Hadis dan Keutamaan Hajar Aswad

Hadis dan Keutamaan Hajar Aswad

KUMPULAN HADIS TENTANG HAJAR ASWAD

Hadis Sahih riwayat Tarmizi dan Abdullah bin Amir bin Ash mengatakan bahwa Rosul Saw bersabda:

 “Rukun ( Hajar Aswad) dan makam ( Batu/Makam Ibrahim) berasal dari batu-batu Rubi surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara Timur dan Barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya”

Hadis Sahih riwayat Imam Baihaqie dan Ibnu ‘Abbas RA, bahwa Rosul SAW bersabda :

“Allah akan membangkitkan Al-Hajar ( Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi tehadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dann benar”.

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rosul SAW bersabda:

“Nikmatilah ( peganglah ) Hajar Aswad ini sebelum diangkat ( dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.

Berdasarkan bunyi hadis itulah antara lain maka setiap jamaah haji baik yang mengerti mauoun tidak mengerti akan senantiasa menjadikan Hajar Aswad sebagai ‘target’ berburu… saya harus menciumnya.mencium Hajar Aswad!!!.

 

Bagitu padatnya jamaah dimusim haji tentu akan membuat antrian lama untuk mencium Hajar Aswad, maka dari itu anda harus rela dan ikhlas untuk hanya bisa memberi ‘kecupan’ jarak jauh sembari melafaskan basmalah dan takbir: Bismillah Wallahu Akbar. Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca do’a ketika hendak istilam ( mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagaimana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya :
“Bahwa Nabi Muhammad  SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillahi Wallhu Akbar.”

Dari Humaid bin Abi Sawiyyah ra, bahwa ia pernah mendengar bahwa Ibnu Hisyam pernah bertanya kepada Atho ibnu Abi Ribbah  ra ( seorang Thabi’in) ketika Atho sedang thawaf di Baitullah. Atho kemudian meriwayatkan bahwa Abu Hurairah ra mengatakan Bahwasanya Nabi SAW pernah bersabda,” Bahwa disekitar Hajar Aswad ada 70 Malaikat dan jika seseorang ( yang sedang thawaf ) berdo’a,” Ya Allah, aku minta ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah berilah aku kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah aku darisiksaapi neraka.”Maka para Malaikat itu akan mengaminkannya.”

Ketika sampai di Hajar Aswad, Ibnu Hisyam bertanya kembali,  “Ya Muhammad, apa yang kau ketahui tentang Hajar Aswad ini? Atho menjawab, bahwa Abu Hurairah pernah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rosulullah SAW mengatakan, “Barang siapa yang menyentuhnya, maka sebenarnya ia menyentuh tangan Ar-Rohman ( tangan Allah).”( HR. Ibnu Majah Al-Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diHasankan oleh sebagian ulama hadis)

Artikel Populer:  Sejarah Menghadap Kiblat ( Ka’bah)

“Rukun itu ( Hajar Aswad ) dan Makam ( tempat berpijak Nabi Ibrahim) adalah batu Yaqut dari bebatuan surga. Dan jika tidak disentuh (oleh) dosa-dosa manusia,maka pastilah akan terang dunia ini ( karena cahaya Hajar Aswad). Dan orang sakit yang menyentuhnya pastilah akan sembuh.” ( HR.Baihaqi. Imam Nawawi dalam al-Majmu mengatakan sanad nya Sahih)

“Al-Hajar Al-Aswad turun dari syurga, warnanya lebih putih darisusu lalu dosa-dosa anak Adam lah yang menjadikannya berwarna hitam.”
( HR.At-Tirmizi, Ibnu Khuzaimah dengan lafadh “lebih putih dari salju”)

Umar bin Al-Khaththab berkata:

“Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan mudhorot maupun manfaat. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi Muhammad SAW menciummu tentu aku tidak akan menciummu”.

Di salah satumusium Inggris, terdapat 3 buah bongkahan batu tersebut, para peneliti mengatakan bahwa “batu tersebut bukan dari sistem tata surya kita”, batu tersebut mengapung di atas air. Lanjutannya dikisahkan bahwa batu hitam tersebut  pernah terkubur pasir selama beberapa waktu.

Artikel Populer:  Ziarah Ke Jabal Uhud

KEUTAMAAN HAJAR ASWAD

Apa saja keistimewaan Hajar Aswad dan Rukun Yamani ? kenapa setiap orang yang berthawaf dianjurkan untuk mengusapnya? Simak penjelasan Yahya bin Syarf An Nawawi asy Asyafi’i rahimullah berikut ini.

An Nawawi Rohimullah menjelaskan

“Ketahuilah bahwa Ka’bah itu memiliki empat rukun. Pertama adalah rukun Hajar Aswad dan Rukun Yamani disebut dengan Yamaniyaani. Adapun dua rukun yang lain disebut dengan Syammiyyaani.”

Rukun Hajar Aswad memiliki dua keutamaan, yaitu [1] di sana adalah letak qowa’id (pondasi) Ibrahim ‘alaihis salam, dan [2] di sana terdapatbHajar Aswad. Sedangkan rukun Yamani memiliki satu keutamaan saja yaitu karena di sana adalah letak qowa’id (pondasi) Ibrahim. Sedangkan di rukun yang lainnya tidak ada salah satu dari dua keutamaan tadi. Oleh karena itu, Hajar Aswad dikhusukan dua hal, yaitu mengusap dan menciumnya kaena rukun tersebut memiliki dua keutamaan tadi. Sedangkan rukun Yamani disyariatkan untuk mengusapnya satu keutamaan. Sedangkan rukun yang lainnya tidak dicium dan tidak diusap. Wallahu ‘alam.

Artikel Populer:  Perjalanan Umroh Berziarah ke 8 Tempat Ziarah di Kota Madinah

Similar Posts: