Biaya Umroh murah 2019 2020 2021 2022 mulai Rp9,9 Juta untuk pemberangkatan dari Jakarta. Bila beangkat daeri derah biaya menyesuaikan.  Apabila Bapak Ibu sudah bertekad bulat untuk beribadah umroh bersama keluarga, maka perhatikanlah lima pasti dalam ibadah umroh, agar umrah keluarga khusuk. Hal tersebut penting. Pastikan Izin Travelnya, Pastikan Jadwalnya, Pastikan Pesawatnya, Pastikan Hotelnya, Pastikan Visanya. Semuanya komplit.

=======================================================================

INFORMASI DAN KONSULTASI UMROH HAJI: 

H SUDJONO AF – 0813 8809 7656 WA

========================================================================

Biaya Umroh Murah

Biaya Umroh Murah

Biaya Umroh Murah , sudah dibuka dengan biaya Rp19,9 Juta. Kuota terbatas. Ayo segera daftarkan keluarga Bapak Ibu agar tidak kehabisan seat. Paket Umroh Murah bulan Januari, Februari, Maret dan April  ini tetap memiliki fasilitas yang nyaman dan OK bagi semua calon jamaah umroh, baik tua maupun muda.

 

Kelebihan Program Umroh Murah

Ibadah umroh pada bulan Maret, khususnya, apalagi berangkat pada tengah dan akhir bulan, akan memberikan kenyamanan dan kesyahduan tersendiri, yaitu:

  • Jamaah umroh di Tanah Suci relatif sedikit.
  • Kemungkinan besar untuk bisa menyentuh Hajar Aswat.
  • Memiliki peluang besar untuk dapat melaksanakan sholat dan dzikir di Hijir Ismail.
  • Beperluang besar untuk bisa sholat dan berdoa di Raudhah.

 

Paket Umrah Promo

Biaya untuk Umroh Murah kota Jakarta Bekasi  ini  adalah Rp19,9 juta. Sudah termasuk perlengkapan, diluar pengurusan pasport dan biaya suntik meningitis.

Pembayarannya Paket Umrah ini bisa dilakukan dua kali:

  • Pertama DP Rp3,5 juta saat melakukan pendaftaran.
  • Kedua, Pelunasan harus 2 bulan sebelum berangkat.

Jadwal Pemberangkatan  Paket Umrah Murah Bekasi Depok

  • Berangkat bulan Januari.
  • Berangkat pada bulan Februari.
  • Berangkat pada bulan Maret.
  • Berangkat bulan April.
Fasilitas yang Disediakan untuk Program Umroh Promo  adalah sbb:
  • Selama sembilan (9) hari perjalanan umroh reguler.
  • Urus Visa umroh.
  • Fasilitas hotel di Mekkah: Fajr Al Badea, bintang 3, jarak 500m dari Masjidil Haram. Atau hotel yang sekelasnya.
  • Akomodasi hotel di Madinah: Shourfah Suite, bintang 3 jarak 200m dari Masjid Nabawi. Atau hotel yang setara.
  • Transportasi Jeddah – Madinah – Kota Makkah.
  • Tour city Jeddah – Madinah – Mekkah.
  • Makan: tiga kali sehari.
  • Ketua Rombongan dari Indonesia dan Pembimbing di Tanah Suci.
  • Pelaksanaan Umroh kedua dari miqot yang berbeda.
  • Air Zam Zam 5 liter.
  • Pesawat: Scoot via Singapura.

Tidak Termasuk Fasilitas Paket Umrah Murah Bogor Tangerang adalah:

  • Pembuatan dan perubahan pasport, dilakukan jamaah sendiri.
  • Suntik vaksinasi meningitis oleh jamaah sendiri, namun kadang vaksinasi bersama oleh travel.
  • Pembuatan surat mahrom bagi wanita dibawah usia 45 tahun yang pergi umroh tidak dengan muhrim.
  • Transpor dari daerah ke Jakarta dan sebaliknya.
  • Permintaan umroh dan tour city diluar program yang ditetapkan travel.
  • Kelebihan bagasi, telepon hotel, loundry dan keperluan pribadi lain.

NB:

  • Biaya pembuatan pasport Rp350 ribu (diurus sendiri), selesai sekitar tujuh hari.
  • Biaya untuk suntik vaksinasi Meningitis Rp450.000,- (suntik sendiri).
  • Biaya buat surat mahrom Rp350 ribu (lewat travel).
READ :  Paket Umroh Murah Harga Mulai Rp19,9 Juta Bersama Travel Terpercaya

Kontak Informasi lengkap Paket Umroh Murah Bogor Tahun Baru  silakan kontak :

SUDJONO AF – 0813 8809 7656 WA | Email:[email protected]

 

Jamaah Umroh Inilah Perjalanan Haji dan Umrah Rasulullah

“Khudzuu ‘annii manaasikakum”

Artinya:

“Ambillah dariku pelaksanaan manasik hajimu atau ikutlah cara ibadah hajiku”

Demikian sabda Rasulullah SAW kepada para sahabat dan umat Islam pada umumnya. Cara ibadah haji Rasulullah SAW itu sudah barang tentu merupakan tuntunan paling afdal bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji. Jabir bin Abdullah RA dalam hadisnya, berkata:

“Ketika Rasulullah SAW melakukan haji, para sahabat termasuk kami sendiri ikut berhaji bersama beliau. Kami bersama Rasulullah SAW meninggalkan Madinah dan mengambil Mikat ke Bir Ali (Zulhulaifah).

Dengan memakai pakaian “ihram” dalam perjalanan ke Zulhulaifah (Bir Ali). Beliau dan rombongan bertemu Asma binti Umais yang baru saja melahirkan putrinya. Kemudian, Muhammad bin Abu Bakar menyuruh Asma bertanya kepada Rasulullah apa yang harus dilakukan seseorang yang baru melahirkan bayinya? Rasulullah kemudian memerintahkan Asma binti Umais mandi dan memakai kembali ihramnya.

Setelah shalat di masjid setempat, Rasulullah SAW menaiki unta kemudian menuju tempat dekat masjid yang bernama Al-Baida’. Disinilah Rasulullah SAW mulai membaca TALBIYAH dengan suara keras dan diikuti yang lainnya.

Artinya:

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan milik-Mu semata. Segenap kerajaan untuk-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”.

Nabi hanya berniat untuk “Haji” karena belum mengetahui tentang ibadah “Umrah”. Sebagaimana hadisnya:

Artinya:

“Waktu itu, kami hanya niat Haji, sebab kami belum tahu tentang umrah”.

Setelah memenuhi perjalanan jauh Madinah-Mekkah kami semua sampai ke Ka’bah. Pada waktu itu sebelum tawaf di mulai Rasulullah memegang dan mencium Hajar Aswad. Rasulullah SAW jalan cepat (raml) pada tiga putaran pertama dan setelah itu berjalan biasa (masyi). Sehabis tawaf tujuh kali putaran selanjutnya. Beliau pergi menghampiri makam Ibrahim serta membaca surat Al-Baqarah ayat 125:

Artinya:

“Dan ingatlah ketika Kami jadikan Baitullah itu tempat berhimpun manusia untuk beribadat, dan tempat yang aman. Dan jadikanlah makam Ibrahim sebagai tempat shalat. Dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Hendaklah kalian bersihkan rumah-Ku ini untuk orang-orang yang Tawaf, Iktikaf, Rukuk, dan Sujud. Dan jadikanlah Makam Ibrahim ini sebagai tempat sembahyang”.

Kemudian Rasulullah melakukan shalat sunat 2 rakaat diantara Makam Ibrahim dan Ka’bah, pada rakaat pertama membaca surat al-kafirun dan rakaat kedua al-ikhlas. Sesudah salam, Rasulullah menghampiri lagi Hajar Aswad dan mengusap serta menciumnya, lalu keluar menuju Bukit Shafa untuk Sa’i. Begitu mendekati Bukit Shafa, Rasulullah membuka surat Al-Baqarah ayat 158.

READ :  Hello world!

Artinya:

Bahwasanya Shafa dan Marwah sebagian dari tanda-tanda keagungan agama Allah. Barangsiapa yang menemukan ibadah haji dan umrah, tidak ada salahnya kalau ia berlari-lari antara kedua tempat itu. Dan barangsiapa yang berbuat kebaikan maka Allah Maha Pembalas Budi dan Maha Mengetahui.

Selanjutnya Rasulullah memulai Sa’i dari Bukit Shafa, yang dari ketinggiannya dapat melihat Ka’bah dan menghadap Qiblat lalu Beliau bertakbir 3x dan membaca doa:

“Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah. Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wa huwa alaa kulli syai’in qadiir. Laa illaahu wahdah anjaza wa’dahu wa nashara abdahu wa hazamal ahzaaba wadah”.

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya-lah kerajaan (kekuasaan) dan segala pujian. Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah, satu-satunya yang maha menepati janji-Nya dan menolong para hamba-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya sendirian”.

Setelah itu Rasulullah turun dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan setibanya di “Bathul Waadi” (daerah tersebut sekarang ditandai dengan dua lampu neon hijau). Kemudian beliau bersa’i dengan jalan cepat sampai ke bagian yang agak naik (disunnatkan jalan cepat bagi jamaah pria). Selanjutnya berjalan biasa sampai ke Bukit Marwah dan diatas bukit itu Beliau menghadap Qiblat dan bertakbir serta membaca doa seperti yang dilakukan beliau di bukit Shafa. Demikianlah Rasulullah melakukan Sa’i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah bolak-balik sebanyak tujuh kali. kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabat yang ikut sa’i:

“Kalau seandainya kuhadapi persoalan (ini) seperti yang pernah kuhadapi dahulu, niscaya aku tidak akan membawa binatang qurban, dan akan kujadikan ibadahku ini sebagai umrah. Oleh karena itu, siapa diantara kamu yang tidak membawa qurban, hendaklah Tahallul, dan jadikanlah ibadahmu itu sebagai umrah”.

Sahabat Suraqah bin Malik bertanya:

“Wahai Rasul, apakah hal seperti ini (perbuatan umrah di bulan haji) khusus untuk tahun sekarang ini saja atau untuk selamanya”?

Nabi menjawab:

“Umrah telah masuk dalam haji dua kali, tidak! Bahkan untuk seterusnya”.

Selama 4 hari Rasulullah berada di Mekkah, untuk menyelesaikan tawaf dan sa’i bersama isteri dan para sahabat, berarti Rasulullah telah melakukan setengah Haji Ifrad bersama-sama seratus lebih para sahabat, sedang yang lainnya atas petunjuk Rasulullah melakukan Haji Tamattu.

Pada hari Tarwiyah, tanggal 8 Zulhijjah tahun 10 H dengan berpakaian ihram untuk haji, Rasulullah bersama para sahabat meninggalkan Mekkah menuju Mina dengan mengendarai unta yang bernama Al-Qaswa yaitu selama satu hari satu malam. Setiba di Mina Rasulullah menunaikan shalat zuhur, asar, magrib, isya dan subuh, kemudian istirahat sambil menunggu matahari terbit.

Setelah shalat subuh Rasulullah menunggu sebentar hingga matahari terbir, lalu beliau memerintahkan para sahabat membentangkan kemah di Namirah (dekat Arafah), kemudian pagi itu yang bertepatan dengan Hari Arafah itu (9 Zulhijjah 10 H). Rasulullah meninggalkan Mina menuju Arafah. Dalam perjalanan Rasulullah berhenti atau berhenti di Muzdalifah  seperti yang biasa dikerjakan orang-orang Quraisy di zaman jahiliyah.

READ :  Biaya Umroh Murah 2018, 2019, 2020 di Tigaraksa Mulai Rp19,9 Juta.

Rasulullah tidak langsung masuk Arafah, tetapi tinggal beberapa saat di Namirah dalam naungan sebuah kemah hingga waktu wukuf (saat matahari sejajar diatas kepala dan mulai bergeser/tergelincir), lalu Rasulullah berangkat dengan unta kesayangannya ke lembah Bathnul Wadi di dekat Arafah. Ditempat ini Rasulullah menyampaikan Khutbah Wada.

Selesai khutbah, Rasulullah kemudian bertanya:

“Apakah kalian mempunyai pertanyaan tentang sesuatu dari-Ku, sekarang apa yang hendak kalian katakan? Katakanlah!”

Mereka menjawab:

“Kami menyaksikan bahwa Engkau telah menyampaikan menunaikan dan menasehati kamu”.

Maka berkatalah Rasulullah sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah langit menunjuk kehadapan orang banyak.

Allahummasyhad 3x

Ya Allah, Saksikanlah ini!

Setelah itu Rasulullah menyuruh Bilal melakukan azan, karena waktu shalat zuhur tiba. Pada saat inilah Rasulullah melaksanakan shalat Jamak Taqdim, yaitu shalat asar dibawa ke zuhur dengan dua iqamat. Beliau tidak shalat apapun antar dua shalat tersebut.

Seusai shalat Rasulullah menaiki unta Al-Qashwa menuju tempat wukuf ditengah-tengah Arafah di kaki bukit Jabal Rahmah. Disinilah Rasulullah wukuf sambil menghadap Qiblat, berdoa, dan berzikir yang terus menerus hingga matahari terbenam.

Sehabis wukuf Rasulullah meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah. Begitu Rasulullah menarik tali kendali unta Al-Qashwa, ia lalu mengangkat tangan kanan untuk memberikan isyarat berangkat, sambil bersabda:

“As-saakinah as-saakinah! (Hai manusia, tenanglah, tenanglah)”

Rasulullah berkata demikian karena melihat para sahabat tersebut agar lebih cepat meninggalkan Arafah menuju Mina. Melintasi sebuah lembah sepanjang 4 km yang terletak antara lembah Muhassir sebelah barat dan Al-Ma’zamin sebelah timur, Rasulullah mampir di Muzdalifah melakukan shalat Jamak Ta’khir (magrib dan isya dengan satu azan, dua iqamat) dan tidak shalat sunat apapun diantara keduanya. Selesai menjalankan shalat jamak Rasulullah bermalam sampai terbit fajar untuk mempersiapkan tenaga, menjelang pelaksanaan pelemparan jumrah di Mina. Seusai shalat subuh, Beliau dengan mengendarai Al-Qaswa bergerak menuju Mina, ditengah perjalanan, persisnya disuatu tempat yang disebut Al-Masy’aril Haram (sebuah bukit terletak di perbatasan Muzdalifah) Rasulullah berhenti dan menghadap Qiblat lalu berdoa dan bertakbir.

“Allahu Akbar, Laailaahaillallaahu wahdahu laa syarikalah”

 

Similar Posts: