6 Keistimewaan Al-Baitul Haram

 

Inilah 6 Keistimewaan  Al-Baitul Haram. Semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, Makkah telah menjadi tanah haram dan aman dengan jaminan Allah untuknya. Dialah negeri yang Haram.

Diantara kekhususan dan keistimewaan kota Al Baitul Haram ini adalah:

Kota Tua Ummul Quro - la Baitul Haram

Kota Tua Ummul Quro – la Baitul Haram

  1. Allah menjadikannya sebagai kota yang haram dan aman semenjak diciptakannya langit dan bumi. Nabi bersabda,

“Sesungguhnya Makkah telah diharamkan oleh Allah bukan oleh manusia. Karena itu tidaklah halal (diperbolehkan) bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah disana, atau mencabut pohon pohonnya…).”

Sedangkan dalam riwayat lain Rasulullah berdabda:

“Sesungguhnya kota ini sudah diharamkan oleh Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Karenanya ia menjadi kota yang haram sampai hari kiamat, sebab Allah yang mengharamkannya. Ingatlah! Allah tidak pernah menghalalkan pembunuhan (peperangan) di kota ini terhadap orang-orang sebelumku sekalipun. Demikian pula tak pernah menghalalkannya buatku kecuali satu jam saja di waktu siang. Makkah adalah kota yang haram dengan keharaman Allah sampai hari kiamat, tanaman berdurinya tidak boleh dicabut, hewan buruannya tidak boleh diusir, luqathahnya” tidak boelh diambil kecuali bagi orang yang mengumumkannya untuk dikembalikan kepada pemiliknya, dan rerumputannya tidak boleh diusik…” (HR. Al-Bukhari Muslim)

  1. Keistimewaan yang kedua, bahwa Makkah adalah kiblat bagi seluruh penduduk dunia. Tak ada kiblat kedua selainnya. Allah berfirman:

“Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” (QS. Al-Baqarah: 149)

  1. Allah mengharamkan kepada siapapun untuk menghadap kepadanya atau membelakanginya disaat buang hajat, berbeda dengan tempat kota lainnya di seluruh dunia. Rasulullah bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian duduk untuk membuang hajat, maka janganlah ia membelakangi kiblat atau menghadapnya.” (HR. Muslim)

  1. Diantara keistimewaannya, bahwa perbuatan buruk di kota tersebut sangat dimurkai Allah, bahkan orang yang berniat burukpun, sudah ditulis sebagai dosa, berbeda dengan tempat yang lainnya. Allah berfirman:

“Barangsiapa yang bermaksud didalamnya melakukan kejahatan yang secara zhalim, niscaya akan kami rasakan kepadanya sebahagiaan siksa yang pedih.” (QS. Al-Hajj: 25)

  1. Keistimewaan lainnya adalah Allah melipatgandakan pahala segala amal baik di kota tersebut. Demikian juga dengan shalat. Shalat di Masjidil Haram pahalanya seratus ribu kali dibanding shalat di masjid-masjid lainnya. Rasulullah bersabda:

“Shalat di masjidku (masjid Nabawi) lebih banyak pahalanya seribu kali dibanding masjid-masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Sedangkan shalat di Masjidil Haram adalah lebih baik seratus kali dibanding shalat di masjidku.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Hibban dengan sanad shahih). Banyaknya pahala ini mencakup semua tanah haram di kota Makkah, bukan terbatas pada Masjidil Haram yang ada Ka’bahnya saja.

  1. Juga diantara keistimewaannya adalah Allah mewajibkan para hambaNya untuk mengerjakan ibadah haji dan umrah padanya. Allah berfirman:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali-Imran: 97)

Sungguh! Tak ada satu tempatpun dipermukaan bumi ini, yang Allah wajibkan sa’i dan thawaf bagi orang yang mampu, kecuali di kota Makkah. Juga tidak terdapat satu jengkal tanahpun yang Allah syariatkan padanya untuk mencium, mengelus, atau yang segala dosa dan kesalahan dihapuskan selain di Hajar Aswad serta rukun Yamani yang ada di kota Makkah.”

Similar Posts:

By |2017-03-21T03:42:17+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment