Kafarat dan Dam Agar Ibadah Haji dan Umroh Tetap Jalan

Kafarat dan Dam Agar Ibadah Haji dan Umroh Tetap Jalan. Dalam ibadah ibadah haji dan umrah kita menyaksikan ada beberapa peraturan yang harus dilakukan. Dan juga ada beberapa larangan yang tidak boleh dilanggar. Namun demikian, namanya juga manusia, kesalahan dan kealpaan bisa saja terjadi. Dan Allah Maha Pengasih lagi Pengampun bagi hamba-Nya yang khilaf. Allah telah menyediakan kafarat atau penebus dan dam atau denda bagi mereka yang melanggar larangan tersebut tanpa harus mengulangi perbuatan ibadah haji atau umrahnya. Coba bayangkan, jika tidak ada kafarat dan dam, lalu kita harus mengulang ibadah haji tahun depan, betapa beratnya. Sungguh Allah Maha Melihat kelemahan hamba-Nya. Namun ada juga dam  yang dibayarkan sebagai konsekuensi ibadah yang kita pilih, diantaranya dam untuk ibadah haji tamattu’ atau qiran.

========================================================

Informasi Paket Haji Umroh Murah 2018 2019 2020 Hubungi:

H SUDJONO AF – 081388097656 WA

========================================================

Ada beberapa jenis dam untuk beberapa macam pelanggaran. Yang pertama adalah Dam Tamattu’ dan Qiran yaitu denda bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji Tamattu’/qiran. Caranya dengan menyembelih seekor kambing. Sekali lagi, Allah Mahatahu akan kemampuan hamba-Nya. Jika seseorang tidak mampu untuk membeli kambing maka seseorang yang melakukan ibadah haji Tamattu’ dan qiran wajib berpuasa 10 hari, 3 hari dilakukan di tanah suci, 7 hari dilakukan diluar tanah suci. Seperti dinyatakan Allah dalam firman-Nya,

“… Apabila kamu telah aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum ibadah haji (didalam bulan ibadah haji), dia (wajib menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa ibadah haji dan tujuh hari apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya”. (al-Baqarah : 196)

            Dalam hal melakukan pelanggaran ihram (dalam posisi berihram), seperti memotong kuku, mencabut atau menggunting rambut, menutup kepala bagi pria dan lain-lain maka kifaratnya ada beberapa pilihan. Mereka yang melanggar tersebut dapat memilih satu diantara pilihan kafarat berikut ini,

  • Memotong seekor kambing
  • Sedekah 1,5 kg beras/makanan yang mengenyangkan atau
  • Puasa 3 hari

Ada juga pelanggaran lain, yaitu membunuh hewan buruan di tanah suci, baik yang melakukan maupun yang membantunya. Orang yang melakukan pelanggaran ini dapat menebus kesalahannya dengan kafarat sebagai berikut,

  • Qurban hewan yang sama
  • Sedekah seharga hewan tersebut, atau
  • Puasa satu hari

Pelanggaran yang cukup didalam ibadah ibadah haji adalah melakukan hubungan seks dengan istri ketika sedang ibadah haji dan belum tahallul tsani. Akibat perbuatan ini maka selain batal ibadah hajinya serta wajib mengulanginya ia juga harus membayar kafarat berupa memotong seekor unta/sapi.

Dalam ibadah ibadah haji tidak boleh melangsungkan akad nikah, baik sebagai pengantin, sebagai wali maupun saksi. Meskipun tidak harus membayar atau melakukan sesuatu tapi sanksinya nikahnya menjadi tidak sah.

Sedangkan orang yang mencukur rambut karena sakit ketika dalam keadaan ihram maka ia harus membayar kifarat dengan pilihan:

  • Puasa tiga hari, atau
  • Memberi makan enam orang faqir miskin

Ada lagi pelanggaran berupa niat/ihram ibadah haji/umrah kemudian terhalang, alias tidak jadi (gagal), maka kafaratnya adalah memotong seekor kambing setelah mencukur rambut.

Sedangkan jamaah ibadah haji tidak mabit di Mina pada tanggal 11 dan 12 atau tidak mabit di Muzdalifah pada tanggal 10 Dzulhijjah, kafaratnya dengan memotong seekor kambing.

Selain itu dalam ibadah lain selain ibadah haji dan umrah juga dikenal bentuk-bentuk kafarat yang berlaku setiap saat, antara lain sebagai berikut.

  1. Kafarat akibat pelanggaran ketika shaum (puasa) Ramadhan, yaitu melakukan hubungan seks di siang hari saat melakukan shaum Ramadhan. Kafaratnya dengan melakukan shaum selama 2 bulan berturut-turut atau kalau tidak kuat diganti dengan memberi makan faqir miskin sebanyak 60 orang.
  2. Kafarat membunuh manusia tidak sengaja, dengan melakukan shaum 60 hari berturut-turut. Kalau tidak kuat hendaknya memberi makan 60 faqir miskin.
  3. Kifarat zhihar (mengharamkan istri sendiri dengan menyamakan seperti ibu sendiri), kafaratnya dengan melakukan shaum selama 2 bulan berturut-turut. Kalau tidak bisa hendaknya memberi makan 60 faqir miskin.
  4. Kafarat sumpah palsu, dengan memberi makan 10 orang faqir miskin. Kalau tidak mampu hendaknya puasa tiga hari.

Kafarat adalah salah satu bentuk permaafan Allah kepada hamba-Nya yang lalai dalam berbuat. Namun jika kelalaian itu sebagai bentuk kesengajaan maka Allah tidak menerima kifarat tersebut meskipun secara fiqih apabila ia telah melakukan hukumnya sudah sah. Allah akan menilai hamba-Nya masing-masing sesuai apa yang ada didalam hatinya.

Kafarat dan Dam Agar Ibadah Haji dan Umroh Tetap Jalan

Similar Posts:

By |2017-12-15T13:26:57+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment