Tatacara dan Doa-doa Ziarah Dalam Rangkaian Ibadah Umroh Haji

Adab Tatacara dan Doa-doa Ziarah Dalam Rangkaian Ibadah Umroh Haji . Bagaimana aturan atau tata krama kita berziarah, terutama ziarah kubur? Soal ziarah kubur ini semula Nabi saw melarang umat islam berziarah kubur, tetapi setelah umat islam dinilai kuat imannya, beliau menganjurkan dan mengizinkannya.

========================================================

Informasi Paket Umroh Murah Ramadhan 2018 – 2019 – 2020

Hubungi : H .SUDJONOAF – 081388097656 WA

——————————————————————————–

 

Secara khusus Nabi saw menganjurkan umat islam ziarah ke Masjidil Nabawi selain ke Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Tata cara ziarah kubur adalah sebagai berikut.

  1. Membaca salam

Assalamu’alaikum yaa ahlal qubuur.

Atau

Assalamu’alaikum ya…………………………….(dengan menyebut namanya)

  1. Mendoakannya

“Ya Allah ampunilah mereka, rahmatilah mereka, afiatkan dan maafkanlah mereka, muliakanlah tempat datang mereka, dan luaskanlah pintu masuk mereka”.

  1. Khusus akan masuk/ziarah ke kuburan Rasul saw disunahkan membaca shalawat atas nabi saw.
  2. Jangan meminta-minta kepada kuburan, jangan melemparkan benda-benda apapun ke kuburan.
  3. Khusus ziarah ke masjid, lakukanlah shalat sunah tahiyyatul masjid.

Beberapa hal yang hendaknya dilakukan dalam berziarah, menurut madzhab empat fuqaha adalah:

  1. Mengucapkan salam dengan menghadap ke arah wajah mayat (kuburan). Salam yang diajarkan Nabi saw kepada para sahabatnya antara lain,

“Assalamu’alaikum, wahai penghuni tempat kaum mu’minin, dan sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian”. (HR Muslim)

  1. Menanggalkan alas kaki. Menurut madzhab hanbali hukumnya sunah, sedangkan menurut ulama lain hukumnya mubah.
  2. Ziarah hendaknya dilakukan berdiri (menurut fuqaha madzhab Hanafi).
  3. Berdoa dan memohonkan ampun bagi yang telah meninggal yang diziarahi.

Para ulama bersepakat manfaat hal ini atas dasar firman Allah swt,

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muibadah hajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun Lagi Maha Penyayang”. (al-Hasyr : 10)

  1. Para fuqaha berpendapat bahwa ketika berdoa hendaknya peziarah menghadap ke arah kiblat. Dan doa setelah membaca beberapa ayat al-Qur’an diantaranya,

“Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami untuk menerima pahala mereka dan janganlah Engkau menimpakan musibah kepada kami setelah kematian mereka”. (HR Abu Dawud)

Tatacara dan Doa-doa Ziarah Dalam Rangkaian Ibadah Umroh Haji

Adapun hal-hal yang hendaknya dihindari oleh peziarah, menurut fuqaha adalah sebagai berikut ini.

  1. Memeluk dan mencium batu nisan serta mengelilingi kuburan. Yang menurut Sayyid Sabiq dalam kitabnya berjudul Fiqih Sunah, perbuatan seperti ini termasuk bid’ah yang mungkar dan haram dilakukan. Perbuatan itu hanya boleh dilakukan terhadap Ka’bah dan tidak boleh dikiaskan sekalipun terhadap kuburan Rasulullah saw.
  2. Mencaci orang yang telah meninggal. Atas dasar sabda Rasul saw, “Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah mati karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan balasan amal yang telah mereka lakukan”.
  3. Duduk-duduk diatas kuburan (terdapat ikhtilaf/pernedaan pendapat). Ada fuqaha yang berpendapat haram duduk diatas kuburan, seperti sahabat Amr bin Hazm dan Abu Hurairah didasarkan pada sabda Nabi saw, “Seseorang diantara kalian duduk diatas bara api, hingga membakar kulitnya adalah lebih baik daripada duduk diatas kuburan”.

Menurut jumhur fuqaha, antara lain Imam Syafi’i, an-Nakha-i, al-Laits bin Sa’ad dan Imam Ahmad bin Hanbal, bahwa hukum duduk diatas kuburan adalah makruh. Sementara Ibnu Umar dari kalangan sahabat, Imam Abu Hanifah, dan Imam Malik berpendapat bahwa duduk diatas kuburan, hukumnya boleh.

Menabur bunga dan menyiramkan air ke kuburan sebagaimana biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat, tidak pernah dipraktikkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Ketika berziarah ke tempat-tempat bersejarah, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu sejarah dan seluk-beluk tempat tersebut. Misalnya ketika berziarah ke bukit Uhud, sebaiknya kita sudah mempelajari sejarah Nabi tentang Perang Uhud, apa yang terjadi disana dan kandungan yang terbetik pada peristiwa tersebut. Ketika kita ziarah ke pemakaman Ma’la di Mekah, kita tahu siapa-siapa saja orang terkenal yang dimakamkan disitu. Demikian pula makam Baqi’ di Madinah. Ketika berziarah atau shalat di Masjid Jin kita tahu mengapa masjid ini dinamakan masjid Jin. Demikian juga Masjid Syajarah, Masjid Kucing, Masjid Qiblatain. Dengan kita mengetahui sejarah dan seluk-beluk tempat tersebut maka ziarah lebih berkesan secara mendalam.

Adab Tatacara dan Doa-doa Ziarah Dalam Rangkaian Ibadah Umrah Haji

Similar Posts:

By |2017-12-18T04:49:10+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment