Uncategorized

Tatacara Pelaksanaan Ibadah Haji Ifrad

Tatacara Pelaksanaan Haji Ifrad. Apabila anda memilih Haji Ifrad, yang dilakukan pertama adalah ibadah Hajinya, kemudian baru ibadah umrah. Memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan sekaligus ibadah haji dan ibadah umrah harus sudah dilakukan dibatas Mikat sebelum memasuki Mekkah.

Haji Ifrad jarang dipilih karena cukup berat. Jamaah harus tetap berpakaian ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut yaitu sejak tiba di Mekkah sampai lepas hari Arafah 9 Zulhijjah. Jamaah harus tabah dan kuat untuk menjaga diri agar tidak melanggar Pantangan atau Larangan selama mengenakan pakaian ihram tersebut. Haji Ifrad berat karena sejak memulai “Ibadah Haji” kemudian melakukan “Ibadah Umrah” jamaah harus tidur, duduk atau berdiri dengan tetap berpakaian ihram, yang terus menerus dikenakan tanpa busana berjahit (pakaian ihram). Dan selama berpakaian ihram itu tentu saja segala larangan harus ditaati. Jamaah yang memilih haji ifrad, disunatkan melakukan Tawaf Qudum (Tawaf Salam, selamat datang) saat baru tiba di Mekkah. Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda.

========================================================

Informasi Paket Ibadah Haji Plus 2018 – 2019 – 2020 Mulai 10.000$

Badal Haji Rp8.500.000,-

Hubungi: H . SUDJONO AF – 108388097656 WA

========================================================

 

PELAKSANAAN HAJI IFRAD

MIKAT DI TANAH AIR. Bagi yang memilih Mikat di tanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk Haji sbb:

  • Memotong kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.

MIKAT DI SAUDI. Jamaah haji yang datang ke Tanah Suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti setelah mendekat “Hari Arafah” 9 Zulhijjah baru menuju Mekkah. Mikat dilaksanakan di Tanah Suci yaitu di salah satu tempat: Bir Ali, Rabigh, Zatu Irqin, Qarmul Manazil, atau Yalamlam.

Di tempat Mikat ini jamaah akan melakukan hal-hal sbb:

  1. Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
  2. Berniat umrah Labbaik Allahumma Hajjan.
  3. Diperjalanan ke Mekkah perbanyak membaca “Talbiyah”.

Mekkah. Tiba di Mekkah jamaah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, karena tentu ingin cepat-cepat Tawaf di Baitullah. Adapun kegiatan ibadah selama di kota Mekkah ini adalah:

  1. Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf Sunnat waktu baru datang di Mekkah).
  2. Setelah Tawaf boleh langsung Sa’i tetapi tidak boleh Tahallul karena jamaah haji Ifrad baru boleh Tahallul nanti setelah Tawaf dan Sa’i haji dilaksanakan.

Haji Ifrad ini jarang dipilih karena relatif sangat berat, dimana jamaah harus senantiasa dalam ihram sampai pelaksanaan haji usai. Selama menunggu pelaksanaan haji itu, jamaah harus tetap mematuhi semua larangan atau pantangan yang berkenaan dengan ihram.

 

PELAKSANAAN UMRAH dengan Haji IFRAD

Setelah melaksanakan “Ibadah Haji”, jamaah harus bersiap lagi untuk melaksanakan “Ibadah Umrah”. Persiapan ihram dilakukan di penginapan di Mekkah, dan Mikatnya di Tan’im atau Ji’ranah. Rincian pelaksanaan umrah untuk Haji Ifrad adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan persiapan ihram:
  • Mandi sunat ihram
  • Memotong kuku.
  • Memakai wangi-wangian.
  1. Memakai pakaian ihram, berangkat ke batas Mikat di Tan’im atau Ji’ranah. Disini jamaah melakukan hal-hal sbb:
  • Shalat sunnat ihram 2 rakaat.
  • Melafazkan niat umrah:

(Labbaik Allahumma Umratan)

  • Berangkat ke Mekkah dan dalam perjalanan membaca Talbiyah sebanyak-banyaknya.
  1. Di Mekkah jamaah melakukan hal-hal sbb:
  • Tawaf umrah.
  • Sa’i.

Dengan selesainya pelaksanaan ibadah umrah ini, selesai pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan haji ifrad.

 

Rakaian Kegiatan Pelaksanaa HAJI IFRAD

Dari Hari ke Hari

TEMPAT & TANGGAL KEGIATAN
MEKKAH

8 Zulhijjah (Pagi)

Berangkat ke Mina dan bermalam disana untuk melaksanakan Wajib Haji yaitu Mabit. Mabit adalah berhenti sejenak.
MINA

8 Zulhijjah (Siang-Malam)

Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.
MINA-ARAFAH

9 Zulhijjah (Siang-Sore)

Berangkat ke Arafah setelah shalat subuh atau matahari terbit.
ARAFAH

9 Zulhijjah (Siang-Sore)

  1. Menunggu waktu Wukuf, dianjurkan untuk banyak  memanjatkan doa istighfar, zikir, talbiyah, tafakur dan membaca Al-Qur’an.
  2. Wukuf, merenung atau menghayati pengasingan diri di Padang Arafah seakan berada di Padang Mahsyar. Wukuf dilaksanakan sampai matahari terbenam tanggal 9 Zulhijjah. Selain Wukuf jamaah dianjurkan untuk banyak  memanjatkan doa istighfar, zikir, talbiyah, tafakur dan membaca Al-Qur’an.
  3. Shalat Zuhur dan Ashar di Jamak Qasar Awal (diringkas 2 rakaat) dan dilakukan pada waktu zuhur.
ARAFAH-MUZDALIFAH
  1. Wukuf yang berlangsung selama separuh hari dan baru berhenti setelah Azan Magrib.
  2. Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat magrib dilaksanakan di Muzdalifah dan di Jamak Takhir dengan shalat isya.
  3. Mabit atau berhenti selama separo malam di Muzdalifah sambil mengumpulkan 7 butir kerikil untuk melontar jumrah aqabah besok pagi.
MINA

10 Zulhijjah (Subuh)

  1. Memasuki tanggal 10 Zulhijjah, setelah sholat subuh. Jamaah wajib melontar satu jamarat, yaitu jumrah aqabah sebanyak 7 kali.
  2. Tahallul awal.
  3. Lanjutkan ke Mekkah untuk melakukan Tawaf Ifadhah.
  4. Sa’i disunatkan Tahallul Qubra.
  5. Harus sudah berada kembali di Mina sebelum maghrib.
  6. Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.
MINA

11 Zulhijjah (Subuh)

  1. Melontar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah masing-masing 7 kali.
  2. Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum magrib sampai lewat tengah malam.
MINA

12 Zulhijjah (Subuh)

  1. Melontar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah masing-masing 7 kali.
  2. Bagi yang Nafar Awal, kembali ke Mekkah sebelum magrib, lanjutkan dengan Tawaf Ifadhah dan Sa’i serta Tahallul Qubra, bagi yang belum.
  3. Bagi yang Nafar Tsani, Mabit Mina.
MINA

13 Zulhijjah (Subuh)

Bagi yang Nafar Tsani:

  1. Melontar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah masing-masing 7 kali.
  2. Tawaf Ifadhah, Sa’i dan Tahallul qubra, bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’i sesudah Tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekkah) tidak perlu sa’i langsung saja melakukan Tahallul.
  3. Ibadah haji selesai

 

tata cara haji ifrad, niat haji ifrad, larangan haji ifrad, haji tamattu ifrad dan qiran, haji tamattu artinya, kategori haji ifrad, jelaskan perbedaan antara haji ifrad dan haji tamattu, dalil haji qiran, dalil haji ifrad, manasik haji ifrad, jenis-jenis ibadah haji, perbedaan anatar haji ifradm qiran dan tamattu

 

About

No Comments

Leave a Comment