Air Zamzam Rahasia dan Keutamaannya

Air ZamzamAir zamzam yang bisa memancar di negeri tandus ini (Makkah), yang mata airnya bisa bertahan 4.000 tahun, dan yang kadarnya terus bertambah dengan bertambahnya kaum muslim, tentu merupakan mukjizat agung bagi orang-orang yang mau merenungkannya dengan akal yang jernih dan hati yang bening.

Melihat kandungan unsur-unsur kimiawi air zamzam yang tidak dimiliki oleh air selainnya, bisa dikatakan bahwa air zamzam ialah air mineral yang sehat dan menyehatkan. Oleh sebab itu, air zamzam memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh air selainnya.

Diantara keutamaan dan kelebihan tersebut ialah sebagai berikut.

  1. Air paling mulia dan palling diminati oleh setiap orang.
  2. Minuman orang-orang mulia.
  3. Bisa menghilangkan kemunafikan.
  4. Bisa menghapus dosa dan kesalahan.
  5. Melihat dan menelitinya termasuk ibadah.
  6. Air yang digunakan untuk mencuci dada (hati) Rasulullah saw agar hatinya kuat dalam melihat malaikat langit dan bumi, surga dan neraka.
  7. Penghilang rasa haus dan obat dari segala penyakit.
  8. Tidak bisa dirasakan oleh selain orang mukmin.
  9. Menguatkan hati, menenangkan pikiran, dan memadamkan api kesedihan.
  10. Membuat kenyang peminumnya, jika si peminumnya berniat seperti itu.
  11. Mengundang berkah dan kebaikan bagi setiap peminumnya.
  12. Menghilangkan rasa dahaga dan lapar.

Rahasia air zamzam tersimpan pada khasiatnya, bukan pada materi konkretnya. Atas kehendak Allah Swt, air zamzam memiliki semua kelebihan tersebut-satu hal yang tidak dimiliki air lainnya. Dengan unsur-unsur kimiawi yang dikandungnya, air zamzam menjadi air yang segar, berkhasiat, selalu diminati, tawar, obat segala penyakit, penghilang dahaga dan rasa lapar, dan air yang kali pertama diberikan Allah Swt kepada Nabi Ismail.

 

Adab meminum Air Zamzam

Menurut Imam al-Fasi, orang yang meminum air zamzam disunahkan untuk menghadap kiblat dan menyebut nama Allah Swt, mengambil napas tiga kali, meminumnya hingga puas, membaca tahmid, dan berdoa seperti doa Ibnu Abbas saat meminumnya, “Ya Allah berilah aku ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berlimpah, dan kesehatan dari segala penyakit, lalu berdoa sesuai dengan apa yang dikehendakinya, dan hendaknya dia mengambil gelas dengan tangan kanan.

 

Hukum Bersuci dengan Air Zamzam

Dalam Akhbar Makkah, al-Azraqi menyebutkan riwayat dari Sufyan dari Ashim ibn Bahlah dari Zarr ibn Hubays berkata, “Aku pernah melihat al-Abbas ibn Abd al-Muthalib di Masjidil Haram sedang mengelilingi sumur zamzam sambil berkata, Air zamzam tidak dihalalkan oleh Allah bagi orang yang berhadas besar (mughtasil), tapi tidak apa-apa bagi orang yang berhadas kecil (mutawadhdhi).”

Kalangan fukaha berselisih pendapat tentang hukum bersuci dengan air zamzam. Menurut al-Mawardi, air zam zam itu boleh (sah) digunakan untuk bersuci, tapi hendaknya tidak digunakan untuk menghilangkan najis, lebih-lebih jika terdapat air lain selainnya.

Menurut al-Thabari, air zamzam haram digunakan untuk menghilangkan najis, meskipun bersuci dengannya itu sah. Menurut fukaha mazhab Maliki, air zam zam haram digunakan untuk bersuci, tidak boleh digunakan untuk memandikan jenazah atau menghilangkan najis, meskipun disunnahkan berwudhu dengannya.

Menurut fukaha mazhab Syafi’i, disunnahkan berwudhu dan mandi besar dengan air zam zam. Menurut fukaha mazhab Hanbali, air zamzam haram digunakan untuk menghilangkan nasjis-sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat dari Imam Ahmad ibn Hanbal.

Adapun pernyataan al-Fakihi mengenai praktik para penduduk Makkah yang menggunakan air zam zam untuk memandikan jenazah-jenazah mereka setelah sebelumnya dimandikan dengan air biasa, sebenarnya dimaksudkan hanya untuk ngalap berkah (al-tabarruk). Dikisahkan bahwa Asma binti Abu Bakr al-Shiddiq juga memandikan anaknya, Abdullah ibn al-Zubayr, dengan air zamzam.

 

 

Similar Posts:

By |2017-08-29T14:57:05+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment