Haji dan Umroh yang Mabrur Balasannnya Surga

Haji dan Umroh yang Mabrur Tiada Balasannnya yang Tepat Kecuali Surga

Haji dan umroh adalah ibadah yang paling lengkap dari seluruh ibadah mahdhah (ritual) yang ada dalam Islam. Dalam haji dan umroh terdapat tiga ibadah sekaligus. Ibadah fisik, ibadah lisan dan ibadah hati. Seseorang yang melakukan ibadah haji dan umroh harus melakukan perjalanan yang begitu jauh dan melelahkan. Dari tanah air Indonesia, calon jamaah haji dan umroh harus naik pesawat selama 9-10 jam penerbangan. Ditambah naik bus dari Jeddah ke Madinah selama 4-5 jam, dan Madinah ke Mekkah selama 6-7 jam. Di Tanah Suci, rata-rata ibadah yang dilakukan pun menggunakan fisik, terutama berjalan kaki seperti thawaf, sa’i, melempar jumrah, ziarah, dan sebagainya.

Sedang ibadah lisan selama perjalanan haji dan umroh, maka para calon jamaah haji dan umroh harus selalu bertalbiyah.“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”. Diutamakan juga jamaah haji dan umroh banyak berdzikir berdo’a, dan membaca al Qur’an.

Ibadah ketiganya adalah ibadah hati. Dalam ibadah haji dan umroh hati juga harus selalu lurus. Niat ibadah tertuju semata-mata karena Allah SWT. Tidak melkukan jidal, gosip, rafat dan pertengkaran. Jadi lengkap, ada ibadah fisik, lisan dan hati.

Haji dan Umroh adalah Cita-cita dan Keyakinan

Haji dan umrah, bagi sebagian besar kaum muslimin adalah dambaan hati. Sebuah cita-cita dan harapan besar. Mereka berharap suatu ketika dapat menunaikan rukun islam kelima pergi ke Tanah Suci. Bagi yang pernah berhaji, pasti ingin berangkat lagi kesana baik untuk melaksanakan ibadah haji maupun umroh saja apabila ada kesempatan. Padahal apabila kita saksikan mereka yang pergi haji dan umroh, sepertinya berat dan susah. Apalagi yang sering kita lihat, mereka yang menunaikan ibadah haji khususnya sudah dalam usia lanjut.

Harap maklum. Biaya untuk berangkat haji dan umroh lumayan besar. Untuk berangkat umroh saja saat ini perlu dana sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta. Sedang untuk ibadah haji perlu dana sekitar Rp 40 juta – Rp45 juta. Jumlah biaya perjalanan umroh dan haji yang tidak sedikit ini umumnya baru dapat terkumpul setelah usia tua, setelah menabung berpuluh tahun.

Itulah sebuah cita-cita. Sebuah harapan dan keyakinan. Orang akan melakukan apa saja demi apa yang ia cita-citakan. Berangkat haji dan umroh, bagi kebanyakan orang merupakan suatu simbol keberhasilan spiritual. Sesuatu yang didapat dengan susah payah dan penuh perjuangan, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan pas-pasan. Seseorang mengumpulkan hartanya sedikit demi sedikit, ditabung dan disimpan. Ia rela meninggalkan atau menunda keinginan bahkan kebutuhannya yang lain asal dapat pergi haji dan umroh. Akhirnya Allah memberikan kesempatan untuk pergi. Persiapanpun dilakukan jauh-jauh hari, satu tahun sebelumnya. Perjalanan yang payah dan melelahkan, cuaca yang mungkin tidak bersahabat dengan fisiknya dan akhirnya pulang ke tanah air dengan menyandang predikat “haji”.

Memang agak aneh bila dipikir-pikir, ada sebuah ibadah bisa menjadi gelar. Seseorang yang telah pergi haji oleh masyarakat diberi gelar dan dipanggil “Pak Haji atau Bu Hajah”. “Haji Fulan bin Fulan” atau “Hajah Fulanah binti Fulan”. Posisi mereka begitu dihormati dan disegani. Memahami betapa beratnya ibadah haji dan umroh tentu wajar jika gelar tersebut disandangkan kepada mereka yang telah menunaikannya.

Apalagi zaman dahulu belum ada pesawat terbang, jamaah haji pergi dengan kapal dan unta. Perjalanan memakan waktu dua bulan (bandingkan dengan zaman sekarang menggunakan pesawat terbang yang hanya 9-10 jam). Mereka yang pergi haji waktu itu belum tentu bisa pulang lagi karena beratnya medan sehingga keluarganya seperti sudah merelakan bila tidak kembali.

Balasan Haji dan Umroh : Surga dan Bebas dari Kemiskinan.

Orang yang telah menunaikan ibadah haji dan umroh memang sudah melewati serangkaian ujian-ujian. Mulai dari ujian fisik, seperti harus menempuh perjalanan dan menjalankan manasik sampai ujian hati seperti lurusnya niat, kemampuan mengendalikan diri dan menjauhkan diri dari penyakit hati. Orang yang sudah berhaji pun harus menjaga diri agar masyarakat tidak mempunyai persepsi yang buruk atas gelar hajinya. Demikian beratnya memperoleh dan menyandang gelar haji rasanya sepadan dengan pahala yang dijanjikannya.

Rasulullah saw menyatakan,

“Haji yang mabrur tiada balasannnya yang tepat kecuali surga” (HR Bukhari dan Muslim).

Umroh Ramadhan fadilah pahalanya sangat besar. Seperti Haji bersama Rsulullah.

Haji dan Umroh yang Mabrur Tiada Balasannnya yang Tepat Kecuali Surga

Bersambung: Tidaklah orang yang berhaji itu akan miskin | Umroh Murah Ilalang Barokah

Similar Posts:

By |2017-12-27T13:21:09+00:00May 4th, 2015|Uncategorized|

2 Comments

  1. […] 3 kali sehari, Umroh kedua dari miqot berbeda dan Air Zam Zam 5 […]

  2. […] 3 kali sehari, Umroh kedua dari miqot berbeda dan Air Zam Zam 5 […]

Leave A Comment