Abdul Muthalib Dalam Silsilah Rasulullah

Abdul Muthalib adalah kakek Nabi Muhammad yang dipercaya kaumnya untuk mengurus mata air zamzam. Tugas ini merupakan warisan dari Qusai, leluhur mereka. Pernah terjadi menjelang musim Haji tiba (musim Haji menurut ketentuan Jahiliyah), sumur zamzam yang biasa mengeluarkan air itu, mendadak mampet karena tersumbat.

Abdul Muthalib benar-benar risau kerena tidak setetes air keluar dari sumur itu. Ia lalu bersimpuh didekat pintu Ka’bah dan menengadahkan tangan sambil berdo’a. Dalam doa’nya itu ia meminta agar Allah menunjukkan letak sumur zamzam dan memberitahukan sebab musabab tidak keluarnya air mukijizat itu.

Abdul Muthalib Menggali Sumur Zam Zam

Do’anya terkabul, suatu malam ia bermimpi didatangi seorang pria berjubah putih. Orang itu menunjukkan letak sumur zamzam dan sekaligus menjelaskan air zamzam itu tersumbat lantaran permukaan sumurnya tertimbun pasir. Abdul Muthalib diperintahkan untuk menggali sumur itu.

Abdul Muthalib bersama putranya Al-Haris, yang ketika itu merupakan satu-satunya anak, berusaha menggali walaupun hanya berdua. Namun, ketika baru memulai ada sekelompok kaum Quraisy pemuja berhala datang dan dengan keras melarangnya.

Alasannya karena letak sumur tersebut berada ditengah-tengah berhala besar Asaf dan Nailah, dua berhala sangat diagungkan masyarakat jahiliyah itu.

Mulanya Abdul Muthalib ingin menentang larangan tersebut. Namun dia tidak berdaya karena kekuatannya tidak seimbang dengan kelompok yang dihadapinya, akhirnya kakek Rasulullah Muhammad itu mundur teratur.

Tetapi membiarkan sumur tersebut tertimbun pasir, berarti membiarkan jamaah, yang tidak lain adalah “Tamu Allah”, akan mengalami kesulitan air selama di Makkah. Lalu dengan siapa atau siapa yang berani membantunya menggali sumur itu? Abdul Muthalib butuh orang banyak, dan membayangkan….seandainya orang-orang itu adalah anak-anaknya sendiri!

Mengikuti bisikan hatinya itu Abdul Muthalib serta merta bernazar (berjanji) ke hadapan Allah bahwa:

“Jika kelak ia dikaruniai anak pria sampai 10 orang, ia akan menyerahkan salah satu dari sepuluh anaknya itu untuk dikorbankan kepada Allah”.

Dan Allah yang Maha Mendengar ternyata mengabulkan keinginan itu. Belasan tahun kemudian anak-anak itu lahir satu persatu dari 5 (lima) ibu, karena untuk mendapat anak banyak Abdul Muthalib melakukan pernikahan dengan lima wanita. Alhasil, bersama kesepuluh anaknya itu, Abdul Muthalib belasan tahun kemudian berhasil menggali dan selanjutnya merawat kembali sumur zamzam seperti sedia kala.

Kini tibalah saatnya bagi Abdul Muthalib untuk menebus nazar dengan mengorbankan salah satu anaknya. Maka supaya adil ia lalu mengundi. Dan tanpa disangkanya keluarlah nama Abdullah, putra bungsu yang paling disayanginya. Abdullah harus disembelih? Betapa gusar hatinya…, tetapi nazar kepada Allah itu  tidak main-main, harus dilaksanakan betapapun pilu hatinya.

Abdul Muthalib Berkuban 100 Unta

GANTI 100 EKOR UNTA, Ketika Abdullah benar-benar akan disembelih, tiba-tiba ada bisikan bahwa Allah berkenan bila qurban manusia yang sangat disayang itu ditukar dengan 100 ekor unta. Alhamdulillah, si bungsu selamat. Dari si bungsu inilah belakangan lahir seorang pemimpim umat : Rasulullah Muhammad SAW.

 

========================================================

Informasi Biaya Umroh Murah November Desember 2018 2019 2020

Hubungi : H. SUDJONO AF – 081388097656

=======================================================

 

PUTRA-PUTRI ABDUL MUTHALIB

NO. NAMA IBU
1. Abdullah Fatimah binti Amir al Mahazumi
2. Abu Thalib Fatimah binti Amir al Mahazumi
3. Azz Zubair Fatimah binti Amir al Mahazumi
4. Abbas Natillah Umariyah
5. Dirar Natillah Umariyah
6. Hamzah Hilal binti Wahab
7. Al Muqwim Hilal binti Wahab
8. Abu Lahab Lutna Khuzaiah
9. Ghaidaqyu Mumni’ah
10. Haris Safiyah

 

Similar Posts:

By |2018-02-07T14:34:13+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment