Banjir di Ka’bah

Umroh. Bencana alam yang mungkin sering teerjadai di wilayah Mekkah adalah banjir. Terbesar tentu saja pada masa banjir bandang Nabi Nuh kala itu seluruh bangunan Ka'bah runtuih. Banjir juga terjaadi beberapa kali di masa Nabi Muhammad SAW. Sepeninggalnya, pada masa Khalifah Umar bin Khatab, banjir merusak dinding-dinding Ka'bah.

Salah satu banjir yang sempat terdokumentasi adalah banir dpada tahun 1941. Dalam gambar yang dipublikasikan secara luas, terlihat bagian dalam masjidil haram terendam banjir hingga hampir setengah tinggi ka'bah. dibeberapa tempat bahkan mencapai leher orang dewasa. Banjir-banjir inilah yang kemudian membuat beberapa tiang masjid yang terbuat dari kayu kemudian membuat beberapa tiang rapuh. Kerajaan saudi terpaksa harus melakukan perbaikan beberapa kali untuk mengatasi hal ini.

Banjir sering terjadi di mekkah karena letak geografis kota tersebut yang diapit beberapa bukit. Hal ini menjadikan Mekkah berada di daratan rendah yang letaknya seperti mangkuk. Air hujan tidak dapat mudah diserap oleh tanah, menginagt lahan timur tengah yang tandus . alhasil banjir bisa berlangsung selama beberapa lama. Ditambah lagi, sistem drainase kala itu tidak sebaik sekarang.

Selain banjir, berbagai insiden pertumpahan darah pernah mewarnai sejarah masjidil haram. Mulai dari zaman sebelum Nabi Muhammad Saw lahir hingga ke zaman moderen di abad ke 20. Umroh. Beberapa insiden tersebut diakhiri dengan kemenangan para penguasa ka'bah.

Serangan Gajah

Serangan terhadap ka’bah yang paling terkenal terjadi pada tahun 571 masehi, tahun kelahiran nabi Muhammad SAW. Kala itu, sebanyak 60.000 pasukan gajah yang dipimpin oleh gubernur yaman, abrahah, berencana menyerbu mekkah dan menghancurkan ka’bah.

Negara yaman adalah salah satu Negara krtisten besar kala itu. Sebuah greja besar yang indah didirikan pada pemerintahan raja yaman, habshah. Gereja tersebut bernama Qullais. Abrahah sebagai Pembina gereja bersumpah akan memalingkan pemujaan warga arab dari ka’bah di mekkah ke gerejanya di yaman. Alkisah, mendengar hal ini seorang arab dari kabilah bani faqim bin addiy tersinggung kemudian masuk gereja dan membuang hajat didalamnya. Abrahah marah luar biasa dan bersumpah akan meruntuhkan ka’bah. Berangkatlah dia beserta tentara terkuatnya, menunggang 60.000 ekor gajah.

Tidak ada satupun kekuatan kabilah arab Saudi yang mampu menandingi kekuatan puluhan ribu tentara gajah tersebut. Berdasarkan komando dari kakek Muhammad, Abdul Muthalib, para penduduk mekkah mengungsi ke puncak-puncak bukit di sekeliling ka’bah. Umroh. Berangkatlah rombongan tentara abrahah menuju ka’bah, hendak menghancurkan bangunan mulia tersebut.

Menurut kisah, laju tentara gajah terhenti akibat serangan dari ribuan burung ababil. Burung-burung ini membawa tiga butir batu panas di kedua kakinya dan paruhnya. Dilepaskannya batu-batu tersebut di atas tentara gajah. Batu yang konon berasal dari neraka itu menembus daging tentara dan gajah-gajah mereka. Sebuah tafsir menyatakan burung-burung tersebut membawa penyakit cacar yang menyebabkan para tentara abrahah tewas akibat bisul yang sangat panas.

Inilah sebabnya, tahun penyerangan tentara abrahah ke mekkah dinamakan sebagai tahun gajah. Kisah ini juga tertulis jelas di surat al fill di kitab suci al-quran. “Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbekar, lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (Al-fill: 3-4).Umroh.

 

Similar Posts:

By |2015-06-13T10:31:30+00:00June 13th, 2015|Uncategorized|

Leave A Comment