Uncategorized

Mengenal Ka’bah dan Sejarahnya

Ka’bah, bangunan yang menyerupai bentuk kubus ini merupakan bangunan pertama diatas bumi yang digunakan untuk tempat menyembah Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an SURAT ALI IMRAN AYAT 96, yang artinya:

“Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah itulah rumah yang di Bakkah (Mekkah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta”.

=======================================================

Dapatkan informasi ibAdah umroh murah 2018 – 2019 – 2020

Hubunbgi: H.SUDJONO AF 081388097656 WA

========================================================

Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul’Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dibangun berupa tembok persegi empat yang terbuat dari batu-batu besar berwarna kebiru-biruan yang berasal dari gunung-gunung di sekitar Mekkah. Rumah Allah ini dibangun diatas satu dasar pondasi yang kokoh terbuat dari batu marmer, tebalnya kira-kira 25 cm.

Berikut ini rincian data fisik Ka’bah sebagai berikut:

  • Tinggi seluruh dinding……………………= 15,00 m
  • Lebar dinding utara………………………..= 10,02 m
  • Lebar dinding barat…. …………………….= 11,58 m
  • Lebar dinding selatan……………………..= 10,13 m
  • Lebar dinding timur………………………..= 10,22 m

NAMA DINDING Ka’bah

. Oleh para pendahulu dinding-dinding tersebut diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. Terkecuali satu sudut dinding yang diberi nama “Rukun Aswad” karena batu surga itu terletak disana.

Adapun nama keempat dinding atau rukun (sudut) tersebut adalah sbb;

  • Sebelah utara rukun “Iraqi” (iraq)
  • Sebelah barat rukun “Syam” (Suriah)
  • Sebelah selatan rukun “Yamani” (Yaman)
  • Sebelah timur rukun “Aswad” (Hajar Aswad)

Keempat dindingnya ditutup oleh semacam kelambu sutra hitam yang disebut Kiswah dan tergantung dari atap sampai ke kaki. Sejak zaman Nabi Ismail, Ka’bah sudah dibajui atau diberi penutup dari luar yang disebut Kiswah.

KISWAH Ka’bah

. Tiap tahun kiswah diganti pada saat upacara haji akan dimulai dan untuk menyemarakkan upacara akbar tahunan itu, kiswah dipasang lapisan dan disambung dengan kain putih untuk menjadi tanda bahwa Ka’bah dalam keadaan ihram. Pada tanggal 10 Zulhijjah, ketika Mekkah kosong disaat jamaah haji masih berada di Mina, kiswah dan kain penutup makam Ibrahim diganti dengan yang baru.

Kiswah dihiasi tulisan-tulisan ayat suci Al-Qur’an yang disulam secara khusus dengan benang emas. Salah satu kalimat yang tertera dalam sulaman kiswah itu adalah kalimat syahadat :

Lafaznya        : Allah jalla jalalah, laa ilaha illallah, Muhammad Rasulullah.

Artinya           : Allah Maha Agung, Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad itu pesuruh Allah.

PINTU KA’BAH.

Pada dinding sebelah timur disamping Hajar Aswad terdapat pintu yang diberi nama Al-Burk. Tingginya kira-kira 2 meter dan terbuat campuran logam, emas, dan perak. Di pintu itu ditahtakan ayat-ayat Al-Qur’an, tentang Ka’bah, Haji, shalat dan tauhid. Didalam Ka’bah terdapat tiga buah tiang untuk menopang atap, dan sebuah tangga memulai pintu kecil untuk naik ke atas atap.

MULTAZAM.

Hajar Aswad terletak di pojok sebelah timur kira-kira satu setengah meter dari lantai dasar. Dinding, antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah, yang lebarnya kurang dari 2 meter itu, diberi nama dinding Multazam.

Disebut demikian karena inilah salah satu dari tiga lokasi atau tempat paling mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah jama’ah yang sudah tawaf biasanya berebut untuk mencurahkan isi hati dan menghadap Allah dengan doa-doa yang biasanya diucapkan dengan air mata bercucuran.

ALMIJAN.

Didekat pintu, kira-kira dihadapan makam (batu tempat berdiri) Ibrahim, terdapat tempat yang banyak dipergunakan orang untuk shalat, disebut Almijan. Konon disinilah Nabi Ibrahim dan anak-anaknya, Nabi Ismail, berdiri sejak sebelum bekerja pada waktu menurut Ka’bah.

MATWAF.

Bagian tempat tawaf di sekeliling Ka’bah diberi lantai marmar. Hanya sebatas marmar inilah ukuran luas Masjidil Haram di masa Nabi Muhammad. Tempat ini sekarang dinamakan Matwaf, atau tempat tawaf.

MAQAM IBRAHIM.

Pintu Bani Syaibah disebelah timur laut Ka’bah adalah tempat masuk resmi ketempat tawaf. Antara pintu itu dan Ka’bah terdapat sebuah rumah kecil berkubah hijau, berdinding tralis besi. Inilah maqam Ibrahim, tempat utama untuk mengerjakan shalat. Disebut tempat utama karena disinilah imam berdiri untuk semua macam shalat jamaah di Masjidil Haram.

MAQAM TEMPAT IMAM.

Tidak seberapa jauh dari Hajar Aswad terdapat sebuah rumah kecil tempat sumur zamzam yang sekarang berada dibawah lantai dan disebelah atasnya adalah Maqam Imam Syafi’i. Tiga maqam lagi, yaitu Maqam Imam Hanafi terletak disebelah barat, Maqam Imam Hambali, disebelah tenggara dan Maqam Imam Maliki disebelah utara. Dahulu tempat-tempat ini dipergunakan oleh Imam tempat mazhab pada waktu shalat lima waktu, sehingga tiap waktu shalat diadakan 4 kali berjamaah menurut mazhab masing-masing. Cara mazhab ini sekarang telah ditiadakan.

REHABILITASI Ka’bah

Sepanjang sejarah Ka’bah telah mengalami sedikitnya 10 kali pembangunan / rehabilitasi yaitu;

  • Pertama oleh para Malaikat.
  • Kedua oleh Nabi Adam.
  • Ketiga oleh Syits bin Adam.
  • Keempat oleh Nabi Ibrahim dan Ismail.
  • Kelima oleh suku Amaliqah.
  • Keenam oleh suku Jurhum.
  • Ketujuh oleh Qushay bin Kilab.
  • Kedelapan oleh Abdul Muthalib.
  • Kesembilan oleh bangsa Quraisy.
  • Kesepuluh oleh Abdullah bin Zubair.

Setelah Quraisy. Rehabilitasi dilakukan lagi pada tahun 683 M oleh Abdullah bin Zubair.  Yang diteruskan pada tahun 683 M, oleh Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi. Adapun yang sampai sekarang kita lihat adalah hasil pembangunan Sultan Murad IV Al-Usmani pada tahun 1630.

RUKUN-RUKUN KA’BAH.

Rukun yang dimaksudkan disini adalah rukun yang mengandung arti harfiahnya “sudut atau pojok”. Sudut yang berjumlah 4 buah tersebut yang terdapat pada bangunan Ka’bah, merupakan 4 rukun yang diutamakan didalam manasik haji. Rukun tersebut, yaitu; rukun Yamani dan rukun Hajar Aswad disebut “dua rukun Yamani”, karena tempat kedua rukun ini menghadap ke arah negeri Yaman. Adapun dua rukun lainnya adalah rukun Iraqi dan rukun Syam yang juga disebut “dua rukun Syamiani” karena keduanya mengarah ke negeri Syam yang sekarang meliputi semua negara yang terletak di pantai timur laut tengah, seperti Yordania, Palestina, Syiria, dan Lebanon.

SEJARAH KA’BAH.

Disebut dalam sejarah bahwa pembangunan Ka’bah berlangsung 10 generasi. Pembangunan generasi pertama dilakukan oleh Malaikat, dua ribu tahun sebelum Nabi Adam diciptakan, sebagai tempat Thawafnya para Malaikat di bumi. Selanjutnya dengan dibantu Malaikat, Nabi Adam AS dihitung sebagai generasi ke-2 yang membangun kembali Ka’bah, dan melakukan tawaf. Setelah Nabi Adam wafat, dibangun kembali oleh salah seorang putranya yaitu Syist, dengan menggunakan tanah dan batu. Ka’bah yang dibuat oleh Syist itu berdiri terus sampai zaman Nabi Nuh AS. Pada zaman Nuh inilah Ka’bah runtuh akibat terpaan taufan dan banjir yang dahsyat.

Sejarah pembangunan Ka’bah sampai generasi ke-3 itu tidak terdapat baik dalam Al-Qur’an, adapun dalam Hadis. Pembangunan Ka’bah generasi ke-4 dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan putra beliau Nabi Ismail AS. Keterangan dimaksud terdapat dalam Al-Qur’an, (Surat Al-Baqarah Ayat 125) yang artinya;

Dan ingatlah  ketika kami jadikan rumah (Baitullah)

Tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia,

Dan jadikanlah Maqam Ibrahim tempat shalat.

Dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail untuk

membersihkan rumahku itu bagi orang-orang Tawaf,

yang I’tikaf, yang rukuk dan bagi yang sujud.

Ketika Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim itu runtuh, maka pembangunan yang ke-5 dilakukan oleh Suku Amaliqah. Ketika Ka’bah yang dibangun oleh Suku Amaliqah itu hancur, pembanguan yang ke-6 oleh Suku Jurhum, kemudian yang ke-7 diperbaharui oleh Qushay bin Kilab, dimana beliau mengadakan perubahan terhadap ukuran dinding-dinding Ka’bah. Pembangunan ke-8 dilakukan oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW. Generasi ke-9 yang membangun Ka’bah adalah Suku Quraisy. Mulai generasi inilah data-data pembangunan mulai dicatat sehingga hal ikhwal Ka’bah dapat diikuti melalui berbagai tulisan para sejarawan.

KA’BAH DITINGGIKAN.

Generasi ke-10 dalam pembangunan Ka’bah adalah Abdullah bin Zubair, waktu itu menjabat walikota Mekkah. Perubahan besar yang dilakukan oleh Zubair adalah mengubah tinggi Ka’bah, dari 5 meter menjadi 15 meter, diberi atap dan di pojok utara dibuat tangga untuk naik keatas loteng serta di hiasi dengan emas. Sepuluh tahun kemudian, setelah Abdullah bin Zubari wafat, atas izin khalifah Abdul Malik bin Marwan, pintu barat yang dibuat Zubair ditutup dengan alasan untuk mengembalikan bangunan Ka’bah kepada keadaan yang hampir sama dengan yang dibuat oleh Nabi Ibrahim AS.

BANJIR BESAR.

Pada tanggal 19 Sya’ban 1039 H turun hujan lebat yang terus menerus mulai jam 2 malam sampai waktu menjelang ashar dan bersambung lagi sampai besoknya, 20 Sya’ban. Banjir besar menggenangi tidak saja Ka’bah dan Masjidil Haram tetapi seluruh rumah penduduk kota Mekkah. Kira-kira seribu orang meninggal waktu itu dan banyak pula binatang ternak yang mati. Sore hari tanggal 20 Sya’ban 1039 (hari kamis), runtuhlah sebagian dinding Ka’bah, yaitu dinding Syami, sebagian dinding timur dan barat serta loteng atappun ambruk. Menjelang magrib runtuhlah dinding serambi Ka’bah.

Hiruk pikuk dan ketakutan melanda masyarakat kota Mekkah. Walikota Mekkah waktu itu, Mas’ud bin Idris bin Hasan, segera memerintahkan agar tanggul pintu Ibrahim yang menjadi saluran Masjidil Haram segera dibuka. Maka airpun mengalir ke hilir kota Mekkah.

Penjaga Ka’bah diperintahkan untuk masuk segera kedalam Ka’bah dan mengeluarkan semua pelita dan 22 lampu-lampu yang terbuat dari emas. Salah satu diantaranya bertahtakan permata dan mutiara mutu manikam. Barang-barang tersebut diselamatkan dan disimpan dirumah Syekh Jamaludin Muhammad Abu Qasyim Asy Syaibi.

apa itu ka’bah, isi dalam ka’bah, sejarah ka’bah, bagian ka’bah, sejarah ka’bah menurut kristen, ka’bah wallpaper, siapa yang membangun ka’bah pertama kali, isi ka’bah adalah salib, sejarah ka’bah singkat, sejarah ka’bah menurut kristen, sejarah ka’bah yang sebenarnya, sejarah berdirinya ka’bah, siapa yang membangun ka’bah pertama kali, ka’bah mekah isinya apa, ka’bah adalah, sejarah ka’bah baitullah, sejarah ka’bah

About

No Comments

Leave a Comment