Haji dan Umrah serta Ziarah Menurut Kitab dan Sunnah

Haji dan Umrah serta Ziarah Menurut Kitab dan Sunnah

Inilah ikhtisar manasik Haji dan Umrah. Penjelasan tentang keutamaan dan adab-adabnya serta hal-hal yang seyogianya diperhatikan oleh orang-orang yang berminat beribadah Haji, Umrah dan Ziarah ke Masjid Nabawi dan lainnya secara ringkas dan dengan ulasan seperlunya, seraya menitik-beratkan pada hal-hal yang didukung oleh Al-Qur'an dan Sunnah, sebagai upaya berbuat yang berarti dan tulus untuk saudara-saudara kami umat Islam, dan sebagai pengamalan firman Allah:

"Dan berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." (QS: Adz-Dzariyat. 55)

"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu):

"Hendaklah kamu menerangkan isi Kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya." (QS: Ali Imran: 187)

juga firman Allah :

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa. (Al-Maidah: 2)

Di dalam Hadits Shahih tentang haji dan umrah :

Dan Nabi s. a. w., bahwasanya beliau bersabda: Agama itu adalah nasihat (ketulusan tindak). Beliau ucapkan tiga kali.

Beliau ditanya: Untuk siapa, wahai Rasulullah?

Beliau menjawab: Untuk Allah, untuk KitabNya, untuk Rasul-Nya, dan untuk para pemimpin umat Islam serta umat Islam secara umum.

Di dalam Hadits lain dari Hudzaifah:

Diriwayatkan dari Hudzaifah – radhiyallahu 'anhu- bahwa Nabi -shalallahu 'alaihi wasallam- bersabda: "Barang siapa tidak memberikan per- hatian kepada urusan umat Islam maka ia bu-kanlah temasuk golongan mereka, dan barang siapa, baik sore maupun pagi harinya, tidak me-

lakukan nasehat (tindak tulus) untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya dan untuk para pemimpin umat Islam serta untuk umat Islam pada umumnya, maka ia bukanlah termasuk golongan mereka." (Hadits riwayat al-Thabarani)

Hanya kepada Allah SWT kita panjatkan permohonan. Kiranya Dia menjadikan buku ini bermanfaat untuk penulisnya dan untuk umat Islam, dan kiranya ini, semata-mata tulus untuk Wajah Allah Yang Mulia, serta menjadikannya sebagai sebab untuk meraih! kebahagiaan di sisi-Nya, di dalam surga yang penuh kenikmatan. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan do'a hambanya. Dia-lah yang mencukupi kita dan Dia-lah sebaik-baik Dzat yang kepada-Nya kita titipkan diri kita.

Ketahuilah, wahai saudaraku – semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya kepaku dan kepada Anda untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya – bahwasanya Allah mewajibkan atas para hamba-Nya untuk menunaikan haji ke Baitullah dan hal itu dijadikan-Nya sebagai salah satu rukun Islam.

Allah SWT berfirman:

"Menunaikan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu(bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan menuju Baitullah. Dan, barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam." (QS: Ali Imran: 97) .

Di dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Ibnu Umar, Nabi s. a. w. bersabda:

Didirikan atas Lima Pilar:

  1. Kesaksian bahwa tiada Tuhan (Yang Haq disembah) kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah Rasul Allah.
  2. Mendirikan shalat.
  3. Mengeluarkan zakat.
  4. Puasa pada bulan Ramadlan.
  5. Mengerjakan haji ke Baitullah.

Sa'id, dalam Kitab Sunan-nya, meriwayatkan dari Umar bin Khaththab:

Dan' Umar bin Khaththab, ia berkata: Aku ber- tekad mengutus beberapa orang menuju wila-

yah-wilayah ini untuk meneliti siapa yang memi- liki kecukupan harta, namun tidak menunaikan

haji, agar diwajibkan atas mereka membayar jizyah. Mereka bukanlah muslim. Mereka bukan- lah muslim.

Diriwayatkan dari 'Ali bahwa ia berkata:

Barang siapa berkemampuan menunaikan haji lalu ia tidak menunaikannya, maka terserah baginya memilih mati dalam keadaan beragama yahudi atau nasrani

Bagi orang yang belum haji, sementara mampu menunaikannya, ia wajib segera menunaikannya, berdasarkan riwayat dari Ibnuu 'Abbas, bahwasanya Nabi s. a. w. Bersabda:

"Cepat-cepatlah kalian menunaikan haji -yakni haji wajib- karena sesungguhnya seseorang di antara kamu tidak tahu apa yang akan terjadi padanya." (Hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal)

Di samping itu, karena pelaksaan haji bagi orang yang mampu adalah wajib disegerakan (tanpa di- tunda-tunda), berdasarkan firman Allah:

Mengerjakan haji kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengada- kan perjalanan menuju Baitullah. Dan barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka se- sungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuh- kan sesuatu) dari semesta alam. (QS: Ali Imran: 97)

Dan berdasarkan sabda Nabi s.a.w. Dalam khutbah beliau tentang HAji dan Umrah:

Wahai umat manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan haji atas kamu. Maka laksanakanlah haji.

Tentang kewajiban Umrah , banyak Hadits yang menunjukkan hal itu. Di antaranya, sabda Rasulullah s.a.w. tatkala menjawab pertanyaan Jibril tentang Islam, beliau menjawab:

Islam itu adalah:

Anda bersaksi bahwasanya tiada Tuhan (Yang Haq disembah) selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasul Allah;

  • Anda dirikan shalat;
  • Anda tunaikan zakat.
  • Anda laksanakan haji dan umrah.
  • Anda bermandi jinabat
  • Anda sempurnakan wudlu; dan Anda berpuasa pada bulan Ramadlan. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ad-Daraquthni dari Umar bin Khaththab. Ad-Daraguthni berkata: sanad hadits ini shahih)

Diantaranya lagi, hadits Aisyah:

Aisyah bertanya: wahai Rasulullah, adakah kewajiban jihad bagi wanita? Beliau menjawab:

"Bagi mereka ada kewajiban jihad tanpa pepe- rangan, yaitu Haji dan Umrah. "(Hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).

Haji dan Umrah hanya diwajibkan sekali saja seumur hidup. Hal ini berdasarkan sabda Nabi s.a.w. Dalam hadits shahih:

Barang siapa menambah (melakukan lebih dari sekali), maka itu adalah merupakan tathawwu' (amalan sunah atas kerelaan). Disunnahkan memperbanyak melakukan Haji dan Umrah sebagai tathawwu ' (amalan tambahan), berdasarkan hadits dalam shahih al-Bukhari dan Muslim:

Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu- ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Umrah ke Umrah berikutnya adalah menutupi (kajarat) kesalahan-kesalahan yang terjadi antara keduanya. Dan, haji yang mabrur itu imbalannya tiada lain adalah surga ".

 

Oleh; Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

diterjemahkan oleh; Rahmatul Arifin Muhammad Ma'ruf

Dicetak dan Diedarkan oleh : Kementrian Urusan Agama Islam, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Islam Perwakilan Bidang Percetakan dan Distribusi Riyadh – Saudi Arabia, 1422H 

Similar Posts:

By |2015-05-16T11:46:30+00:00May 16th, 2015|Uncategorized|

One Comment

  1. […] Biaya Halal untuk Haji dan Umroh. Artikel Lengkap … » yang aman adalah sekitar $1.500. Umroh  Desember 2015, berangkat tanggal 26, 27, 28, 29, 30, 31 Desember 2015. Juga […]

Leave A Comment