Kisah Inspiratif Dari Nenek Berumur 102 Tahun

Kisah Inspiratif. Nenek yang satu ini telah berusia 102 tahun. Namun, kisah hidupnya bisa menjadi kisah inspiratif bagi semua. Di usia rentanya, nenek bernama Senah, warga Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupa Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu ini mampu memanggul karung seberat 50 kg.

Tenaga nenek tersebut memang masih mumpuni meski kerutan terlihat di wajahnya. Sebagaimana dikutip Okezone, Minggu (30/8/2015), sarga kampung biasa memanggilnya Mbah Senah. Dia mendiami sebuah rumah berukuran 4×6 meter dengan dinding terbuat dari anyaman bambu dan berlantai tanah.

Bagi warga Desa Sumber Urip, bekerja sebagai buruh tani harian sudah ditinggalkan. Namun Mbah Senah tidak punya pilihan untuk tetap menekuni pekerjaan tersebut. Alasannya, demi bisa menyambung hidup setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu.

Sebagai buruh tani, Mbah Senah setiap pagi menuju kebun warga. Dia membantu menanen cabai dan merumput. Per hari dia bisa memperoleh penghasilan Rp50.000.

Kisah Inspiratif Dari Nenek Berumur 102 Tahun

Ada yang tak pernah ketinggalan ia bawa saat bekerja, yakni sebuah karung ukuran 50 kilogram. Karung itu digunakan sebagai wadah kopi hasil memungut sisa-sisa panen di perkebunan warga. Selain untuk kopi hasil memungut, karung itu dipakai membawa setumpuk kayu bakar untuk memasak di rumahnya.

Bila ditimbang, beban yang ia bawa mencapai 50 kilogram. Melihat tenaga yang dimiliki perempuan berumur 102 tahun, warga Desa Sumber Urip mengaku kagum. Apalagi, beban tersebut dia panggul sambil berjalan tanpa alas kaki sejauh 2 kilometer dari kebun warga menuju rumahnya.

Tidak hanya itu, pendengaran Mbah Senah juga masih baik. Bahkan dia masih memiliki gigi meski sudah berumur lebih dari 100 tahun.

“Mbah Senah memang merupakan sosok tangguh yang ada di dusun ini. Dia sudah lama ditinggal suaminya. Jadi mesti hidup sendiri dan menafkahi hidupnya sendiri dengan cara menjadi buruh tani,” ujar Ketua Kelompok Harapan Perempuan Desa Sumber Urip, Suhartini, kepada Okezone.

Puluhan Cucu

Dia mengisahkan, Mbah Senah tinggal di Desa Sumber Urip sejak tahun 1986. Dia memiliki tiga orang anak dan telah dikaruniai puluhan cucu. Sama seperti Mbah Senah, anak-anaknya juga bekerja sebagai buruh tani. “Anak pertamanya Paisah berusia 80 tahun, kalau umur Mbah Senah itu sekira 102 tahun,” kata Suhartini.

Rumah ukuran 4×6 meter milik Mbah Senah, lanjut Suhartini, didirikan di atas tanah milik anak pertamanya, Paisah. Kondisi rumahnya sangat sederhana terbuat dari dinding bambu, atap seng serta berlantai tanah. Mbah Senah memilih tinggal sendirian di sana meski memiliki anak dan cucu.

“Yang kami ketahui, cucu Mbah Senah itu ada yang sukses. Tapi, dia tetap mau mandiri dalam menjalani hidupnya di gubuk itu. Dia hanya bisa berbahasa Jawa dan tidak tahu berbahasa Indonesia. Kalau mau berbicara dengan dia, kebanyakan orang mengajak pendamping dari warga setempat,” jelas Suhartini.

“Kita tidak tahu apa resepnya agar badannya selalu sehat. Dulunya dia suka makan sirih. Sementara anak pertamanya sudah mulai sakit-sakitan,” ujar Suhartini.

Terkait dengan kehidupan Mbah Senah yang memprihatinkan, terang Suhartini, Kelompok Harapan Perempuan Desa Sumber Urip, telah mengajukan bedah rumah ke Kementerian Sosial, agar rumah Mbah Senah dapat diperbaiki dan layak huni.

Selain itu, kata dia, dari perangkat desa setempat juga telah memasukkan nama Mbah Senah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) dan jatah beras miskin (raksin).

“Jatah raskin Mbah Senah sudah dapat, begitu juga dengan PSKS. Kita juga telah mengajukan ke Kementerian Sosial untuk program bedah rumah. Usulan itu sudah kita masukkan tahun ini,” pungkasnya.

Kisah Inspiratif Dari Nenek Berumur 102 Tahun

Similar Posts:

By |2017-09-10T12:45:21+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment