Apa Arti I’jazul Quran ?

Apa Arti I’jazul Quran ?

I’jazul Quran. Arti i’ jaz ialah pelemahkan. Yaitu lemah orang buat meniru atau menyamai, apatah lagi menandingi dan melebrhinya. Sebab itu samalah pendapat Ulamaulama ahli bahasa dan sastra, bahwasanya al-Quran ini adalah mu’jizat bagi NabiMuhammad s.a.w. Sebagaimana bagiNabiMusa ada mu’jizat membelah laut dengan tongkat, bagi Nabi lsa ada mu’jizat menyembuhkan orang sakit lepra hanya semata-mata dengan menjamah.

I'jazul Quran (Galamedianews)
I’jazul Quran (Galamedianews)

Maka timbullah pertanyaan orang diantaranya sebagai berikut:

  • Mengapa mu’jizat Muhammad hanya alQuran yang dibaca, atau satu kitab yang dipelajari, bukan sebagai mu’jizat yang mengagumkan akal?
  • Mengapa tidak tongkat sebagai yang ada pada NabiMusa?
  • Mengapa tidak api yang tidak menghangusi sebagai mu’jizat lbrahim?
  • Atau sebagai Isa menyembuhkan orang buta dan orang sakit lepra itu?

Di zaman kita inipun masih ada orang yang bertanya-tanya demikian, dan orang-orang musyrikin di Makkah dahulupun pernah meminta supaya Nabi Muhammad s.a.w. menunjukkan suatu mu’jizat, misalnya bukit Shafa menjadi emas, atau beliau sendiri mempunyai sebuah rumah dari emas, dan beberapa permintaan yang lain, sebagaimana kelak akan tersebut di dalam Surat 17, alIsra’, ayat 93 dan beberapa ayat pada Surat lain. Tetapi permintaan mereka itu tidak dikabulkan Allah atau tidak memandang itu lebih penting daripada mu’jizat al-Quran.

Beberapa Hadrs yang sahih telah diriwayatkan oleh sahabatsahabat beliau, bahwa beliaupun pernah mempertunjukkan mu’jizat yanganehaneh dan ganjil, misalnya keluar air yang diminum oleh 1,200 orang dari dalam timba beliau yang kecil di Hudaibiyah, atau hujan lebat disekitar kemah tentara saja dan tidak turun di tempat lain sehingga dapat semuanya menampung air, yang banyaknya 30,000 orang dalam perjalanan ke peperangan Tabuk dan beberapa mu’jizat yang lain. Tetapi mu’jizat-mu’jizat yang demikian tidaklah beliau jadikan tantangan kepada kaum musyrikin. Beliau menentang lawan hanyalah dengan mu’jizat al-Qoran. Dengan al’Quran beliau mengokohkan risalatnya dan dengan al-Quran beliau menambah iman pengikut-pengikut beliau, kaum yang beriman, sampai hari kiamat.

Artikel Populer:  Al-Quran – Dalam Tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrultah (HAMKA)

Mu’jizat seorang Rasul ataupun seorang Nabi selalu disesuaikan Tuhan dengan zaman hidup Rasul atau Nabi itu sendiri, dan harus sesuai pula dengan macam-ragam risalat yang dibawanya. Apabila risalatnya itu adalah risalat yang merata untuk seluruh manusia, yang kekal dan tidak akan berubah lagi sampai selama-lamanya, hendaklah mu’jizatnya itu yang kekal dan merata pula, yang kian mendalam orang berfikir, kian mengaku akan mu’jizat itu. Mu’jizat itu sekali-kali tidak akan kekal, kalau dia hanya merupakan suatu kejadian yang dapat dilihat mata di suatu masa. Sebab apabila Rasul yang membawa mu’jizat itu telah berpulang ke Rahmatullah, mu’jizat itu tidak akan bertemu lagi.

Apa arti I'jazul Quran (Muslim-Okezone)
Apa arti I’jazul Quran (Muslim-Okezone)

Dan ada pula suatu kejadian yang dipandahg mu’jizat di zaman hidup Nabiyang bersangkutan, namun setelah beberapa abad di belakang, keangkeran mu’jizat itu tidak ada lagi karena kemajuan ilmu pengetahuan. Sebab itu maka mu’jizat yang diberikan kepada NabiMuhammad bukanlah mu’jizat untuk dilihat mata dan pancaindera (hissi), tetapi untuk dilihat hati dan meminta pemikiran (ma’nawi). Mu’jizat yang hissi telah habis pengaruhnya dengan habis zamannya, Mu’jizat Musa dan Isa hanya dilihat oleh manusia yang sezaman dengan beliau. orang Yogi yang kuat mengadakan pertapaan sudah bisa berjalan di atas api yang tengah menyala, sehingga mu’jizat Nabi Ibrahim sudah hampir disamai. Kemajuan ilmu kedokteran di zaman sekarang telah memungkinkan sembuhnya penyakit-penyakit hebat sebagai yang telah disembuhkan oleh jamahan tangan Nabi Isa. sudah ada pula orang yang menaksir bahwa terbelah laut di zaman Musa adalah lantaran pasang yang selalu sangat surut.

Artikel Populer:  Al-Quran – Dalam Tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrultah (HAMKA)

Sedangkan mu’jizat Nabi Muhammad s.a.w. sendiri tentang Isra’dan Mi’raj masih juga menjadi pertikaian faham di antara ulama-ulama Islam sendiri sejak lagi di zaman sahabat, apakah beliau itu Isra’ dan Mi’raj dengan tubuh dan nyawa beliau atau hanya dengan nyawa saja. Aliran yang dua itu tetap ada, yang berarti bahwa bagi golongan berkepercayaan dengan nyawa saja, urusan Isra’ dan Mi’raj dengan sendirinya tidak begitu hebat lagi. Dan tidak pula mereka kafir kalau mereka berpendapat begitu. Lantaran itu dapatlah kita berkata bahwasanya mu’jizat segala Nabi dan Rasul, dan mu’jizat Nabi Muhammad s.a.w. yang selain dari al-euran, adalah hal kenyataan yang dapat dilihat mata, yang habis dengan sendirinya setelah lewat zamannya. Tetapi mu’jizat Nabi Muhammad s.a.w. yang bernama alQuran ini adalah mu’jizat untuk seluruh masa dan bangsa, yang datang setelah akal dan kecerdasan manusia sudah lebih tinggi daripada zaman purbakala yang telah dilaluinya itu. Tegasnya, dahulu mu’jizat untuk dilihat mata, sekarang mu’jizat al-Quran untuk dilihat akal. Akal dari seluruh manusia, turunan demi turunan.

Artikel Populer:  Al-Quran – Dalam Tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrultah (HAMKA)

Sumber:

Tafsir Al-Azhar – JILID 1

Oleh: PROF. DR. HA.JI ABDULMALIK ABDULKARIM AMRULTAH (HAMKA)

PUSTAKA NASIONAL PTE LTD SINGAPURA

JILID 1 Mengandungi Surat- surat AL-FATIHAH (Ayat 1-7) AL-BAQAMH (Ayat 1-286)

===============================================================

Untuk konsultasi paket umroh ramadhan, bisa menghubungi langsung:

H Sudjono AF – 081388097656 WA

Similar Posts: