Ar Rohman Ar Rohim Dalam 99 Asmaul Husna

Ar Rohman Ar Rohim Dalam 99 Asmaul Husna. “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. Kedua nama ini banyak disebutkan didalam al-Qur’an, bahkan dengan kedua nama inilah al-Qur’an dibuka, terlebih lagi penyebutan nama ini ada dalam satu surat yang sama dan yang sangat mulia yaitu dalam surah Al-Fatihah.

Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
Ar-raḥmānir-raḥīm
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
Māliki yaumid-dīn
Pemilik hari pembalasan.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Sirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

 

Ar Rohman Ar Rohim dalam 99 asmaul husna
Ar Rohman Ar Rohim dalam 99 asmaul husna

Ar Rohman Ar Rohim Arti dan Makna Dalam 99 Asmaul Husna

Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
Syakh prof. DR. Abdur Rozzaq hafizhahullah mengatakan: “Penyebutan kedua nama ini terdapat dalam banyak kesempatan di al-Qur’an. Setiap ayat tersebut merupakan dalil yang menunjukan penetapan sifat Rohmah sebagai salah satu sifat bagi Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan pada penyebutan keduanya secara bersamaan dalam satu kesempatan merupakan dalil penetapan sifat ini dan terlaksananya pengaru, bekas dan keterkaitan sifat ini dengan hal yang berkaitan dengannya.”
Beliau melanjutkan bahwa Ar-Rohmah maknnya yang rohman/pengasih/kasih/ merupkan sifatnya sedangakn Ar-Rahim yang penyayang kepada para hamba Nya. Dalam firman Allah (QS. Al-Ahzab 43)

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
Syaikh Prof.DR.abdur Rozzaq mengatakan bahwa Ar-Rohmah menunjukan penetapan sifat yang terus menerus dan sempurna, yaitu termasuk sifat Allah adalah sifat rohmah/ kasih yang sempurna dan terus menerus sedangkan Ar-Rahim menunjukan terlaksana/ tertunaikan sifat rohmah kepada orang-orang yang layak di sayangi . yaitu Dzat yang menyangi dengan perbuatan.

Manfaat Ar Rohman Ar Rohim Dalam 99 Asmaul Husna diantara kedua nama ini diantaranya:

Pertama, berbagai kemanfaatan dan terhindarnya dari berbagai keburukan.

Syaikh Prof.DR.abdur Rozzaq mengatakan bahwa “sesungguhnya kedua nama ini menunjukan kesempurnaan dan keluasan rohmah / kasih sayang. Sehingga seluruh alam baik di langit maupun bumi termasuk terlaksananya sesuatu yang bermanfaat, maupun keburukan ini merupakan tanda kasih sayang Allah. Tidaklah yang mendatangkan kebaikan melainkan Allah (Ar Rohmah) dan tidak pula yang mampu mencegah berbagai keburukan melainakan Dia. Dialah Dzat yang maha penyayang.”

Kedua, insting hewan kepada anak-anaknya
Rohmah allah memenuhi seluruh penjuru langit dan bumi, sebagaimana Allah meletakan belas kasih dianatara makluk yang satu dengan yang lainnya. Bahkan sifat ini memenuhi kalangan hewan yang mana mereka tidak mengharapkan manfaat, akibat dan ganjarannya dari anak-anaknya.

Ketiga, kasih saying Allah mencangkup dalam syari’at dan perintahnya
Syariat adalah cahaya, rohmah dan hidayah atau petunjuk, Allahlah yang menetapkan berbagai kemudahan dan meniadakan kesulitan dan kesusahan. Bukankan ini menunjukan betapa luasnya rohmah , dan kemurahanNya. Dan ketika Allah melarang sesuatu maka itu merupakn kasih syang Allah kepada ummatnya karena larangan tesebut merupakan penjagaan terhadap agama, akal, kehormatan, badan, akhlak, dan harta para hambaNya.

Keempat, kasih saying Allah terhadap hamba Nya melebihi kasih saying seorang ibu pada anaknya
Syaikh Prof.DR.abdur Rozzaq mengatakan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla lebih saying kepada para hamba Nya melebihi kasih saying sesame mereka sebesar apapun itu. Terdapat dalam hadits Umar bin Khatab.
“Sesungguhnya allah lebih saying kepada para hambanya melebihi kasih saying perempuan ini terhadap anaknya”

Kelima, kasih saaing terbesar Allah ada di akhirat nanti
“pada hari kiamat Allah mengkhususkan rohmah, keutaman, kebaikan Nya untuk orang-orang yang beriman kepada Nya dan Rasul Nya. Allah muliakan mereka dengan kemudahan, kemanfaatan, ampunan yang tidak dapat digambarkan oleh lisan dan pikiran. Di sebut dalam sebuah hadits HR Bukhari no 6469, Muslim no2752 dari jalur periwayatan Abu Hurairoh Rodhiyallahu ‘anhu.

Keenam, semakin besar ketaatan anda semakin besar pula kasih saying Allah pada anda
“Seorang hamba yang semakin besar keta’atannya, bertambah kedekatannya dan pendekatannya kepada Rabbnya semakin besar pula peluangnya untuk mendapatkan kasih saying allah.” firman Allah (QS. Al-An’am : 155)

 

Similar Posts: