Aktivitas Jamaah Haji Setelah Wukuf Di Arofah

Aktivitas Jamaah Haji Setelah Wukuf Di Arofah adalah mabit atau tinggal sebentar di Muzdalifah. Setelah matahari terbenam (mulai masuk tanggal 10 Dzulhijjah), jamaah ibadah haji berangkat ke Muzdalifah, shalat magrib dan isya dikerjakan di Muzdalifah dengan cara jama’ ta’khir qashar. Melihat prakteknya, mungkin tidak semua bisa melakukan shalat magrib dan isya di Muzdalifah. Sebab, bis yang mengangkut jamaah tidak tentu datangnya karena sistem antrian (taraddudi). Kadang bisa cepat sehingga di Muzdalifah masih bisa melakukan shalat, namun bisa juga lama. Jam 2 atau 3 malam baru jemputan datang. Apabila tidak memungkinkan, boleh juga shalat magrib dan isya di Arafah. Ketika menunggu bis, sebaiknya bersabar dengan berdzikir atau membaca al-Qur’an.


Inforamasi Paket Umroh Murah November Desember 2018 – 2019 – 2020

Hubungi: H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

======================================================

Selama bermalam di Muzdalifah, jamaah ibadah haji mengambil 70 butir batu atau 49 butir dan shalat subuh berjamaah di Muzdalifah. Kemudian berangkat ke Masy’aril Haram, lalu menghadap qiblat untuk berdoa, membaca takbir, tahmid dan tahlil. Bagi orang tua dan yang lemah / sakit, boleh meninggalkan Muzdalifah pada malam hari setelah lewat tengah malam menuju Mina. Dan bagi mereka yang sehat dan kuat sebaiknya meninggalkan Muzdalifah setelah shalat subuh. Karena urusan antrian bis, shalat subuh di Muzdalifah juga kadang tidak bisa dikerjakan karena bisa jadi bis sudah menjemput untuk berangkat ke Mina. Di Muzdalifah ini sebaiknya mempersiapkan fisik karena tidak ada tenda atau kemah. Jamaah ibadah haji mabit ditempat terbuka.

Pekerjaan selanjutnya adalah melempar jumrah ‘Aqabah. Melempar jumrah ‘Aqabah dilakukan di Mina pada waktu dhuha tanggal 10 Dzulhijjah dengan 7 butir batu sambil membaca,

“Allah Maha Besar, ya Allah, jadikanlah aku sebagai ibadah haji yang memperoleh predikat mabrur, segala dosa maghfur (diampuni), terkutuklah segala syaithaniyya dan berikanlah segala ridha-Mu, wahai Yang Maha Rahman”.

            Sebagai informasi, di Mina terdapat tiga buah tugu untuk melempar. Tugu pertama disebut Jumrah Ula, disusul dengan Jumrah Wustha dan terakhir Jumrah Aqabah. Pada hari pertama di Mina jamaah ibadah haji melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali. setiap kali melempar mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar”.

            Setelah melontar kemudian menyembelih hewan kurban (al-hadyu) bila memungkinkan, dan kalau tidak pada hari itu, boleh pada hari-hari berikutnya (disebut hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah). Boleh dilakukan sendiri, boleh pula dilakukan oleh orang lain. Al-Hadyu dilakukan di Mina, udhhiyah (qurban biasa) boleh dilakukan dimana saja.

Setelah melempar jumrah, jamaah ibadah haji melakukan tahallul awal. Yaitu dengan cara menggunting rambut atau mencukur seluruhnya (digundul bagi pria). Maka bebaslah semua larangan ihram kecuali bergaul dengan istri, dan berakhir pulalah bacaan talbiyah.

Selesai melakukan tahallul, jamaah ibadah haji bisa melakukan thawaf wajib yaitu thawaf ifadah. Setelah tahallul awal tanggal 10 Dzulhijjah berangkat ke Masjidil Haram untuk melakukan thawaf ifadhah (tidak berihram). Namun karena langsung (tidak pulang dulu ke kemah) biasanya pergi ke Mekah masih menggunakan kain ihram.

Thawaf Ifadhah dilakukan sama halnya seperti thawaf biasa, ketujuh putarannnya dilakukan dengan cara yang sama. Juga setelah thawaf dan shalat sunah didekat maqam Ibrahim, kemudian sa’i diantara Shafa dan Marwa yang pelaksanaannya sama seperti sa’i terdahulu dan setelah sa’i tidak ada tahallul (memotong rambut) lagi. Bagi mereka yang melakukan ibadah haji Ifrad atau Qiran dan telah melakukan sa’i ketika thawaf Qudum maka ia tidak perlu melakukan sa’i lagi.

Sesudah jumrah Aqabah dan thawaf Ifadhah, berarti yang bersangkutan sudah bisa melakukan tahallul tsani. Yaitu tahallul yang kedua. Maka sudah bebas dari seluruh larangan ihram.

Dalam kondisi tertentu, urutan diatas bisa diubah menjadi: thawaf Ifadhah, sa’i, memotong rambut/mencukur, kemudian jumrah Aqabah pada hari itu juga.

Kewajiban selanjutnya dari jamaah ibadah haji adalah melempar tiga jumrah dam mabit di Mina. Setelah thawaf Ifadhah tanggal 10 Dzulhijjah, kembali ke Mina untu mabit (bermalam di Mina), usahakan agar sampai di Mina sebelum waktu magrib. Pada tanggal 11 Dzulhijjah setelah zuhur barulah melempar tiga jumrah masing-masing 7 (tujuh) butir baru, setelah selesai melempar tiga jumrah tersebut kemudian berdoa sambil menghadap qiblat. Pelaksanaan jumrah mesti tertib dari Ula ke Wustha baru Aqabah. Kalau salah atau salah satu jumrah terlewat, harus diulangi.

Didepan sudah dijelaskan mengenai nafar awal dan nafar tsani. Yaitu mereka yang hanya dua hari mabit di Mina atau tiga hari. Pada tanggal 12 Dzulhijjah setelah zuhur melempar kembali tiga jumrah (Ula, Wustha dan Aqabah) seperti yang dilakukan pada tanggal 11 Dzulhijah. Setelah itu pulang ke Mekah bagi mereka yang menjalankan nafar awal, dengan syarat sebelum magrib sudah meninggalkan Mina menuju Mekah. Apabila karena sesuatu hal magrib masih di Mina maka dia harus menginap satu malam lagi untuk mengambil nafar tsani.

Sedangkan bagi mereka yang belum pulang ke Mekah pada hari itu, maka baginya wajib melempar tiga jumrah pada tanggal 13 Dzulhijjah setelah zuhur, setelah itu baru ia pulang ke Mekah. Itulah yang disebut dengan nafar tsani. Demikian yang dilakukan oleh Rasulullah.

 

Aktivitas Jamaah Haji Setelah Wukuf Di Arofah

Similar Posts:

By |2017-12-19T13:24:21+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment