3+ Doa Bercermin Lengkap dengan Adab dan Keutamaannya

3+ Doa Bercermin Lengkap dengan Adab dan Keutamaannya

Dalam Islam terdapat berbagai doa yang perlu diamalkan sehari-hari, salah satunya adalah doa bercermin.

Cermin adalah benda mati yang membantu untuk memperhatikan penampilan. Pantulan diri dari cermin akan membantu untuk menentukan apakah diri sudar rapi atau bersih.

Sebab, memakai pakaian bersih dari noda dan wangi adalah salah satu hal yang dianjurkan dalam Islam, lho.

Nah, ketika menggunakan busana yang bersih dan layak, cara untuk mensyukuri nikmat Allah SWT ini yakni dengan berdoa.

3+ Doa Bercermin Lengkap dengan Adab dan Keutamaannya

Sebab saat itu seseorang akan merasa bahagia dengan apa yang telah Allah SWT ciptakan.

Dalam Alquran telah disebutkan bahwa manusia telah diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

(Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm)

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS At-Tin: 4)

Doa Bercermin dalam Islam

Tidak hanya perempuan, laki play on words dibolehkan untuk berpenampilan bersih dan menarik. Meski begitu, ini juga harus dilakukan dengan tidak berlebihan dan sesuai dengan syariat Islam.

Berikut adalah doa ketika bercermin yang bisa dipanjatkan sehari-hari:
1. Bacaan Doa Bercermin

Sama halnya dengan doa sebelum makan, doa bercermin ini juga perlu dilafalkan saat ingin melakukannya.

Berikut ini adalah doa bercermin dalam bahasa Bedouin, tulisan latin, dan artinya:

اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

(Alloohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqi)

Artinya: “Ya Allah, sebagaimana Engkau baguskan tubuhku, maka baguskanlah akhlakku.”

Doa ini bersumber dari hadis shahih riwayat Ibnu Hibban, Al Baihaqi, dan Abu Ya’la.

Diharapkan dengan membacanya menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT telah diberikan rupa dan tubuh yang tanpa kekurangan apapun.
2. Doa agar Wajah Bercahaya

Doa bercermin satu ini juga tak kalah penting untuk diingat. Berikut adalah bacaan doa agar wajah kita selalu berseri-seri dan bercahaya sepanjang hari:

رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

(Robbana at-mimlana nuurona waghfirlana innaka ala kulli syai’in qadir)

Artinya: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs.At-Tahrim: 8).

Insya Allah, dengan mengamalkan doa ini, dapat menambahkan kecantikan luar dan dalam diri.

Selain itu, ini juga merupakan doa agar senantiasa memiliki hati dan akhlak juga rupawan.
3. Doa Kemuliaan Rupawan

Adapun jenis doa bercermin lainnya yang bisa dilafalkan ketika sedang berias. Berikut bacaan doanya berbunyi:

اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى سَوَّى خَلْقِى فَعَدَّلَهُ وَكَرَّمَ صُوْرَةَ وَجْهِى فَحَسَّنَهَاوَجَعَلَنِى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

(Arabnlatin: Alhamdulillahilladzi sawwaa khalqii fa’addalahu wa karrama shurata wajhii fahassanaha waja’alanii minal muslimin)

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan dan memperbaiki penciptaanku, memuliakan bentuk wajahku, maka Dia membaguskan dan menjadikan aku termasuk orang Islam.” (HR Ibnu as-Sani).

Doa bercermin ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Sunni. Imam A Nawawi telah mencantumkannya dalam Al Adzkar.
4. Doa Merias Diri

Dandan adalah salah satu cara kita dalam mempercantik diri, khususnya kaum hawa.

Nah, dalam berdandan joke ada doa yang perlu kita panjatkan. Berikut bacaan doa bercermin dan artinya yang bisa diamalkan:

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ وَ صَوَّرَکُمۡ فَاَحۡسَنَ صُوَرَکُمۡ ۚ وَ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ

(Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqqi wa ṣawwarakum fa aḥsana ṣuwarakum, wa ilaihil-maṣīr)

Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah SWT. Kembali(mu).” (QS At-Taghaabun: 3)

Jangan lupa juga untuk membaca doa dan ketahui adab untuk berpakaian setelah selesai berias ya, Mothers.

Adab Berhias dalam Islam

Dalam Islam, selain terdapat doa bercermin sebagai bentuk rasa syukur, ada juga beberapa adab ketika bercermin, di antaranya:
1. Berdoa

Dalam Islam, segala aktivitas yang dilakukan harus diawali dengan doa. Begitu juga dengan bercermin yang termasuk dalam aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Beberapa doa bercermin yang telah disebutkan di atas diharapkan akan menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga sesuai dengan isi doanya, baiknya rupa juga akan diikuti dengan baiknya akhlak yang dimiliki.
2. Tidak Tabarruj

Tabarruj dalam Islam berasal dari customized structure al-burj yang artinya bintang, sesuatu yang terang dan tampak. Arti lainnya adalah berlebihan dalam menunjukkan perhiasan, ketampanan atau kecantikan diri.

Berlebih-lebihan dalam berdandan tidak diperbolehkan dalam Islam. Hal tersebut mendapat keterangan dalam Alquran saat Allah SWT Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

(Wa qarna fī buyụtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-ụlā wa aqimnaṣ-ṣalāta wa ātīnaz-zakāta wa aṭi’nallāha wa rasụlah, innamā yurīdullāhu liyuż-hiba ‘angkumur-rijsa ahlal-baiti wa yuṭahhirakum taṭ-hīrā)

Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shlat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul lure dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS Al-Ahzab: 33)

Artinya, pakain atau perhiasan yang dipakai tidak berlebihan, apalagi ditambah dengan dandanan wajah yang sangat mencolok mata.

Selain itu, memperhatikan pakaian juga harus dilakukan. Jangan sampai termasuk dalm pakain yang disebut oleh Rosulullah SAW dengan ‘berpakain tapi telanjang’.

Yakni pakaian transpran yang tembus pandang, sehingga nampak jelas warna kulit dan lekuk tubuh terutama untuk perempuan. Hal ini akan mengundang kejahatan serta memancing hawa nafsu.
3. Bersyukur

Dengan bercermin, seseorang dapat melihat apa yang tampak di cermin. Misalnya kondisi badannya secara keseluruhan, hingga bentuk rupanya.

Melalui bayangan dalam cermin, umat Islam dapat memetik hikmah bahwa Allah SWT telah menciptakan seseorang dalam kondisi yang terbaik dan harus disyukuri.

Seseorang yang menghadapkan wajahnya ke depan cermin untuk berhias, haruslah diniatkan untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT yang telah memberi pakain dan perhiasan serta kesempurnaan wajah.

Disamping itu, setiap hendak berhias, awali dengan do’a agar terhindar dari ketercelaan akhlak. Sebab, setiap perbuatan yang dilandasi dengan perasaan syukur kepada Allah SWT, akan menghindarkan diri dari keburukan moral dan akhlak.

Demikian juga dalam hal bercermin untuk berhias, sebab sedikit saja salah niat, maka apa yang tadinya bisa jadi amal, justru akan menjadi laknat baginya.
4. Tetap Rendah Hati

Keutamaan rendah hati atau tawadhu dalam Islam dapat menghindarkan seseorang untuk berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain, seperti merundung orang lain dan lain sebagainya.

Memiliki tubuh dan rupa yang menawan harus diimbangi dengan rasa syukur yang besar, sehingga yang akan tumbuh adalah sikap rendah hati dan bukan sebaliknya.

Dari Iyadh canister Himar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, Allah mewahyukan kepadaku agar kalian tawadhu’ (rendah hati), sampai seseorang tidak membanggakan diri kepada orang lain dan seseorang tidak sewenang-wenang kepada orang lain.” (HR. Muslim)
5. Jangan Sombong

Kondisi fisik yang sempurna dan seimbang yang telah diberikan oleh Allah SWT hendaknya tidak menjadikan alasan seseorang untuk sombong dan membanggakan diri sendiri.

Sebab, sifat sombong dalam Islam sangat dilarang dan merupakan sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Hal ini juga diterangkan dalam Alquran:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

(Wa lā tuṣa”ir khaddaka lin-nāsi wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā, innallāha lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhụr)

Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman: 18)

Keutamaan Doa Bercermin

Setelah mengetahui doa bercermin, satu hal ini juga tak kalah menarik untuk diketahui.

Berikut sejumlah keutamaan dari doa bercermin, antara lain:
1. Menjunjung Keindahan

Dalam Islam, diharuskan untuk selalu berpenampilan bersih dan terbebas dari noda dan kotoran.

Keutamaan dari bercermin adalah untuk kita dapat mengutamakan nilai keindahan dalam diri.

Allah SWT menyukai kerapian dan keindahan. Adapun ini tertuang pada hadis dan sabda Rasulullah SAW berikut ini:

إن الله جميل يحب الجمال

Artinya: “Allah itu indah. Beliau mencintai keindahan”

Tampil dengan pakaian rapi tidak lagi diartikan sebagai kesombongan. Justru, berpenampilan menarik dan rapi di zaman ini adalah sebuah keharusan.

Terutama bagi mereka yang seharusnya memiliki kharisma, seperti istri terhadap suaminya (sebaliknya), ulama, pemerintah, atasan-bawahan, dan lain sebagainya.

 

Beliau berkata, “Sesungguhnya kalian akan mendatangi saudara kalian. Maka perbaikilah keadaan kendaraan dan pakaian kalian agar kalian tampak mempesona di tengah manusia, karena sesungguhnya Allah tidak menyenangi kesembronoan.”
3. Mencegah Hal Tidak Diinginkan

Sering kali kita mendengar, sebuah rumah tangga mengalami perselisihan karena sebatas masalah sepele, seperti kurang berpenampilan menarik.

Hal ini juga pernah dialami oleh sahabat Nabi Muhammad SAW pada masanya. Di zaman Nabi SAW, pernah terjadi seorang wanita yang mengadu kepada Rasulullah SAW untuk meminta cerai dari suaminya.

Kemudian setelah diusut, pemicunya karena suaminya tidak lagi tampil rapi, rambut berantakan, dan berpakaian lusuh. Lantas, Nabi SAW memerintahkan suami tersebut untuk memotong rambut, mencukur kumis, dan mandi.

Kemudian perempuan itu ditanya, “Bagaimana wahai fulanah, apa masih mau bercerai?”

Wanita tersebut kemudian berkata kepada Nabi SAW bahwa ia mengurungkan niatnya bercerai. Hal ini karena penampilan suaminya sudah berubah menjadi rapi dan bersih.

Begitulah doa bercermin beserta adab dan keutamaannya. Semoga doa yang sering terucap tersebut juga dapat memperbaiki akhlak, sebagaimana seseorang dapat memperbaiki penampilannya.

source:https://www.orami.co.id/magazine/doa-bercermin