Ibadah-Ibadah Di Tanah Suci Agar Ibadah Haji dan UmrohTambah Berkah

Ibadah-Ibadah Agar Ibadah Haji Umroh Tambah Berkah. Ibadah ibadah haji bagi sebagian orang merupakan ibadah yang cukup memakan biaya dan tenaga. Bahkan ada yang mengumpulkan dana untuk ibadah ibadah haji sejak masiih muda. Ketika Allah memberikan kesempatan untuk berkunjung ke Baitullah, seseorang hanya  mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya wajib dan rukun saja. Sungguh sayang.

====================================================

Informasi Biaya Umroh Promo Murah 2018 – 2019 – 2020 Hubungi:

H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

====================================================

Oleh karena itu, mumpung berada di tanah suci, dimana amal kebaikan termasuk ibadah-ibadah ritual dilipatgandakan pahalanya maka pergunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya. Misalnya dengan memperbanyak amal ibadah, sedekah, membantu jamaah ibadah haji lain, berdzikir, membaca Al-Qur’an dan lain-lain. Selain untuk “mengeruk” pahala sebanyak-banyaknya, banyaknya ibadah di tanah suci akan memberikan manfaat yang banyak sekali bagi kita yang melakukannya. Salah satunya adalah memberikan kesan yang mendalam terhadap tanah suci sehingga sampai kapanpun akan membuat kita selalu rindu untuk kembali kesana.

Ibadah-ibadah sunah yang kita lakukan seoptimal mungkin di tanah suci akan menjaga diri dan melindungi ibadah ibadah haji kita. Setidaknya kita akan terhindar dari perbuatan rafats dan fusuq. Kita disibukkan dengan ibadah sehingga tidak sempat memikirkan hal-hal yang melalaikan kita dari tujuan semula kita datang ke tanah suci. Selain itu, banyaknya amalan sunah yang kita lakukan disana akan membuat ibadah ibadah haji kita menjadi berkah dan insya allah akan menghasilkan suatu kebiasaan yang baik di tanah air. Diantara amalan-amalan itu adalah,

Memperbanyak thawaf sunah. Thawaf sunah adalah thawaf yang tidak ada hubungannya dengan ibadah haji atau umrah. Ia adalah ibadah sunah seperti halnya shalat sunah rawatib atau shalat dhuha. Setelah selesai shalat wajib dan berdoa, apabila tidak ada keperluan mendesak sebaiknya waktu dipakai melakukan thawaf sunah. Kita akan merasakan “hawa” ibadah ritual yang penuh gelora. Meskipun berdesak-desakan (apalagi menjelang wukuf dimana jamaah sudah mulai banyak berdatangan), hati ini rasanya gembira. Sungguh sebuah ibadah yang mengasyikkan. Memang kadang ada orang-orang berbadan besar (biasanya dari Afrika) yang mendesak atau menekan kita karena barisan mereka tidak mau putus. Jangan sampai kita terpancing emosi dan dinikmati saja. Apabila takut lelah, thawaf sunah tidak perlu dipaksakan. Ketika lelah, istirahat sebentar dengan minum air zam-zam dipinggir masjid, mau yang dingin atau tidak dingin, silakan. Atau thawaf bisa dilakukan dilantai 2 yang relatif lebih sepi dan tidak panas. Pokoknya, sedapat mungkin memanfaatkan waktu untuk melakukan thawaf sunah.

Memperbanyak shalat sunah. Karena pahala shalat di Masjidil Haram 100.000 kali dibanding shalat ditempat lain maka sebaiknya manfaatkan momen ketika berada disana. Bagi jamaah ibadah haji ONH biasa, ia berada di Mekah kurang lebih 25 hari. (Total berada di tanah suci sekitar 40 hari; perjalanan 2 hari, di Madinah 8 hari, di Arafah 2 hari, di Mina 3 hari). Meskipun hanya 25 hari namun jika dimanfaatkan dengan ibadah yang optimal maka akan menghasilkan pahala yang luar biasa. Salah satunya dengan melakukan shalat-shalat sunah, seperti: rawatib, witir, tahajud, tahiyatul masjid, syukrul wudhu dan lain-lain. Usahakan ketika berada di Masjidil Haram shalat sunah diperbanyak.

Memperbanyak membaca Al-Qur’an. Jika cepat melakukan ibadah fisik seperti thawaf dan shalat maka waktu luang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Kalau bisa, baca Al-Qur’an khusus yang dapat ditenteng kemana-mana. Sebelum berangkat ke tanah suci ada baiknya diniatkan akan mengkhatamkan membaca Al-Qur’an berapa kali, minimal sekali. Membaca Al-Qur’an dapat dilakukan dimana saja. Bisa di masjid sambil menunggu waktu shalat atau ketika berada di pemondokan/kemah. Yang penting, ketika ada waktu luang, Al-Qur’an ada di tangan dan kita bisa manfaatkan waktu untuk membacanya. Jangan lupa sunah-sunah didalam membaca Al-Qur’an kita penuhi, seperti melakukan sujud tilawah ketika membaca aya-ayat sajdah.

Memperdalam pengetahuan agama. Di tanah suci kesempatan untuk menimba ilmu agama luas terbentang. Di Masjid Nabawi di Madinah hampir selalu ada kajian islam. Beberapa ustadz (syaikh) memberikan pengajian yang diikuti oleh jamaah dengan berkelompok-kelompok. Apabila menggunakan bahasa arab silakan diikuti saja. Pasti ada satu dua kata yang “nyantol” ke pikiran kita. Setidaknya kita mendapatkan berkah jamaah yang menuntut ilmu karena di doakan oleh malaikat yang hadir di tempat mulia tersebut. Di Mekah juga tidak sedikit kajian-kajian tersebut. Hanya saja tidak di Masjidil Haram. Kajian atau taklim ada di masjid-masjid sekitar Masjid Abu Hurairah (masjid kucing [Hurairah]), Masjid Jin, Masjid Sajarah dan sebagainya. Ada yang berbahasa arab, ada juga yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh orang Indonesia yang tinggal disana karena jamaah ibadah haji di lingkungan tersebut banyak orang melayu. Selain dari ceramah, di Mekah dan Madinah juga banyak dijual buku  berbahasa Indonesia atau melayu. Dari situ kita juga dapat memperdalam ilmu agama. Memanfaatkan waktu untuk diskusi keagamaan dengan pembimbing ibadah atau jamaah lain yang mempunyai pengetahuan luas tentang agama. Paling tidak membaca Al-Qur’an yang buku/kitabnya tersedia di masjid-masjid terutama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ibadah-Ibadah Di Tanah Suci Agar Ibadah Haji dan UmrohTambah Berkah

Similar Posts:

By |2017-12-15T13:47:09+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment