6 Tips Berangkat Ibadah Haji dengan Kondisi Kesehatan Prima

6 Tips Berangkat Ibadah Haji dengan Kondisi Kesehatan Prima

Kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan suatu nikmat yang patut disyukuri, karena tidak semua orang diberikan kemampuan untuk melaksanakannya. Orang yang berhaji tentu ingin ibadah hajinya berjalan lancar. Selain dibutuhkan kesiapan mental dan spiritual, juga dituntut kesiapan fisik yang matang. Hal ini karena ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang cukup menguras tenaga. Thawaf, sa’i sebanyak tujuh putaran, dan melempar jumrah yang membutuhkan waktu untuk berjalan dan berdesak-desakan merupakan gambaran betapa kondisi kesehatan prima sangat dibutuhkan untuk kelancaran jalannya ibadah haji.

Tips Berangkat Ibadah Haji

Tips Berangkat Ibadah Haji

Inilah 6 Tips Berangkat Ibadah Haji dengan Kondisi Kesehatan Prima

  1. Mempersiapkan Fisik Dengan Olahraga

Olahraga sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin sejak jauh-jauh hari sebelum pemberangkatan. Bagi yang sudah biasa berolahraga, tentu sudah tidak menjadi masalah lagi ketika dituntut untuk melatih fisiknya. Namun, bagi yang tidak biasa berolahraga, barangkali sulit sekali untuk memulai melatih fisik sehingga diperlukan motivasi dan perencanaan yang matang sebelumnya. Apalagi jika sudah lanjut usia dan lama tidak melakukan olahraga.

Berolahraga yang dimaksud di sini bukanlah olahraga berat yang memakan waktu lama. Karena olahraga berlebihan dan terlalu dipaksakan justru kurang baik untuk kesehatan. Joging, jalan kaki dan bersepeda bisa menjadi alternatif olahraga yang bisa dipilih. Calon jama’ah haji cukup meluangkan waktu 20-30 menit tiap harinya. Latihan fisik ini sebaiknya rutin dilakukan sebanyak 3 kali setiap pekan. Olahraga yang dipilih harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing orang. Jika perlu, sebelum mulai melakukan latihan, konsultasi dulu dengan dokter.

Banyak manfaat yang bisa didapat dengan olah raga secara teratur dan berkesinambungan, antara lain tubuh terasa segar, dapat mencegah kegemukan karena membuang kelebihan kalori, dapat mengontrol kadar gula darah, dapat menurunkan kadar kolesterol, dan baik untuk kesehatan jantung. Dengan kondisi tekanan darah stabil, kadar gula darah dan kolesterol dalam batas normal, maka calon jama’ah haji insya Allah akan lebih siap dalam melakukan semua rangkaian manasik haji.

READ :  Prosedur Perjalanan Ibadah Haji dan Umroh

 

  1. Mengatur Pola Makan

Pola makan yang sehat sangat mendukung kesehatan dan kebugaran calon jama’ah haji. Maka, sebelum berangkat ke tanah suci, hendaknya sudah mengatur supaya apa yang dimakan benar-benar yang cukup jumlahnya dan lengkap gizinya. Bagi yang memiliki penyakit tertentu, seperti sakit maag, kencing manis (diabetes mellitus), hipertensi (tekanan darah tinggi), asam urat tinggi dan kolesterol tinggi, hendaknya menghindari    makanan-makanan    yang    dapat memperparah penyakitnya.

Mengatur pola makan tidak hanya dilakukan menjelang keberangkatan, tapi diusahakan untuk dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan membiasakan pola makan yang sehat, insya Allah penyakit-penyakit yang diderita bisa terkontrol dan membaik. Bagi yang tidak memiliki masalah dengan kesehatan juga tetap harus menjaga pola makannya, karena tidak tertutup kemungkinan menjelang keberangkatan justru muncul masalah kesehatan hanya karena salah makan. Tidak sakit dan tidak memiliki pantangan makanan tertentu bukan berarti boleh makan sembarangan.

 

  1. Memeriksakan Diri

Sebelum diberangkatkan, calon jama’ah haji akan menjalani berbagai macam tes kesehatan secara menyeluruh, baik kesehatan fisik maupun mental. Diharapkan pada saat anamnesis (wawancara) dengan dokter, calon jama’ah haji menceritakan semua keluhan dan riwayat penyakit yang diderita secara detail dan jujur. Catatan medis rentang kesehatan calon jama’ah haji sangat penting sebagai pegangan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan. Bagi penderita penyakit tertentu, seperti kencing manis misalnya, hendaknya mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ketika perjalanan terkait dengan penyakitnya seperti kartu identitas.diabetes, obat-obat yang biasa dikonsumsi, dan alat cek gula darah (glukometer dan stripnya). Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca kembali As-Sunnah edisi 06/tahun XI/1428H/2007M tentang persiapan bagi penderita kencing manis jika hendak melakukan perjalanan jauh. Begitu juga bagi penderita penyakit lainnya yang membutuhkan persiapan secara khusus supaya tidak mengalami kendala selama perjalanan.

 

  1. Melatih Kesabaran

Melatih kesabaran sangat penting bagi calon jama’ah haji. Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang cukup berat. Di samping menguras tenaga, calon jama’ah haji juga dituntut untuk lebih sabar, karena banyak sekali hal-hal yang akan menguji kesabaran. Mulai dari menunggu antrian saat di bandara, menunggu pemberangkatan, menunggu kateting (layanan makanan), berdesak-desakan dengan calon jama’ah haji lain, dan kondisi cuaca yang jauh berbeda dengan di Indonesia.

READ :  Hak dan Kewajiban Jemaah Haji Yang Sudah Lunas

Sifat sabar juga sangat membantu seseorang untuk terhindar dari sikap terburu-buru dan stres. Dengan berusaha mengendalikan amarah dan mengelola stres maka insya Allah calon jama’ah haji bisa menjalani semua rangkaian manasik haji dengan tenang dan lancar. Apalagi, stres juga terkait dengan imunitas (kekebalan tubuh) seseorang. Dengan bebas stres, maka imunitas terhadap berbagai penyakit akan meningkat, sehingga insya Allah tidak mudah mengalami sakit.

 

  1. Kiat Menjaga Kesehatan Saat Beribadah Haji

             Minum air yang cukup. Cuaca di tanah suci Mekah memang berbeda jauh dengan kondisi cuaca di Indonesia. Ketika cuaca dan udara sangat panas, sangat diperlukan cairan yang cukup supaya tidak terjadi dehidrasi (kekurangan cairan) atau heat stroke (penurunan kesadaran akibat suhu udara yang sangat tinggi). Sebisa mungkin membawa bekal minuman jika akan bepergian kemanapun. Namun, jika tidak membawa bekal air minum, tidak sulit menemukan air untuk kita minum. Karena bisa membeli air zam¬zam atau bahkan ada yang bisa didapatkan secara cuma-cuma ditempat-tempat tertentu.

             Hati-hati memilih makanan. Bagi yang punya kegemaran mencicipi makanan, hendaknya berhati-hati dalam memilih makanan. Bumbu dan citarasa makanan di sana tentu berbeda dengan yang biasa disantap sehari-hari. Jika tidak selektif, dikhawatirkan akan berakibat buruk pada sistem pencernaan kita. Diare (mencret), kembung, dan berbagai macam gangguan pencernaan bisa saja terjadi. Sebagai alternatif, bagi yang lambungnya sensitif lebih baik memilih menu makanan Indonesia yang banyak tersedia di beberapa rumah makan. Biasanya, menu makanan katering sudah disesuaikan dengan kondisi jama’ah haji.

             Memakai pelembab. Kondisi cuaca yang sangat panas bisa mengakibatkan kulit kering. Untuk mengatasinya, bisa dengan memakai lotion atau krim pelembab khusus yang bisa di beli di apotik.

READ :  Tatacara Pelaksanaan Ibadah Haji Ifrad

             Jaga kebersihan. Di manapun berada, hendaknya tetap menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu cuci tangan sebelum makan.

             Jangan buang-buang tenaga. Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Selain beribadah, jika ada waktu, maka sempatkan untuk istirahat. Dengan istirahat cukup, kondisi tubuh akan kembali segar sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik. Apalagi jika sudah berusia lanjut, hendaknya mengurangi kegiatan yang kurang penting dan menyita tenaga, seperti berbelanja misalnya.

             Segera periksakan diri ke dokter. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera periksakan diri ke dokter yang bertugas di masing-masing kloter. Dokter akan memeriksa dan memberi obat-obatan yang dibutuhkan.

             Kendalikan diri. Jika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan selama menjalani ibadah haji, baik yang terkait dengan pelayanan maupun sikap sesama jama’ah haji, hendaknya bisa menahan diri. Apalagi bagi yang memiliki penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, karena emosi bisa makin memperparah penyakit.

 

  1. Jangan Lupa Berdoa

Menjaga kesehatan sangat penting dilakukan oleh calon jama’ah haji, karena jika sampai jatuh sakit saat di tanah suci tentu akan merepotkan dan mengganggu jalannya ibadah haji. Selain persiapan-persiapan tersebut, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah k supaya diberikan kesehatan dan dijauhkan dari penyakit sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar. Semoga bermanfaat bagi yang hendak menunaikan ibadah haji. Semoga ibadahnya berjalan lancar dan bisa menjadi haji mabrur, (dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah).

6 Tips Berangkat Ibadah Haji dengan Kondisi Kesehatan Prima

Sumber:

♦             Petunjuk Praktis Pengelolaan DM Tipe 2, PERKENI

♦             Litin, S.C, Mayo Clinic, Family Health Book Edisi ke-2, PT Intisari Mediatama

===============================================================

Untuk Informasi Paket Umroh Murah 2018 , Hubungi : H.SUDJONO AF – 081388097656

 

Similar Posts:

By |2018-10-08T09:30:46+00:00January 12th, 2018|Ibadah Haji|

Leave A Comment