuji, penakut dan lain-lain.

Kemudian seorang muslim harus berusaha bertobat apabila sudah terkena penyakit. Ia juga harus menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang terlarang seperti: zina, liwath (homoseks) dan perbuatan fahisyah lainnya yang semuanya itu pasti akan mengarah kepada penyakit. Disamping itu, tidak lupa kita harus banyak berdoa agar dianugerahi kesehatan dan kesembuhan serta pasrah dengan cara taqarrub kepada Allah swt melalui ibadah seperti puasa dan shalat malam. Dan tidak kalah penting adalah mengikuti nasihat-nasihat dari orang-orang yang ahli dibidang kesehatan, seperti dokter.

Apabila kita berobat maka harus disadari ikhlas sebagai ibadah kepada Allah swt untuk menyembuhkannya. Tentu tidak boleh berobat kepada yang bukan ahlinya (dokter atau tabib). Jangan aneh-aneh, seperti datang kepada paranormal yang tidak mempunyai ilmu apalagi berobat dengan cara yang haram atau menggunakan obat yang terdiri barang haram. Islam juga melarang berobat dengan menggunakan mantera yang tidak jelas artinya. Sementara metode ruqyah dengan ayat-ayat Allah sudah diajarkan oleh Rasulullah. Juga tidak boleh berobat dengan cara-cara yang dapat mengarah kepada syirik, menyekutukan Allah swt. Termasuk didalamnya tidak boleh berobat dengan menggunakan benda-benda azimat.

Kita mesti yakin bahwa yang menyembuhkan penyakit pada hakikatnya adalah Allah swt. Bukan dokter, bukan obat. Mereka hanyalah perantara yang diberikan kekuasaan oleh Allah untuk menyembuhkan penyakit manusia. Tidak jarang ada orang-orang yang tanpa berobat penyakitnya sembuh sendiri berkat kekuasaan Allah. Untuk itu, saat-saat berobat seyogianya disertai dengan berdoa kepada Allah swt.

Adapun doa untuk masalah kesehatan ini banyak macamnya. Berikut salah satu tuntunannya:

  1. Sebelum berdoa sebaiknya melakukan pendekatan kepada Allah swt dengan jalan membaca hamdalah (memuja Allah) atau memanggil-Nya dengan Ismul A’zham (nama-Nya yang agung), seperti:

“Wahai Yang Maha Kasih Sayang”.

“Wahai Dzat Yang Mahaagung lagi Mahamulia”.

“Wahai Dzat Yang Mahahidup dan Mahaperkasa”.

  1. Doa agar dianugerahi badan yang selalu fit dan sehat:

“Ya Allah sembukan/sehatkanlah badanku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya kufur dan fakir”.

  1. Mendoakan orang yang sedang menderita rasa sakit atau nyeri:

“Ya Allah Tuhan segenap manusia, sembuhkanlah dia, Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan yang tidak melahirkan rasa sakit”.

“Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku peroleh dan yang aku ketahui”.

  1. Mendoakan orang yang telah wafat:

“Ya Allah maafkanlah dia, rahmati dan sayangilah dia, sejahterakan dia dan ampunilah dosanya”.

Mengingat di tanah suci nanti tidak sedikit jamaah yang menderita sakit bahkan ada yang meninggal dunia maka perlu juga kita memahami ajaran Islam dalam mengunjungi dan menghadapi orang yang sakit maupun meninggal. Ketika mengunjungi orang yang sakit kita harus menolongnya apabila memerlukan pertolongan. Tak lupa si sakit harus diberikan dorongan supaya dapat sabar dan pasrah serta siap untuk berobat. Pendek kata, dorongan untuk sembuh harus timbul dari dalam orang yang sakit itu. Tugas kita adalah membangkitkan dorongan dalam dirinya untuk mau dan betul-betul ingin sembuh. Ketika berkunjung jangan sampai memberikan beban kepada yang sakit atau keluarganya, baik beban moril maupun materil.

Kepada orang yang sakit yang kita kunjungi jangan lupa mendoakannya supaya diberikan kesembuhan. Apabila yang bersangkutan sudah menjelang sakaratul maut, kita wajib membimbingnya (men-talqin) untuk mengucapkan “Laa Ilaaha Illallah”.

Apabila jiwanya sudah tidak tertolong lagi, yang harus kita lakukan adalah menutup badannya dengan kain dan lain-lain. Lalu menutupkan mata dan mulutnya apabila terbuka, menaruh tangannya didadanya seperti ketika sedang shalat, mengarahkan letaknya ke arah kiblat. Seperti kewajiban fardhu kifayah lainnya dalam hal mengurus jenazah kita kemudian memandikannya, mengafankannya dengan kain kafan, atau dengan kain ihram apabila wafat sedang dalam keadaan mengenakan ihram (sedang berihram), menshalatkannya dan menguburkannya.

Jangan lupa memberitahukan wafatnya kepada famili atau keluarganya. Bagi keluarga atau sanak famili boleh menangis ketika ditinggal wafat oleh seseorang, tetapi tidak boleh meratap seperti mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, memecahkan benda-benda, memukul-mukul sesuatu, merobek-robek baju dan lain-lain.

Ketika menghadapi saudara kita yang meninggal, hendaklah kematian tersebut menjadi nasihat buat kita yang masih hidup. Kita semua akan mati dan suatu saat akan menyusul saudara kita tersebut. Kemudian kita menyadari akan nikmat kematian. Kematian sebagai akhir masa tugas dan awal kehidupan akhirat untuk memperoleh hasil amal sewaktu didunia. Kemudian sebagai rahasia Illahi, dan sebagai sesuatu yang pasti terjadi. Orang islam tidak boleh takut mati, tidak boleh minta mati, tidak boleh lupa mati dan harus mempersiapkan diri dengan bekal amal untuk menghadapi mati.

Sementara itu bagi jamaah yang sehat sudah sepantasnya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya secara promotif. Yang pertama secara fisik. Karena kegiatan ibadah ibadah haji di tanah suci melakukan kegiatan fisik terutama aktivitas jalan kaki, seperti saat melakukan thawaf, jumrah, maka calon jamaah harus sudah terbiasa melatih fisik dan mengadakan adaptasi (penyesuaian) terhadap suhu panas, kering, dimana minimal 1 (satu) bulan sebelum berangkat. Caranya dengan latihan berjalan kaki setiap hari minimal 3 km, lebih baik lagi pada saat udara panas, dilakukan secara bertahap. Kemudian, melakukan olahraga kebugaran jasmani, senam kesegaran jasmani kalau perlu senam pernafasan, dan lain-lain. Yang mempunyai penyakit tertentu, untuk kegiatan olahraganya sebaiknya minta petunjuk dokter/ahli kesehatan.

Selain latihan fisik, asupan makananpun perlu dijaga dan dipelihara agar mendapatkan gizi yang seimbang. Caranya yaitu waktu makan teratur dengan porsi yang cukup, nilai gizi harus mengandung cukup kalori, protein dan vitamin; karbohidrat (zat tenaga): nasi, kentang, terigu; protein (zat pembangun): ikan, daging, tahu dan tempe; vitamin (zat pengatur): buah-buahan, sayuran. Lalu hindari kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang merangsang lambung seperti pedas dan asam.

Setelah fisik terbina, yang penting dilakukan lagi adalah membina mental (rohani). Pembinaan mental ini meliputi kegiatan membulatkan niat ibadah, belajar sabar, menahan emosi, menjauhi pertengkaran batin, melepaskan persoalan kegiatan sehari-hari yang kompleks, perilaku yang disiplin untuk kegiatan, shalat, tidur, makan, olahraga, kerja, dan sebagainya.

Sementara itu terhadap penyakit maka perlu dilakukan dua hal, yaitu preventif (pencegahan) agar tidak terkena penyakit. Kedua, jika memang Allah menakdirkan kita mendapatkan penyakit maka dilakukan tindakan kuratif (pengobatan). Pencegahan penyakit sebelum kita pergi ke tanah suci biasanya dilakukan pada saat tes kesehatan kedua. Salah satunya dengan imunisasi terhadap meningtis (radang selaput otak). Selain itu, jamaah ibadah haji mendapatkan pembinaan dan pemantauan kondisi fisik melalui check up kesehatan, untuk mengetahui kondisi kesehatan, pengobatan teratur (bila sakit lama) sampai sembuh atau keadaan stabil dapat terkendali/terkontrol oleh obat atau diet.

Sedangkan tindakan kuratif ditujukan bagi jamaah ibadah haji yang sedang menderita penyakit tertentu akan diketemukan penyakit pada pemeriksaan awal.

Misalkan pengobatan penyakit: bronkhitis, kencing manis/diabetes melitus, maag (perih lambung) dan lain-lain. Pengobatan dilakukan secara teratur dan terus terkontrol sampai sembuh optimal, sehingga diharapkan penyakitnya tidak mengganggu kegiatan ibadah ibadah haji.

Kepada mereka yang menderita penyakit yang sudah dapat dideteksi sejak awal akan dibekali dengan obat-obatan yang sudah cocok/sesuai dengan penyakit yang diderita untuk persediaan selama berada dalam perjalanan ibadah ibadah haji dan dengan membawa copy resepnya.

 

biaya umroh full ramadhan 2018, umroh lailatul qodar 2018, paket umroh ramadhan, paket umroh full ramadhan 2018, umroh akhir ramadhan 2018, biaya umroh ramadhan 2018, biaya umroh backpacker, pengalaman umroh backpacker, umroh backpacker kaskus, tips umroh backpacker, umroh backpacker 2018.

 

Petunjuk Praktis Bagi Jemaah Haji dan Umroh Tentang Tata Cara Selama Di Pesawat Dan Di Hotel Di Tanah Suci

Menggunakan  Sabuk Pengaman Di Pesawat Bagi Jamaah Umroh

  1. Sabuk Pengaman (Seat Belt) Di Pesawat Wajib Dikenakan Pada Waktu Pesawat Lepas Landas, Mendarat Atau Pada Waktu Keadaan Cuaca Buruk, Sesuai Pengumuman Awak Kabin.
  2. Bila Tanda/Lampu Mengenakan Sabuk Pengaman (Fasten Seat Belt) Dimatikan, Sabuk Pengaman Boleh Dilepas, Namun Dianjurkan Untuk Selalu Mengenakan Sabuk Pengaman Selama Duduk.
  3. Cara Menggunakan Sabuk Pengaman Sebagai Berikut :
  • Masukkan Pengkait Sabuk Pengaman Pada Lubang Gesper.
  • Tariklah Pengunci Ujung Pengaman Pada Gesper Sesuai Kondisi Ukuran Masing- Masing Dan Lepaskan Pengaitnya

Menempatkan Barang Bawaan Di Pesawat Bagi Jamaah Umroh

  1. Sebelum Anda Duduk, Simpanlah Barang Tenten- Gan Anda Di Tempat Duduk Yang Telah Disediakan Yaitu Sebelah Atas Tempat Duduk.
  2. Agar Menaruh Barang Ditempat Yang Aman Dibawah Tempat Duduk Dan Jangan Di Koridor Disamping Tempat Duduk.
  3. Dilarang Meletakkan Barang Ditempat Yang Bukan Tempatnya

 

Aturan – Aturan Di Dalam Pesawat:

  1. Para Jamaah   Dilarang   Membawa  Benda   Tajam Barang  Berbahaya (Dangerous Goods) Ke Pesawat, Seperti  Kompor Minyak, Gas Lpg, Korek Api, Pisau, Parang, Gunting  Panjang, Gunting  Kuku, Hair-Spray Atau Parfum Dalam Tabung  Semprot,   Dan   Lain- Lain.    Selain  Itu,  Barang-Barang  Elektronika  Juga Harus  Dilepas  Dari Batterainya Serta  Para  Jamaah Agar Tidak Menerima Titipan Barang Dalam Bentuk Apapun Dari Orang Lain Untuk Dibawa Ke Dalam Pe- Sawat.
  2. Untuk Barang Bawaan, Para Jamaah  Haji Diharap- Kan Dapat  Mematuhi Ketentuan Yang  Disepakati Antara Kementerian Agama Dan Perusahaan Pener- Bangan, Yaitu Barang Bawaan Tidak Melebihi Berat 32 Kilogram, Baik Saat Keberangkatan Menuju Arab Saudi Maupun Kepulangan Ke Tanah Air. Barang Bawaan Tersebut Terdiri Dari Koper, Satu Tas Tenten- Gan  Di Kabin Dan  Tas  Paspor. Perusahaan  Pener- Bangan Akan Memberikan Secara Cuma-Cuma Lima Liter Air Zam-Zam Kepada Setiap Jamaah Di Bandara Debarkasi Indonesia.
  3. Dilarang Menghidupkan    Handphone    Selama Berada  Diatas Pesawat  Sampai Tiba Di Bandara Ke- Datangan

 

Bagaimana Jamaah Umroh yang Mau Berihram Di Dalam Pesawat

  1. Pastikan Kain Ihram Anda Dimasukkan Dalam Tas Tenteng / Tas Kabin, Jangan Tempatkan Kain Ihram Anda Pada Travel Bag / Koper. Karena Koper Akan Dimasukkan Di Bagasi Pesawat, Sementara Tas Tenteng Dapat Anda Bawa Hingga Ke Kabin Pesa Wat.
  2. Gantilah Kain Ihram 3 Jam Atau 1 Jam Sebelum Mendarat (Anda Dapat Bertanya Mengenai Waktu Pada Awak Pesawat Atau Langsung Melihat Pada Layar Monitor Yang Ada Dipesawat). Karena Dua Jam Sebelum Mendarat, Pesawat Akan Disibukkan Dengan Jam Makan, Ketika Itu Pramugari Akan Lalu-Lalang Membagikan Makanan Dipesawat.
  3. Anda Dapat Bergantian Dan Menggunakan Sedikit Tempat Seluas 2 X 2 Meter Di Setiap Sisi Pintu Darurat Pesawat. Setiap Pesawat Memiliki Beberapa Pintu Darurat Di Sisi Kanan Dan Kiri, Jum Lahnya Beragam Antara 6 Hingga 12 Pintu.
  4. Miqot Yalamlam Akan Dilewati Pesawat 20 Menit Sebelum Mendarat.

 

Menggunakan Lampu Baca Di Pesawat

  1. Tekanlah Tombol Lampu Baca Ditempat Arah Baca Bila Memerlukan Penerangan Untuk Membaca.
  2. Tekan Sekali Lagi Tombol Tersebut Bila Akan Me- Matikan

 

Menggunakan Kran Air Di Pesawat

  1. Tekan Kran Bertanda Warna Biru Untuk Air Dingin.
  2. Tekan Kran Bertanda Warna Merah Untuk Air Panas.
  3. Tekan Tuas/Tombol Bertanda “ Ush” Untuk Menyiram Di Lubang Closet.
  4. Tekan Tuas/Tombol Diantara Dua Kran Untuk Mem Buang Air Bejana Penampungan Air Kotor.
  5. Pergunakan Kertas Tissue Yang Tersedia Untuk Mem Bersihkan Sisa Kotoran Di Anggota Badan.
  6. Buang Kertas Bekas/Tissue Tersebut Ditempat Yang Telah Disediakan.
  7. Penggunaan Air Toilet Diupayakan Agar Tidak Sampai Tercecer Di Lantai Apalagi Mengalir Keluar Toilet. Hal Ini Akan Membahayakan Instrumen (Kabel-Kabel Listrik) Yang Ada Dipesawat

 

Menggunakan Wc/Toilet Di Pesawat

  1. Membuka Pintu Dari Luar Dengan Cara Mendorong Seperluny
  2. Membuka Pintu Dari Dalam Dengan Cara Menarik
  3. Mengunci Pintu Dengan Cara Menggeser Kunci Ke Arah Kiri Atau K

 

Menggunakan Dapur Di Hotel

  1. Pergunakan Dapur Yang Telah Disediakan Untuk Me- Masak.
  2. Dilarang Memasak Didalam Kamar, Digang-Gang Atau Ditempat Lain Yang Bukan Tempatny
  3. Pergunakanlah Peralatan Dapur (Bila Ada), Dengan Sebaik-Baikny
  4. Jangan Sekali-Kali Mempergunakan Kompor Minyak Tanah Untuk Memasak.
  5. Jagalah Kebersihan Selama Dapur Tersebut Dipergu- Nakan Dan Buanglah Sampah Sesuai  Pada Tempatny
  6. Dimungkinkan Tidak Ada Kegiatan Masak-Memasak (Tergantung Peraturan Dari Masing-Masing Hotel), Karena Setiap Hotel Disediakan Kafetaria (Khusus Di Madinah Tidak Disediakan Dapur).

 

Menggunakan Toilet / Wc Di Hotel  Arab Saudi

  1. Pergunakan Toilet Untuk Buang Air Dengan Posisi Sesuai Kondisi Closet (Jongkok Atau Duduk).
  2. Pergunakan Air Secukupnya.
  3. Jagalah Kebersihan Dan Jangan Buang Tissue/Pembalut Dan Lain-Lainnya Ke Lubang Wc / Toilet, Yang Dapat Mengakibatkan Saluran Tersumbat.

 

Menggunakan Kran Air Di Hotel Arab Saudi

  1. Pergunakan Kran Air Yang Tersedia Untuk Air Panas Maupun Air Dingin Sesuai Keper
  2. Jika Ingin Mempergunakan Air Panas Putar Kran Untuk Air Panas Berwarna Merah Secara Perlahan- Lahan, Agar Air Panas Yang Keluar Tidak Terlalu Kencang/Deras Sehingga Tidak Membahayakan Bagi Yang Mempergunakanny
  3. Campuran Air Panas Dengan Air Dingin Dengan Mem Buka Kran Untuk Air Dingin Berwarna Biru, Untuk Men- Dapatkan Suhu Yang Diinginkan Sehingga Dapat Dipergunak
  4. Berhematlah Mempergunakan Air Untuk Mandi Dan
  5. Untuk Menghemat Air Pada Waktu Mandi, Perguna Kanlah Shower/Seprotan Yang T
  6. Setelah Selesai Mandi Atau Mencuci Jangan Lupa Mematikan/Menutup Kr

 

Menggunakan Lift Di Hotel Arab Saudi

  1. Pergunakan Lift Sesuai Petunjuk Yang Ada.
  2. Tekan Tombol Panah Ke Atas Bila Ingin Naik.
  3. Tekan Tombol Panah Ke Bawah Bila Ingin Turun.
  4. Setelah Masuk Dan Pintu Lift Tertutup, Tekan Tombol Angka Sesuai Dengan Nomor Lantai Yang Dituju.
  5. Untuk Pengamanan Dan Menjaga Hal-Hal Yang Tidak Diiinginkan Janganlah Masuk Lift Sendir
  6. Tekan Tombol Darurat (Emergency) Apabila Macet, Atau Memerlukan Pert

 

Apabila Tidak Tahu Cara Penggunaan Lift, Janganlah Memaksakan Diri Tetapi Tanyakan Kepada Mereka Yang Mengetahuinya.

About

No Comments

Leave a Comment