Ziarah Saat Ibadah Haji dan Umrah

Ziarah Saat Ibadah Haji dan Umrah. Pergi ke tanah suci pada hakikatnya adalah berziarah. Makna berziarah adalah mengunjungi. Artinya, tidak sekedar mengunjungi kuburan seperti layaknya pengertian di tanah air. Ketika menjalani ibadah ibadah haji atau umrah kita akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah bagi umat islam di tanah Arab.

==================================================

Informasi Biaya Umroh Promo Murah 2018 2019 2020 :

Hubungi: H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

==================================================

Ziarah ialah berkunjung ke tempat-tempat suci atau bersejarah. Ziarah yang secara khusus diperintahkan oleh Rasulullah saw adalah  berkunjung ke Baitullah (Masjidil Haram), Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Seperti sabda Rasulullah saw,

“Pelana di punggung kuda tidak dikencangkan (disiapkan untuk bepergian) kecuali untuk menuju tiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidku (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha”. (HR Bukhari dan Muslim)

            Ziarah sendiri tidak ada hubungannya dengan ibadah ibadah haji. Namun karena kita berada di tanah suci, dimana disana terdapat tempat bersejarah, seyogianyalah kita mengunjunginya seperti ke Masjid Nabawi, ke Makam Baqi’ atau Ma’la dan sebagainya. Sedang ziarah kubur, ialah berkunjung ke kuburan yang apabila dilakukan sesuai dengan tuntunan islam akan menjadi suatu perbuatan baik yang membuahkan pahala. Tapi sebaliknya kalau dilakukan tidak sesuai denagn tuntunan sunah Rasulullah saw maka ziarah itu tidak melahirkan nilai kebaikan, bahkan bisa sebaliknya yaitu ziarah itu menjadi haram.

Para fuqaha sepakat mengatakan bahwa ziarah kubur bagi laki-laki adalah sunah dengan dasar sabda Rasulullah saw,

”Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur. Maka sekarang berziarahlah, karena hal itu mengingatkan kalian akan akhirat”. (al-Hadits)

            Adapun ziarah kubur bagi wanita, ada dua pendapat fuqaha. Pendapat pertama di kemukakan oleh Imam Malik, sebagian fuqaha madzhab Hanafi, Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu pendapatnya dan kebanyakan ulama lain, memberikan keringanan bagi wanita untuk berziarah kubur. Yang dijadikan dasar oleh mereka adalah bahwa suatu ketika Rasulullah saw melihat seorang wanita yang sedang menangis diatas kuburan bayinya dan beliau tidak melarangnya. Ketika itu Rasulullah saw bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”. Wanita itu berkata, “Apa pedulimu terhadap musibah yang menimpa diriku”. Setelah Rasulullah saw berlalu, seorang sahabat memberitahukan kepada wanita tersebut, “sesungguhnya dia adalah Rasulullah saw, “seketika itu wanita tersebut pingsan. Kemudian ia mendatangi rumah Rasulullah saw dan tidak dijumpai penjaga pintu disana. Wanita itu berkata kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, aku belum mengenalmu”. Rasul saw bersabda, “Sesungguhnya kesabaran itu pada saat-saat pertama (musibah) menimpamu”.

Disamping dalil tersebut,  maka juga beralasan bahwa ziarah kubur dimaksudkan untuk mengingat akhirat. Maksud ini berlaku bagi pria dan wanita.

Pendapat kedua diungkapkan oleh madzhab Hanbali dan Syafi’i. Menurut mereka, ziarah kubur bagi wanita adalah makruh, baik wanita muda maupun wanita tua. Dalil yang dijadikan alasan mereka adalah sabda Nabi saw, “Allah mengutuk kaum wanita yang berziarah kubur”. Namun fuqaha tersebut sepakat, jika berziarah kubur wanita tersebut itu akan menimbulkan fitnah dan kerusakan atau berakibat terjadinya hal-hal yang diharamkan, maka hukum ziarah mereka adalah haram.

Mengapa orang pergi berziarah? Tujuan ziarah ialah untuk menghayati dan mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dalam rangka mempertebal dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah swt dan mengingat akhirat serta bukan untuk minta-minta kepada tempat-tempat yang diziarahi.

Ziarah Saat Ibadah haji dan Umrah

Similar Posts:

By |2017-12-15T14:33:57+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment