Dam Fidyah Tembusan Dam Ibadah Haji dan Umroh

Dam Fidyah adalah sejenis denda atau tebusan yang dikenakan kepada orang Islam yang melakukan kesalahan tertentu dalam ibadah yaitu dengan:

  1. Menyembelih binatang qurban.
  2. Berpuasa.
  3. Memberi makan fakir miskin.

Ukuran besar kecilnya fidyah tergantung kepada kesalahan yang dilakukan tetapi jumlah atau nilai makanan kita adalah ukuran standart, bukan ukuran si miskin. Jadi, bila kita mengeluarkan uang 50 riyal untuk makan per hari, maka fidyahnya 50 riyal juga.

Diantara perbuatan atau pelanggaran yang menyebabkan adanya keharusan membayar fidyah, sehubungan dengan ibadah haji adalah sebagaimana tersebut dibawah ini. Harap dicatat bahwa bagi jamaah yang melanggar dapat membayar fidyah tersebut dengan memilih beberapa alternatif sebagai berikut:

Pertama           : jika bercukur dan memakai pakaian berjahit bagi laki-laki yang sedang    berihram.

Fidyah             : menyembelih seekor kambing, atau puasa 10 hari (3 hari pertama di Mekkah                       dan selebihnya di tanah air) atau memberi makan enam fakir miskin.

Bentuk dan pilihan fidyah ini dijelaskan didalam hadis Rasulullah SAW dan Ka’ab bin Ujrah yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dari Abu Dawud.

Kedua             : jika pelanggaran yang dilakukan dalam keadaan berihram itu adalah bersetubuh, maka disamping Hajinya tidak syah, juga dikenakan “Kafarat” yaitu memerdekakan seorang budak.

Fidyah             : berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Tentang fidyah dalam pengertian syarak (hukum Islam) tersebut didapati dalam tiga ayat Al-Qur’an yaitu pada surah Al-Baqarah ayat 184 (tentang puasa) dan Al-Baqarah ayat 196 (tentang haji) serta surah Al-Hadid ayat 15 (tentang tebusan).

 

FIDYAH HAJI

Surah Al-Baqarah ayat 196 menjelaskan tentang fidyah dalam pelaksanaan ibadah haji, yakni:

“Jika ada diantara kamu ada yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah”.

Diantara keadaan-keadaan yang mewajibkan fidyah sehubungan dengan ibadah haji adalah sebagai berikut:

  1. Mencukur rambut dan memakai pakaian berjahit bagi laki-laki yang sedang berihram. Orang tersebut wajib membayar fidyah dengan memilih melakukan salah satu dari tiga macam fidyah yang sesuai dengan kemampuannya, yaitu menyembelih seekor kambing. Puasa 10 hari atau memberi makan fakir miskin. Bentuk-bentuk pilihan fidyah ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW dari Ka’ab bin Ujrah yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan Abu Daud. Berdasarkan ayat diatas dan Hadis tersebut, puasa tiga hari sebagai fidyah tersebut dilaksanakan di Mekkah. Setelah itu, ketika kembali ke kampunya, si pelaku wajib berpuasa sebanyak tujuh hari lagi.
  2. Jika pelanggaran yang dilakukan orang yang sedang ihram itu berbentuk hubungan badan suami isteri (bersetubuh), maka disamping Ibadah Haji yang bersangkutan batal ia juga dikenakan kafarat yang terdiri dari memerdekakan budak, berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

Adapun fidyah dengan arti “penebusan dosa di akhirat” yang dilakukan oleh orang-orang munafik maupun orang-orang kafir, jelas tidak akan diterima oleh Allah Swt. Tempat mereka tetap di neraka sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Al-Hadid ayat 15.

 

FIDYAH

Atau

KAFARAT

Surat Al-Baqarah ayat 196 menjelaskan tentang fidyah dalam pelaksanaan ibadah Haji, yakni:

  1. Mencukur rambut dan memakai pakaian berjahit bagi laki-laki yang sedang berihram. Orang tersebut wajib membayar fidyah dengan memilih melakukan salah satu dari tiga macam fidyah yang sesuai dengan kemampuannya, yaitu:
  • Menyembelih seekor kambing.
  • Puasa 10 hari.
  • Memberi makan enam orang fakir miskin.
  1. Jika pelanggaran yang dilakukan orang yang seddang berihram adalah hubungan badan suami isteri (bersetubuh), maka disamping Ibadah Haji yang bersangkutan batal ia juga dikenakan kafarat yang terdiri dari:
  • Memerdekakan budak.
  • Berpuasa dua bulan berturut-turut, atau
  • Memberi makan 60 orang fakir miskin.

Similar Posts:

By |2017-07-28T10:20:33+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment