Mengenal Kota Mekkah Al Mukaromah

Mengenal Kota Mekkah Al Mukaromah. Kota Mekah adalah salah satu dari tiga kota suci Mekah, Madinah dan Jerusalem. Mekah ada disebelah barat negara Arab Saudi. Seperti kebanyakan daerah di Timur Tengah, Mekah dikelilingi oleh gunung-gunung bebatuan. Secara geografis, Mekah terletak antara 390-400 Bujur Timur dan 210-220 Lintang Utara.

Kota Suci ini diyakini sebagai kota pertama dimuka bumi karena disinilah Nabi Adam dan Hawa sebagai manusia pertama tinggal. Kota Mekah terdiri dari daerah rendah yang disebut dengan Batha’, sebelah timur Masjidil Haram yang disebut dengan Ma’la dan barat daya Masjidil Haram yang disebut dengan Misfalah. Rasulullah saw sendiri adalah penduduk Ma’la karena lahir dan besar ditempat tersebut (tempat lahir beliau sampai sekarang dapat dilihat bangunannya, hanya saja sekarang menjadi perpustakaan).


Informasi Umroh Murah Januari Februari Maret April 2018 – 2019 – 2020

Hubungi: H . SUDJONO AF – 081388097656 WA

========================================================

Mekah menjadi istimewa disamping karena ditempat itu terdapat Ka’bah, tempat kelahiran para Nabi, tempat suci yang pernuh berkah, juga karena diistimewakan oleh Allah da Rasulullah. Banyak ayat didalam Al-Qur’an menyebutkan keistimewaan kota tersebut diantaranya,

“Dan ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (Ibrahim : 35)

            “Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (al-Fath : 24)

            “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (Ali-Imran : 96)

Rasulullah saw menyebut-nyebut kota Mekah adalah sebaik-baik bumi Allah dan tempat yang paling dicintai Allah dan dicintainya. Beliau saw bersabda,

            “Tidak ada bumi yang lebih baik dan lebih aku sukai daripadamu (Mekah). Seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, maka aku tidak akan tinggal selain ditempat itu”. (HR Tirmidzi)

            “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekah) adalah sebaik-baik tempat di bumi Allah dan bagian bumi Allah yang paling dicintainya. Seandainya aku tidak dikeluarkan darimu maka aku tidak akan keluar”. (HR Tirmidzi)

            Mekah merupakan kota suci (tanah haram) yang didalamnya dilarang tinggal kaum nonmuslim. Batas tanah suci kota Mekah, seperti yang ditetapkan oleh Rasulullah saw adalah Tan’im (7,5 km ke barat laut Masjidil Haram), Nakhlah (13 km ke utara), Adlat Laban (16 km ke selatan), Ji’ranah (22 km ke utara barat laut), Hudaibiyah (22 km ke barat) dan Arafah (22 km ke timur). Di kota suci Mekah dan sekitarnya ini terdapat tempat-tempat istimewa dan bersejarah seperti Masjidil Haram dengan Ka’bah, Hajar Aswad, Makam Ibrahim, Bukit Shafa dan Marwa dan sumur zam-zam didalamnya; Mina dengan Masjid Khaif dan jamarat didalamnya; Muzdalifah dengan Masjid Masy’aril Haram didalamnya; Arafah dengan Masjid Namirah dan Jabal Rahmah didalamnya; Gua Hira, Gua Tsur, Masjid Jin, Masjid Kucing (Abu Hurairah), Masjid Syajarah, Pemakaman Ma’la dan lainnya.

Masjidil Haram. Tempat yang paling istimewa di Mekah adalah Masjidil Haram. Masjidil Haram adalah masjid tertua di dunia yang menjadi kiblat utama kaum Muslimin setelah sebelumnya berkiblat di Masjidil Aqsha di Palestina. Masjid ini mampu menampung kurang lebih 1 juta janaah yang memadati masjid ketika musim ibadah haji.

Masjid ini menjadi istimewa karena Allah memberikan keutamaan dengan melipatgandakan 100.000 kali pahala siapa saja yang shalat di tempat ini, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

“Setelah di masjidku ini (Masjid Nabawi di Madinah) lebih utama sebanyak seribu kali shalat yang dilakukan di masjid-masjid lain kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama sebanyak seratus kali daripada shalat di masjidku ini”. (HR Ahmad dan Ibnu Khuzaimah dengan status Hasan)

Similar Posts:

By |2017-12-20T07:31:19+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment