Daftar Istilah Haji dan Umroh 2

Daftar Istilah Haji dan Umroh

Istita’ah Haji dan Umroh

Menurut pengertian umum Istita’ah Haji dan Umroh ialah mampu. Sedangkan yang dimaksud Istita’ah disini adalah mampu melaksanakan ibadah haji ditinjau dari :
a. Jasmani

  • 1) Tidak sulit melakukan ibadah haji/umrah.
  • 2) Tidak lumpuh.
  • 3) Tidak dalam keadaan sakit yang diperkirakan lama untuk sembuh.

b. Rohani

  • 1) Memahami manasik haji/umrah.
  • 2) Berakal sehat (tidak mengidap penyakit gangguan jiwa) dan
  • memiliki kesiapan mental untuk ibadah haji/umrah dengan perjalanan yang jauh.

c. Ekonomi

  • 1) Mampu membayar biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).
  • 2) Memiliki biaya hidup untuk keluarga yang ditinggalkannya.
  • 3) Bagi para petugas haji istita’ah ekonominya adalah :
  • a) Memenuhi persyaratan dan aman waktu melaksanakan ibadah
  • haji/umrah.
  • b) Aman bagi keluarga dan harta benda yang ditinggalkannya
  • selama melakukan ibadah haji/umrah.

d. Keamanan

  • 1) Aman dalam perjalanan dan aman waktu melaksanakan ibadah haji/umrah.
  • 2) Aman bagi keluarga dan harta benda yang ditinggalkannya selama melakukan ibadah haji/umrah.

Jabal Nur dan Gua Hira

Terletak disebelah utara Masjidil Haram kira-kira 6 km. Untuk mendaki ke atas memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Di puncaknya, agak menurun sedikit, terdapat sebuah gua yang cukup untuk duduk 4 orang. Tinggi didalamnya setinggi orang berdiri. Gua tersebut terkenal dengan Gua Hira. Jabar Nur dan Gua Hira mempunyai makna yang sangat penting dalam sejarah Islam, karena di gua inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Jabal Rahmah

Seluruh bukit yang terletak di sebelah sudut Padang Arafah. Sebuah riwayat menceritakan bahwa setelah Rasulullah SAW menyampaikan khutbah Wada’ di Masjid Namirah, barulah beliau melakukan Wukuf di kaki Jabal Rahmah yang merupakan bagian dari Padang Arafah dan disini pula tempat pertemuan antara Nabi Adam As dan isteri tercintanya Siti Hawa setelah berpisah selama 100 tahun.

Jabal Tsur

Terletak disebelah selatan Masjidil Haram sejauh kurang lebi 6 km. Jabal Tsur ini mempunyai nilai penting dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW bersama-sama dengan Abu Bakar Ashiddiq pernah berlindung di gunung tersebut waktu hendak hijrah ke Madinah. Menurut riwayat, setelah Rasulullah SAW selamat dari kepungan orang kafir Quraisy dirumahnya, maka beliau dengan diam-diam menyinggahi sahabat Abu Bakar Ashiddiq. Dari rumah Abu Bakar beliau bersama-sama dengan Abu Bakar lebih dahulu berlindung bersembunyi di Jabal Tsur kemudian menuju Madinah, sebagian orang-orang kafir Quraisy waktu mengejar Rasulullah SAW ada yang telah sampai Gua Tsur, mereka mendapatkan gua tersebut, tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampang burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya. Dengan melihat keadaan yang sedemikian itu, mereka berkesimpulan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak mungkin bersembunyi di gua tersebut. Sewaktu orang-orang Quraisy di muka gua, bukan main cemas hati sahabat Abu Bakar Ashiddiq, kemudian turun wahyu Allah Surat At-Taubah ayat 40. Setelah orang kafir Quraisy pergi maka beberapa hari kemudian Abu Bakar Ashiddiq berangkat menuju Madinah dengan selamat. Di atas Jabal Tsur terdapat sebuah gua, jika ingin masuk ke dalam gua haru bertiarap dan setelah masuk hanya dapat duduk saja. Untuk mencapai gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama kurang lebih 1,5 jam.

Jabal Uhud (Bukut Uhud)

Nama sebuah bukut terbesar di kota Madinah yang letaknya 5 km dari pusat kota Madinah, terletak di pinggir jalan Madinah-Makkah mulai tahun 1984 perjalanan jemaah haji Makkah ke Madinah atau dari Madinah ke Jeddah tidak melalui jalan jama tersebut, melainkan melalui jalan baru yang tidak melewati pinggir jabal Uhud. Dilembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin gugur sampai 70 orang syuhada, antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi Muhammad SAW.

Jama’ dan Qashar

  • a. Shalat Jama’. Jama’ artinya mengumpulkan, yaitu mengumpulkan dua shalat wajib yang dikerjakan dalam satu waktu yang sama. Shalat yang dapat di Jama’ adalah Dzuhur dengan Ashar dan Magrib dengan Isya’.
  • b. Shalat Qashar. Qashar artinya mendekatkan shalat Shalat 4 rakaat menjadi 2 rakaat (Dzuhur, Ashar dan Isya’). Ketentuan ini hanya boleh dibolehkan dalam waktu Safar.
  • Shalat Jama’ terbagi menjadi 2 bagian : 1) Jama’ Taqdim : yaitu mengumpulkan 2 waktu shalat dikerjakan pada waktu shalat yang terdahulu. Contoh : Dzuhur dengan Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur. 2) Jama’ Ta’khir : yaitu mengumpulkan 2 waktu shalat dikerjakan pada waktu shalat yang terbelakang. Contoh : Dzuhur dengan Ashar dikerjakan pada waktu Ashar.
  • c. Shalat Jama’ Qashar adalah dua shalat fardu dikerjakan bersama dengan memendekan rakaat-rakaat shalat menjadi dua rakaat (Dzuhur, Ashar, dan Isya’) dan shalat Jama’ Qasar dapat saja menjadi Taqdim atau Ta’khir.

======================================================================================

Informasi Paket Umroh Murah Desember 2015 dan Januari – Maret 2016 : $1.580 + Rp1 Juta

H. Sudjono AF: 0813 88097656 | BB 2315A7C3

Similar Posts:

By |2015-09-11T16:40:55+00:00September 11th, 2015|Uncategorized|

Leave A Comment