Hukum dan Tatacara Melaksanakan Thawaf Dalam Ibadah Haji dan Umroh. Thawaf merupakan salah satu rukun dalam ibadah umroh. Hukum dan tatacaranya sudah diatur sesuai yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

=======================================================================

Paket Umroh Murah Surabaya 2019 – 2020, Mulai Rp21,5 Juta

Hubungi: H SUDJONO AF 081388097656 – WA

======================================================================

Paket Umroh Murah Surabaya

Paket Umroh Murah Surabaya

DAFTAR ISI:

  • Hukum Berlari-lari Kecil Saat Awal Tahwaf
  • Hukum Mengusap Hajar Aswad Saat Datang Makkah
  • Hukum Berlari-lari Kecil Saat Haji Dan Umrah
  • Hukum Mengusap Rukun Yamani Dengan Tongkat
  • Hukum Orang Yang Tidak Mengusap Kecuali Hanya Dua Rukun Yamani
  • Hukum Mencium Hajar Aswad
  • Hukum Orang Yang Berisyarat Kepada Rukun Saat Datang Kepadanya
  • Hukum Membaca Takbir Saat Di Rukun
  • Hukum Thawaf Di Ka’bah Ketika Datang Di Makkah Sebelum Kembali Ke Rumah
  • Hukum Wanita Thawaf Bersama Laki-Laki
  • Hukum Berbicara Saat Thawaf
  • Seseorang Melihat Tali Atau Sesuatu Saat Thawaf, Kemudian Ia Memotongnya
  • Tidak Boleh Thawaf Di Ka’bah Dengan Telanjang
  • Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Sholat Dua Rakaat Di Belakang Maqam Ibrahim
  • Hukum Seseorang Yang Belum Mendekat Ka’bah Dan Belum Thawaf Hingga Keluar Ke Arafah
  • Hukum Orang Yang Shalat Dua Rakaat Saat Thawaf Di Luar Masjid
  • Hukum Orang Yang Shalat Dua Rakaat Saat Thawaf Di Belakang Maqam Ibrahim
  • Hukum Thawaf Setelah Subuh Dan Asar
  • Hukum Orang Sakit Thawaf Dengan Berkendaraan
  • Hukum Memberi Minum Jamaah Haji
  • Hukum Meminum Air Zamzam
  • Hukum Thawaf Bagi Orang Yang Melakukan Haji Qiran
  • Hukum Thawaf Tanpa Wudlu
  • Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Memerintahkan Agar Thawaf Ifadlah Dengan Tenang

Hukum Berlari-lari Kecil Saat Awal Tahwaf

No. Hadist: 1499

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ هُوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ إِنَّهُ يَقْدَمُ عَلَيْكُمْ وَقَدْ وَهَنَهُمْ حُمَّى يَثْرِبَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَرْمُلُوا الْأَشْوَاطَ الثَّلَاثَةَ وَأَنْ يَمْشُوا مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ وَلَمْ يَمْنَعْهُ أَنْ يَأْمُرَهُمْ أَنْ يَرْمُلُوا الْأَشْوَاطَ كُلَّهَا إِلَّا الْإِبْقَاءُ عَلَيْهِمْ

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad dia adalah putra dari Zaid dari Ayyub dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya datang mengunjungi Ka’bah”. Kaum Musyrikin berkata: “Dia datang kepada kalian padahal mereka telah dilemahkan fisik mereka oleh penyakit demam yang melanda kota Yatsrib”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabatnya agar berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa antara dua rukun (sudut) dan tidak ada yang menghalangi Beliau bila memerintahkan mereka agar berlari-lari kecil untuk semua putaran, namun hal itu tidak lain kecuali sebagai kemurahan Beliau kepada mereka”.

 

Hukum Mengusap Hajar Aswad Saat Datang Makkah

No. Hadist: 1500

حَدَّثَنَا أَصْبَغُ بْنُ الْفَرَجِ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَقْدَمُ مَكَّةَ إِذَا اسْتَلَمَ الرُّكْنَ الْأَسْوَدَ أَوَّلَ مَا يَطُوفُ يَخُبُّ ثَلَاثَةَ أَطْوَافٍ مِنْ السَّبْعِ

Telah menceritakan kepada kami Ashbagh bin Al Faraj telah mengabarkan kepada saya Ibnu Wahb dari Yunus dari Ibnu Syihab dari Salim dari bapaknya radliallahu ‘anhu berkata,: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam tatkala datang ke Makkah (melaksanakan haji atau ‘umrah) bila menyentuh sudut Al Hajar Al Aswad ketika melaksanakan thawaf qudum, Beliau berlari-lari kecil pada tiga kali putaran dari tujuh putaran”.

 

Hukum Berlari-lari Kecil Saat Haji Dan Umrah

No. Hadist: 1501

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَعَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَشْوَاطٍ وَمَشَى أَرْبَعَةً فِي الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ تَابَعَهُ اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي كَثِيرُ بْنُ فَرْقَدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Salam telah menceritakan kepada kami Suraij bin An-Nu’man telah menceritakan kepada kami Fulaih dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam melaksanakan sa’iy dengan berlari-lari kecil pada tiga putaran dan berjalan biasa pada empat putaran sisanya dalam pelaksanaan hajji maupun ‘umrah”. Hadits ini diikuti pula oleh Al Laits, dia berkata; telah menceritakan kepada saya Katsir bin Farqad dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam.

No. Hadist: 1502

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِلرُّكْنِ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَلَمَكَ مَا اسْتَلَمْتُكَ فَاسْتَلَمَهُ ثُمَّ قَالَ فَمَا لَنَا وَلِلرَّمَلِ إِنَّمَا كُنَّا رَاءَيْنَا بِهِ الْمُشْرِكِينَ وَقَدْ أَهْلَكَهُمْ اللَّهُ ثُمَّ قَالَ شَيْءٌ صَنَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا نُحِبُّ أَنْ نَتْرُكَهُ

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja’far bin Abu Katsir berkata, telah mengabarkan kepada saya Zaid bin Aslam dari bapaknya bahwa ‘Umar bin Al Khaththob radliallahu ‘anhu berkata kepada rukun (Al Hajar AL Aswad): “Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan madharat maupun manfa’at. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi Shallallahu’alaihiwasallam menciummu tentu aku tidak akan menciummu”. Maka dia menciumnya lalu berkata: “Kenapa pula kita harus berlari-lari kecil?. Sungguh kami telah menyaksikan orang-orang musyrikin melakukannya namun kemudian mereka dibinasakan oleh Allah subhanahu wata’ala”. Dia berkata: “Berlari-lari kecil ini adalah sesuatu sunnah yang telah dikerjakan oleh Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan kami tidak suka bila meninggalkannya”.

No. Hadist: 1503

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا تَرَكْتُ اسْتِلَامَ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ فِي شِدَّةٍ وَلَا رَخَاءٍ مُنْذُ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُهُمَا قُلْتُ لِنَافِعٍ أَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَمْشِي بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ قَالَ إِنَّمَا كَانَ يَمْشِي لِيَكُونَ أَيْسَرَ لِاسْتِلَامِهِ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari ‘Ubaidullah dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma berkata: “Tidak pernah aku meninggalkan dari menyentuh (mengusap) dua rukun ini (yang ada Al Hajar Al Aswad) baik dalam keadaan sulit maupun mudah semenjak aku melihat Nabi Shallallahu’alaihiwasallam mengusap keduanya”. Aku bertanya klepada Nafi’: “Apakah Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma berjalan diantara dua rukun itu?”. Dia berkata: “Dia berjalan agar dapat lebih mudah untuk mengusapnya”.

 

Hukum Mengusap Rukun Yamani Dengan Tongkat

No. Hadist: 1504

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ وَيَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ طَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ عَلَى بَعِيرٍ يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ بِمِحْجَنٍ تَابَعَهُ الدَّرَاوَرْدِيُّ عَنْ ابْنِ أَخِي الزُّهْرِيِّ عَنْ عَمِّهِ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih dan Yahya bin Sulaiman keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb berkata, telah mengabarkan kepada saya Yunus dari Ibnu Syihab dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melaksanakan thawaf ketika hajji wada’ (perpisahan) diatas untanya dan Beliau menyentuh Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) menggunakan tongkat”. Hadits ini juga diikuti oleh Ad-Darawardiy dari anak saudara laki-laki Az Zuhriy dari pamannya.

 

Hukum Orang Yang Tidak Mengusap Kecuali Hanya Dua Rukun Yamani

No. Hadist: 1505

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَمْ أَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُ مِنْ الْبَيْتِ إِلَّا الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Laits dari Ibnu Syihab dari Salim bin ‘Abdullah dari bapaknya radliallahu ‘anhuma berkata: “Aku tidak melihat Nabi Shallallahu’alaihiwasallam menyentuh sesuatu dari Ka’bah kecuali dua rukun Yamani”.

 

Hukum Mencium Hajar Aswad

No. Hadist: 1506

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا وَرْقَاءُ أَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَبَّلَ الْحَجَرَ وَقَالَ لَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sinan telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Warqa’ telah mengabarkan kepada kami Zaid bin Aslam dari bapaknya berkata; Aku melihat ‘Umar bin Al Khaththob radliallahu ‘anhu mencium Al Hajar Al Aswad lalu berkata: “Kalau bukan karena aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menciummu tentu aku tidak akan menciummu”.

No. Hadist: 1507

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ عَرَبِيٍّ قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ اسْتِلَامِ الْحَجَرِ فَقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ قَالَ قُلْتُ أَرَأَيْتَ إِنْ زُحِمْتُ أَرَأَيْتَ إِنْ غُلِبْتُ قَالَ اجْعَلْ أَرَأَيْتَ بِالْيَمَنِ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Az Zubair bin ‘Arabiy berkata; Ada seseorang bertanya kepada Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma tentang mengusap Al Hajar Al Aswad. Maka dia berkata: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengusap dan menciumnya”. Dia berkata; Aku bertanya lagi: “Bagaimana kalau berdesakan atau aku gagal menggapainya?”. Dia menjawab: “Tetap laksanakanlah”. Bagaimana kalau kamu berada di Yaman?.”Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengusap dan menciumnya”.

 

Hukum Orang Yang Berisyarat Kepada Rukun Saat Datang Kepadanya

No. Hadist: 1508

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ طَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَيْتِ عَلَى بَعِيرٍ كُلَّمَا أَتَى عَلَى الرُّكْنِ أَشَارَ إِلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Khalid dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah diatas untanya dan setiap kali Beliau melewati Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) Beliau memberi isyarat kepadanya”.

 

Hukum Membaca Takbir Saat Di Rukun

No. Hadist: 1509

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ طَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَيْتِ عَلَى بَعِيرٍ كُلَّمَا أَتَى الرُّكْنَ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ كَانَ عِنْدَهُ وَكَبَّرَ تَابَعَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ

READ :  Hukum Thawaf Wada', Jumrah, dan Mencukur Rambut Sebelum Thawaf Ifadlah

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Khalid bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami Khalid Al Hadzdza’ dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah diatas untanya dan setiap kali Beliau melewati Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) Beliau memberi isyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada pada Beliau lalu bertakbir”. Hadits ini juga diikuti oleh Ibrahim bin Thahran dari Khalid Al Hadzdza’.

 

Hukum Thawaf Di Ka’bah Ketika Datang Di Makkah Sebelum Kembali Ke Rumah

No. Hadist: 1510

حَدَّثَنَا أَصْبَغُ عَنْ ابْنِ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ذَكَرْتُ لِعُرْوَةَ قَالَ فَأَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ أَوَّلَ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ حِينَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تَوَضَّأَ ثُمَّ طَافَ ثُمَّ لَمْ تَكُنْ عُمْرَةً ثُمَّ حَجَّ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مِثْلَهُ ثُمَّ حَجَجْتُ مَعَ أَبِي الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَوَّلُ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ الطَّوَافُ ثُمَّ رَأَيْتُ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارَ يَفْعَلُونَهُ وَقَدْ أَخْبَرَتْنِي أُمِّي أَنَّهَا أَهَلَّتْ هِيَ وَأُخْتُهَا وَالزُّبَيْرُ وَفُلَانٌ وَفُلَانٌ بِعُمْرَةٍ فَلَمَّا مَسَحُوا الرُّكْنَ حَلُّوا

Telah menceritakan kepada kami Ashbagh dari Ibnu Wahb telah mengabarkan kepada saya ‘Amru dari Muhammad bin ‘Abdurrahman; aku menyebutkan sesuatu kepada ‘Urwah, maka ia berkata: ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata kepadaku bahwa yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Shallallahu’alaihiwasallam ketika Beliau sampai (di Makkah) adalah berwudhu kemudian thawaf dan tidak ber’umrah. Kemudian Abu Bakar dan ‘Umar radliallahu ‘anhuma melakukan hajji seperti beliau, lalu aku berhajji bersama Abu Zubair radliallahu ‘anhu dan yang pertama kali ia lakukan adalah thawaf. Kemudian aku melihat orang-orang Muhajirin dan Anshar melakukan seperti itu. Dan sungguh ibuku mengabarkan kepadaku bahwa ia, saudara perempuannya, Az Zubair, fulan dan fulan berniat ihram untuk umrah, dan setelah mereka mengusap Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) maka mereka bertahallul.

No. Hadist: 1511

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ أَنَسٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا طَافَ فِي الْحَجِّ أَوْ الْعُمْرَةِ أَوَّلَ مَا يَقْدَمُ سَعَى ثَلَاثَةَ أَطْوَافٍ وَمَشَى أَرْبَعَةً ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ يَطُوفُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah menceritakan kepada kami Abu Dhamrah Anas telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhua bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam apabila thawaf dalam pelaksanaan hajji atau ‘umrah, yang pertama kali dilakukan adalah bersa’iy (berlari kecil) mengelilingi Ka’bah tiga kali putaran dan berjalan pada empat putaran lainnya kemudian shalat dua raka’at lalu berjalan bolak balik antara bukit Ash-Shafa dan Al Marwah”.

No. Hadist: 1512

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا طَافَ بِالْبَيْتِ الطَّوَافَ الْأَوَّلَ يَخُبُّ ثَلَاثَةَ أَطْوَافٍ وَيَمْشِي أَرْبَعَةً وَأَنَّهُ كَانَ يَسْعَى بَطْنَ الْمَسِيلِ إِذَا طَافَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ

Telah menceritakan kepada kami Ibrahin bin Al Mundzir telah menceritakan kepada kami Anas bin ‘Iyadh dari ‘Ubaidullah dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam apabila thawaf di Ka’bah Baitullah berjalan cepat pada tiga putaran dan berjalan biasa pada empat putaran lainnya dan berjalan pada dasar aliran air ketika sa’iy antara bukit Ash-Shafa dan Al Marwah”.

 

Hukum Wanita Thawaf Bersama Laki-Laki

No. Hadist: 1513

و قَالَ لِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ إِذْ مَنَعَ ابْنُ هِشَامٍ النِّسَاءَ الطَّوَافَ مَعَ الرِّجَالِ قَالَ كَيْفَ يَمْنَعُهُنَّ وَقَدْ طَافَ نِسَاءُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ الرِّجَالِ قُلْتُ أَبَعْدَ الْحِجَابِ أَوْ قَبْلُ قَالَ إِي لَعَمْرِي لَقَدْ أَدْرَكْتُهُ بَعْدَ الْحِجَابِ قُلْتُ كَيْفَ يُخَالِطْنَ الرِّجَالَ قَالَ لَمْ يَكُنَّ يُخَالِطْنَ كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَطُوفُ حَجْرَةً مِنْ الرِّجَالِ لَا تُخَالِطُهُمْ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ انْطَلِقِي نَسْتَلِمْ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ انْطَلِقِي عَنْكِ وَأَبَتْ يَخْرُجْنَ مُتَنَكِّرَاتٍ بِاللَّيْلِ فَيَطُفْنَ مَعَ الرِّجَالِ وَلَكِنَّهُنَّ كُنَّ إِذَا دَخَلْنَ الْبَيْتَ قُمْنَ حَتَّى يَدْخُلْنَ وَأُخْرِجَ الرِّجَالُ وَكُنْتُ آتِي عَائِشَةَ أَنَا وَعُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ وَهِيَ مُجَاوِرَةٌ فِي جَوْفِ ثَبِيرٍ قُلْتُ وَمَا حِجَابُهَا قَالَ هِيَ فِي قُبَّةٍ تُرْكِيَّةٍ لَهَا غِشَاءٌ وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَهَا غَيْرُ ذَلِكَ وَرَأَيْتُ عَلَيْهَا دِرْعًا مُوَرَّدًا

Dan berkata, kepadaku ‘Amru bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim berkata, Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada kami, berkata,, telah mengabarkan kepada saya ‘Atho’ ketika Ibnu Hisyam melarang para wanita untuk thawaf bersama kaum lelaki, ia (‘Atho’) berkata; “Bagaimana kalian melarang mereka sedangkan para isteri Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melakukan tawaf bersama kaum lelaki?”. Aku bertanya: “Apakah setelah turun ayat hijab atau sebelumnya?”. Ia menjawab: “Benar, sungguh aku mendapatinya setelah turun ayat hijab”. Aku berkata: “Bagaimana mereka berbaur dengan kaum lelaki?”. Ia menjawab: “Mereka tidak berbaur dengan kaum lelaki, dan ‘Aisyah radliallahu ‘anha thawaf dengan menyendiri dan tidak berbaur dengan kaum lelaki”. Lalu ada seorang wanita berkata, kepadanya: “Beranjaklah wahai Ummul Mukminin, mari kita mencium hajar aswad”. ‘Aisyah radliallahu ‘anha menjawab: “Engkau saja yang pergi”. Sedangkan ia enggan untuk pergi. Dahulu kaum wanita keluar pada malam hari tanpa diketahui keberadaannya, lalu mereka thawaf bersama kaum lelaki. Namun mereka jika memasuki masjid, mereka berdiri hingga mereka masuk saat para lelaki telah keluar. Dan aku bersama ‘Ubaid bin ‘Umair pernah menemui ‘Aisyah radliallahu ‘anha yang sedang berada disisi gunung Tsabir. Aku bertanya: “Hijabnya apa? Ia menjawab: “Ia berada di dalam tenda kecil buatan Turki. Tenda itu memiliki penutup yang tipis dan tidak ada pembatas antara kami dan beliau selain tenda itu, dan aku melihat beliau mengenakan gamis bermotif mawar”.

No. Hadist: 1514

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ شَكَوْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أَشْتَكِي فَقَالَ طُوفِي مِنْ وَرَاءِ النَّاسِ وَأَنْتِ رَاكِبَةٌ فَطُفْتُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَئِذٍ يُصَلِّي إِلَى جَنْبِ الْبَيْتِ وَهُوَ يَقْرَأُ وَالطُّورِ وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ

Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepada kami Malik dari Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Nawfal dari ‘Urwah bin Az Zubair dari Zainab binti Abu Salamah dari Ummu Salamah radliallahu ‘anha isteri Nabi Shallallahu’alaihiwasallam berkata: “Aku mengadu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bahwa kondisiku sedang lemah, maka Beliau berkata: “Thawaflah dari belakang orang banyak dengan mengendarai tunggangan”. Maka aku thawaf sedang Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam saat itu shalat disisi Ka’bah Baitullah dan Beliau membaca Surah Ath-Thur (Surah ke 52).

 

Hukum Berbicara Saat Thawaf

No. Hadist: 1515

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُمْ قَالَ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ الْأَحْوَلُ أَنَّ طَاوُسًا أَخْبَرَهُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ بِإِنْسَانٍ رَبَطَ يَدَهُ إِلَى إِنْسَانٍ بِسَيْرٍ أَوْ بِخَيْطٍ أَوْ بِشَيْءٍ غَيْرِ ذَلِكَ فَقَطَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ قُدْهُ بِيَدِهِ

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij mengabarkan kepada mereka, katanya telah mengabarkan kepada saya Sulaiman Al Ahwal bahwa Thowus nemgabarkan kepadanya dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam ketika sedang thawaf, Beliau melewati seorang yang mengikat tangannya kepada orang lain dengan tali atau benang atau selain itu. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam memutuskannya dengan tangan Beliau sendiri dan berkata, (kepada orang lainnya): “Tuntunlah dia dengan tangannya”.

 

Seseorang Melihat Tali Atau Sesuatu Saat Thawaf, Kemudian Ia Memotongnya

No. Hadist: 1516

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ بِزِمَامٍ أَوْ غَيْرِهِ فَقَطَعَهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari wa Ibnu Juraij dari Sulaiman Al Ahwal dari Thowus dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melihat seseorang thawaf di Ka’bah dengan mengikat (tangannya kepada orang lain) dengan tali kekang atau selainnya lalu Beliau memotongnya.

 

Tidak Boleh Thawaf Di Ka’bah Dengan Telanjang,

No. Hadist: 1517

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ يُونُسُ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ حَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعَثَهُ فِي الْحَجَّةِ الَّتِي أَمَّرَهُ عَلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ يَوْمَ النَّحْرِ فِي رَهْطٍ يُؤَذِّنُ فِي النَّاسِ أَلَا لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits berkata, Yunus berkata, Ibnu Syihab telah menceritakan kepada saya Humaid bin ‘Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengabarkan kepadanya bahwa Abu Bakar Ash-Shidiq radliallahu ‘anhu mengutusnya dalam urusan yang dia diperuntahkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam sebelum hajji wada’ pada hari Nahar dalam satu rambongan kecil untuk mengumumkan kepada manusia bahwa; “Setelah tahun ini tidak boleh seorang musyrikpun ang melaksanakan hajji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dengan telanjang”.

 

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Sholat Dua Rakaat Di Belakang Maqam Ibrahim

No. Hadist: 1518

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو سَأَلْنَا ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَيَقَعُ الرَّجُلُ عَلَى امْرَأَتِهِ فِي الْعُمْرَةِ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعًا ثُمَّ صَلَّى خَلْفَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ وَطَافَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَقَالَ { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ إِسْوَةٌ حَسَنَةٌ } قَالَ وَسَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَ لَا يَقْرَبُ امْرَأَتَهُ حَتَّى يَطُوفَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru: “Kami pernah bertanya kepada Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma: “Apakah seorang suami boleh berhubungan dengan isterinya dalam pelaksanaan ‘umrah sebelum dia melaksanakan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah?”. Dia menjawab: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam pernah datang ke Baitullah untuk hajji, Beliau thawaf di Baitullah tujuh kali putaran kemudian shalat dua raka’at di belakang Maqam (Ibrahim) lalu melakukan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah. Kemudian dia membaca QS Al Ahzab ayat 21 yang artinya: (“Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah”). Dan aku (‘Amru) pernah pula bertanya kepada Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhu tentang hal ini. Maka katanya: “Janganlah orang itu mendekati isterinya hingga dia melaksanakan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah.

 

READ :  Inilah 4 Mazhab Dalam Menetapkan Hukum Ibadah Umroh Haji

Hukum Seseorang Yang Belum Mendekat Ka’bah Dan Belum Thawaf Hingga Keluar Ke Arafah

No. Hadist: 1519

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ أَخْبَرَنِي كُرَيْبٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ فَطَافَ وَسَعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَلَمْ يَقْرَبْ الْكَعْبَةَ بَعْدَ طَوَافِهِ بِهَا حَتَّى رَجَعَ مِنْ عَرَفَةَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar telah menceritakan kepada kami Fudhail telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Uqbah telah mengabarkan kepada saya Kuraib dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tiba di Makkah lalu Beliau thawaf dan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah dan Beliau tidak mendekati Ka’bah setelah melaksanakan thawafnya hingga Beliau kembali dari ‘Arafah.

 

Hukum Orang Yang Shalat Dua Rakaat Saat Thawaf Di Luar Masjid

No. Hadist: 1520

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ زَيْنَبَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا شَكَوْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ يَحْيَى بْنُ أَبِي زَكَرِيَّاءَ الْغَسَّانِيُّ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ بِمَكَّةَ وَأَرَادَ الْخُرُوجَ وَلَمْ تَكُنْ أُمُّ سَلَمَةَ طَافَتْ بِالْبَيْتِ وَأَرَادَتْ الْخُرُوجَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُقِيمَتْ صَلَاةُ الصُّبْحِ فَطُوفِي عَلَى بَعِيرِكِ وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ فَفَعَلَتْ ذَلِكَ فَلَمْ تُصَلِّ حَتَّى خَرَجَتْ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Muhammad bin ‘Abdurrahman dari ‘Urwah dari Zainab dari Ummu Salamah radliallahu ‘anha; “Aku mengadu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam “. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Harb telah menceritakan kepada kami Abu Marwan Yahya bin Abu Zakariya’ Al Ghossaniy dari Hisyam dari ‘Urwah dari Ummu Salamah radliallahu ‘anhah, isteri Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkata, ketika Beliau berada di Makkah dan hendak keluar darinya, sedangkan Ummu Salamah belum melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah dan dia juga hendak keluar (dari Makkah), Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkata kepadanya: “Jika shalat Shubuh sudah dibacakan iqamatnya maka thawaf lah kamu diatas untamu saat orang-orang sedang melaksanakan shalat”. Maka aku laksanakan perintah itu dan aku tidak shalat (sunnah thawaf) hingga aku keluar (dari Baitullah) “.

 

Hukum Orang Yang Shalat Dua Rakaat Saat Thawaf Di Belakang Maqam Ibrahim

No. Hadist: 1521

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعًا وَصَلَّى خَلْفَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّفَا وَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى } لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ {

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Dinar berkata; Aku mendengar Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam datang (ke Baitullah untuk hajji) maka Beliau thawaf di Baitullah tujuh kali putaran kemudian shalat dua raka’at di belakang Maqam (Ibrahim) lalu keluar menuju bukit Ash-Shafa dan Al Marwah. Dan sungguh Allah Ta’ala telah berfirman dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang artinya: (“Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah”).

 

Hukum Thawaf Setelah Subuh Dan Asar

No. Hadist: 1522

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُمَرَ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ نَاسًا طَافُوا بِالْبَيْتِ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ ثُمَّ قَعَدُوا إِلَى الْمُذَكِّرِ حَتَّى إِذَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ قَامُوا يُصَلُّونَ فَقَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَعَدُوا حَتَّى إِذَا كَانَتْ السَّاعَةُ الَّتِي تُكْرَهُ فِيهَا الصَّلَاةُ قَامُوا يُصَلُّونَ

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin ‘Umar Al Bashriy telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Habib dari ‘Atho’ dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa orang-orang thawaf di Ka’bah setelah shalat Shubuh kemudian mereka duduk untuk berdzikir hingga ketika matahari telah terbit mereka mendirikan shalat. Maka ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Mereka duduk hingga waktu yang dilarang untuk shalat telah berlalu, mereka mendirikan shalat”

No. Hadist: 1523

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عِنِ الصَّلَاةِ عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَعِنْدَ غُرُوبِهَا

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah menceritakan kepada kami Abu Dhamrah telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ bahwa ‘Abdullah radliallahu ‘anhu berkata; “Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melarang shalat ketika matahari sedang terbit dan ketika sedang terbenam”.

No. Hadist: 1524

حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ هُوَ الزَّعْفَرَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ رُفَيْعٍ قَالَ رَأَيْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَطُوفُ بَعْدَ الْفَجْرِ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ وَرَأَيْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ وَيُخْبِرُ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا حَدَّثَتْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَدْخُلْ بَيْتَهَا إِلَّا صَلَّاهُمَا

Telah menceritakan kepada saya Al Hasan bin Muhammad dia adalah Az Za’faraniy telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidah bin Humaid telah menceritakan kepada saya ‘Abdul ‘Aziz bin Rufai’ berkata: “Aku melihat ‘Abdullah bin Az Zubair radliallahu ‘anhu melaksanakan thawaf setelah Fajar (Shubuh) lalu shalat dua raka’at”. Berkata, ‘Abdul ‘Aziz; “Dan aku juga pernah melihat ‘Abdullah bin Az Zubair radliallahu ‘anhu mendirikan shalat dua raka’at setelah ‘Ashar dan dia mengabarkan bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha menceritakan kepadanya bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tidaklah memasuki rumahnya kecuali mengerjakan shalat keduanya (setelah Shubuh dan ‘Ashar).

 

Hukum Orang Sakit Thawaf Dengan Berkendaraan

No. Hadist: 1525

حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ بِالْبَيْتِ وَهُوَ عَلَى بَعِيرٍ كُلَّمَا أَتَى عَلَى الرُّكْنِ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ فِي يَدِهِ وَكَبَّرَ

Telah menceritakan kepada saya Ishaq Al Wasitiy telah menceritakan kepada kami Khalid dari Khalid Al Hadzdza’ dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah di atas untanya dan setiap kali sampai pada Ar-rukun (Al Hajar Al Aswad) Beliau memberi isyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangan Beliau lalu bertakbir.

No. Hadist: 1526

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ شَكَوْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أَشْتَكِي فَقَالَ طُوفِي مِنْ وَرَاءِ النَّاسِ وَأَنْتِ رَاكِبَةٌ فَطُفْتُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي إِلَى جَنْبِ الْبَيْتِ وَهُوَ يَقْرَأُ بِالطُّورِ وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamahl telah menceritakan kepada kami Malik dari Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Nawfal dari ‘Urwah dari Zainab binti Ummu Salamah dari Ummu Salamah radliallahu ‘anha berkata: “Aku mengadu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bahwa kondisiku sedang lemah, maka Beliau berkata: “Thowaflah dari belakang orang banyak dengan mengendarai tunggangan”. Maka aku thawaf sedang Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam saat itu shalat disisi Ka’bah Baitullah dan Beliau membaca Surah Ath-Thur (Surah ke 52).

 

Hukum Memberi Minum Jamaah Haji

No. Hadist: 1527

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ اسْتَأْذَنَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيتَ بِمَكَّةَ لَيَالِيَ مِنًى مِنْ أَجْلِ سِقَايَتِهِ فَأَذِنَ لَهُ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Abu Al Aswad telah menceritakan kepada kami Abu Dhamrah telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma berkata; Al ‘Abbas bin ‘Abdul Mutholib radliallahu ‘anhuma meminta ijin kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam untuk bermalam di Makkah selama malam-malam Mina untuk (melayani) menyediakan minum buat Beliau. Maka Beliau mengizinkannya.

No. Hadist: 1528

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ إِلَى السِّقَايَةِ فَاسْتَسْقَى فَقَالَ الْعَبَّاسُ يَا فَضْلُ اذْهَبْ إِلَى أُمِّكَ فَأْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَرَابٍ مِنْ عِنْدِهَا فَقَالَ اسْقِنِي قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يَجْعَلُونَ أَيْدِيَهُمْ فِيهِ قَالَ اسْقِنِي فَشَرِبَ مِنْهُ ثُمَّ أَتَى زَمْزَمَ وَهُمْ يَسْقُونَ وَيَعْمَلُونَ فِيهَا فَقَالَ اعْمَلُوا فَإِنَّكُمْ عَلَى عَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ قَالَ لَوْلَا أَنْ تُغْلَبُوا لَنَزَلْتُ حَتَّى أَضَعَ الْحَبْلَ عَلَى هَذِهِ يَعْنِي عَاتِقَهُ وَأَشَارَ إِلَى عَاتِقِهِ

Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah menceritakan kepada kami Khalid dari Khalid Al Hadzdza’ dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam datang menemui orang-orang yang menyediakan minuman dalam pelayanan hajji, lalu Beliau meminta minum. Maka Al ‘Abbas berkata: “Wahai Fadhal, pergilah kepada ibumu dan berikan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam minuman darinya. Maka Beliau berkata: “Berilah aku air minum”. Maka dia (Al ‘Abbas) berkata: “Wahai Rasulullah, mereka membuat dengan tangan mereka sendiri. Beliau berkata: “Berilah aku air minum”. Maka Beliau meminumnya lalu menghampiri air zamzam yang ketika itu orang-orang sedang meminum dan bekerja disana. Maka Beliau berkata: “Bekerjalah, karena kalian sedang beramal shalih”. Kemudian Beliau berkata: “Seandainya bukan karena kalian akan tersingkirkan tentu aku akan turun ikut bekerja hingga aku ikatkan tali disini”, yaitu bahu. Beliau menunjuk kepada bahu Beliau”.

 

Hukum Meminum Air Zamzam

No. Hadist: 1529

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ سَلَامٍ أَخْبَرَنَا الْفَزَارِيُّ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حَدَّثَهُ قَالَ سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ قَالَ عَاصِمٌ فَحَلَفَ عِكْرِمَةُ مَا كَانَ يَوْمَئِذٍ إِلَّا عَلَى بَعِيرٍ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad dia adalah Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami Al Fazariy dari ‘Ashim dari Asy-Sya’biy bahwa Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma menceritakan kepadanya, dia berkata: “Aku memberi minum Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam dengan air zamzam. Maka Beliau meminumnya sambil berdiri”. Berkata, ‘Ashim: ‘Ikrimah bersumpah bahwa saat itu Beliau tidak lain kecuali berada diatas untanya.

 

Hukum Thawaf Bagi Orang Yang Melakukan Haji Qiran

No. Hadist: 1530

READ :  Hukum dan Tatacara Memasuki Rumah dan Datang dari Bepergian

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَأَهْلَلْنَا بِعُمْرَةٍ ثُمَّ قَالَ مَنْ كَانَ مَعَهُ هَدْيٌ فَلْيُهِلَّ بِالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ ثُمَّ لَا يَحِلُّ حَتَّى يَحِلَّ مِنْهُمَا فَقَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ فَلَمَّا قَضَيْنَا حَجَّنَا أَرْسَلَنِي مَعَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِلَى التَّنْعِيمِ فَاعْتَمَرْتُ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ مَكَانَ عُمْرَتِكِ فَطَافَ الَّذِينَ أَهَلُّوا بِالْعُمْرَةِ ثُمَّ حَلُّوا ثُمَّ طَافُوا طَوَافًا آخَرَ بَعْدَ أَنْ رَجَعُوا مِنْ مِنًى وَأَمَّا الَّذِينَ جَمَعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّمَا طَافُوا طَوَافًا وَاحِدًا

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnui Syihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha: “Kami berangkat bersama Nabi Shallallahu’alaihiwasallam saat hajji wada’ lalu kami berihram untuk ‘umrah, kemudian Beliau berkata: “Barangsiapa yang membawa hewan sembelihan hendaklah dia berihram untukhajji sekaligus ‘umrah kemudian dia tidak bertahallul hingga bertahallul untuk keduanya (hajji dan ‘umrah). Maka aku tiba di Makkah sedang aku dalam keadaan mengalami haidh. Setelah kami selesai melaksanakan manasik hajji, Beliau mengutusku bersama ‘Abdurrahman bin Abu Bakar menuju Tan’im. Maka dari tempat itu aku memulai ‘umrah. Beliau Shallallahu’alaihiwasallam berkata: “Ini pengganti ‘umrahmu”.”Maka orang-orang yang berihram untuk ‘umrah melakukan thawaf di Baitullah lalu bertahallul lalu thawaf lagi thawaf yang lain setelah mereka kembali dari Mina. Adapun orang-orang yang menggabungkan hajji dan ‘umrah mereka hanya melakukan thawaf satu kali”.

No. Hadist: 1531

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا دَخَلَ ابْنُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَظَهْرُهُ فِي الدَّارِ فَقَالَ إِنِّي لَا آمَنُ أَنْ يَكُونَ الْعَامَ بَيْنَ النَّاسِ قِتَالٌ فَيَصُدُّوكَ عَنْ الْبَيْتِ فَلَوْ أَقَمْتَ فَقَالَ قَدْ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَالَ كُفَّارُ قُرَيْشٍ بَيْنهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ فَإِنْ حِيلَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ أَفْعَلُ كَمَا فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ } لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ إِسْوَةٌ حَسَنَةٌ { ثُمَّ قَالَ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ أَوْجَبْتُ مَعَ عُمْرَتِي حَجًّا قَالَ ثُمَّ قَدِمَ فَطَافَ لَهُمَا طَوَافًا وَاحِدًا

Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Ulayyah dari Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma: Anaknya ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin ‘Umar masuk menemuinya sedang dia ketika itu sedang berada didalam rumah, berkata: “Aku tidak menjamin keamanan seandainya kamu berangkat pada tahun yang sedang terjadi peperangan diantara manusia ini”. Maka ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhua berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar untuk menunaikan ‘ibadah ke Baitullah padahal saat itu tengah terjadi permusuhan antara Beliau dan Kaum Kafir Quraisy. Seandainya terjadi hari ini antara aku dengannya tentu aku akan tetap melakukannya seperti pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. (Selanjutnya dia membaca ayat); (“Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah”). Lalu dia berkata: “Aku bersaksi kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan hajji atas diriku bersama dengan ‘umrahku ini”. Dia (Nafi’) berkata: “Kemdian dia mengunjungi Makkah lalu thawaf untuk keduanya (hajji dan ‘umrah) dengan satu kali thawaf “.

No. Hadist: 1532

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَرَادَ الْحَجَّ عَامَ نَزَلَ الْحَجَّاجُ بِابْنِ الزُّبَيْرِ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ النَّاسَ كَائِنٌ بَيْنَهُمْ قِتَالٌ وَإِنَّا نَخَافُ أَنْ يَصُدُّوكَ فَقَالَ { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ إِسْوَةٌ حَسَنَةٌ } إِذًا أَصْنَعَ كَمَا صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ أَوْجَبْتُ عُمْرَةً ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى إِذَا كَانَ بِظَاهِرِ الْبَيْدَاءِ قَالَ مَا شَأْنُ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ إِلَّا وَاحِدٌ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ أَوْجَبْتُ حَجًّا مَعَ عُمْرَتِي وَأَهْدَى هَدْيًا اشْتَرَاهُ بِقُدَيْدٍ وَلَمْ يَزِدْ عَلَى ذَلِكَ فَلَمْ يَنْحَرْ وَلَمْ يَحِلَّ مِنْ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ وَلَمْ يَحْلِقْ وَلَمْ يُقَصِّرْ حَتَّى كَانَ يَوْمُ النَّحْرِ فَنَحَرَ وَحَلَقَ وَرَأَى أَنْ قَدْ قَضَى طَوَافَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ بِطَوَافِهِ الْأَوَّلِ وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَذَلِكَ فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Nafi’ bahwa Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma hendak melaksanakan hajji pada tahun turunnya Al Hajjaj (dari kekuasaan) oleh Ibnu Az Zubair lalu dikatakan kepadanya: “Seungguhnya telah terjadi peprangan di tengah manusia dan aku khawatir mereka akan menghalangimu”. Maka dia berkata, (“Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah”). Maka aku akan melakukan sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam telah melakukannya dan sungguh aku bersaksi kepada kalian bahwa aku sudah mewajibkan (meniatkan) diriku untuk ‘umrah”:. Kemudian dia keluar hingga ketika tiba di Al Baida (padang sahara) dia berkata: “Tidaklah pelaksanaan hajji dan ‘umrah itu kecuali satu dan aku bersaksi kepada kalian bahwa aku sudah meniatkan hajji bersama ‘umrahku dan aku membawa hewan qurban yang aku beli di Qudaid dan tidak lebih dari itu”. Maka dia tidak menyembelih qurban, tidak bertahallul dari sesuatu yang diharamkan dan tidak mencukur tambut hingga tiba hari Nahar. Maka pada hari Nahar itu dia mencukur rambutnya dan memandang bahwa dia telah menyelesaikan thawaf hajji dan ‘umrahnya cukup dengan thawaf nya yang pertama. Dan berkata, Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma: “Begitulah apa yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam “.

 

Hukum Thawaf Tanpa Wudlu

No. Hadist: 1533

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نَوْفَلٍ الْقُرَشِيِّ أَنَّهُ سَأَلَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ فَقَالَ قَدْ حَجَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهُ أَوَّلُ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ حِينَ قَدِمَ أَنَّهُ تَوَضَّأَ ثُمَّ طَافَ بِالْبَيْتِ ثُمَّ لَمْ تَكُنْ عُمْرَةً ثُمَّ حَجَّ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ ثُمَّ لَمْ تَكُنْ عُمْرَةً ثُمَّ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ حَجَّ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَرَأَيْتُهُ أَوَّلُ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ ثُمَّ لَمْ تَكُنْ عُمْرَةً ثُمَّ مُعَاوِيَةُ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ ثُمَّ حَجَجْتُ مَعَ أَبِي الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ ثُمَّ لَمْ تَكُنْ عُمْرَةً ثُمَّ رَأَيْتُ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارَ يَفْعَلُونَ ذَلِكَ ثُمَّ لَمْ تَكُنْ عُمْرَةً ثُمَّ آخِرُ مَنْ رَأَيْتُ فَعَلَ ذَلِكَ ابْنُ عُمَرَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُضْهَا عُمْرَةً وَهَذَا ابْنُ عُمَرَ عِنْدَهُمْ فَلَا يَسْأَلُونَهُ وَلَا أَحَدٌ مِمَّنْ مَضَى مَا كَانُوا يَبْدَءُونَ بِشَيْءٍ حَتَّى يَضَعُوا أَقْدَامَهُمْ مِنْ الطَّوَافِ بِالْبَيْتِ ثُمَّ لَا يَحِلُّونَ وَقَدْ رَأَيْتُ أُمِّي وَخَالَتِي حِينَ تَقْدَمَانِ لَا تَبْتَدِئَانِ بِشَيْءٍ أَوَّلَ مِنْ الْبَيْتِ تَطُوفَانِ بِهِ ثُمَّ إِنَّهُمَا لَا تَحِلَّانِ وَقَدْ أَخْبَرَتْنِي أُمِّي أَنَّهَا أَهَلَّتْ هِيَ وَأُخْتُهَا وَالزُّبَيْرُ وَفُلَانٌ وَفُلَانٌ بِعُمْرَةٍ فَلَمَّا مَسَحُوا الرُّكْنَ حَلُّوا

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Isa telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb berkata, telah mengabarkan kepada saya ‘Amru bin Al Harits dari Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Nawfal Al Furasyi bahwa dia bertanya kepada ‘Urwah bin Az Zubair, maka ia berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam pernah melaksanakan hajji, dan ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata kepadaku bahwa yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Shallallahu’alaihiwasallam ketika Beliau sampai (di Makkah) adalah thawaf di Ka’bah Baitullah dan tidak melaksanakan ‘umrah. Kemudian Abu Bakar radliallahu ‘anhu melaksanakan haji dan yang pertama dilakukannya adalah thawaf di Ka’bah Baitullah dan tidak melaksanakan ‘umrah. Kemudian ‘Umar radliallahu ‘anhu melaksanakan hajji dan melakukannya seperti itu. Kemudian ‘Utsman melaksanakan hajji dan aku melihatnya apa yang dilakukannya pertama kali adalah thawaf di Ka’bah Baitullah dan tidak melaksanakan ‘umrah. Kemudian Mu’awiyah dan ‘Abdullah bin ‘Umar juga melaksanakan haji seperti itu. Kemudian aku melaksanakan hajji bersama bapakku Az Zubair bin Al ‘Awam dan yang pertama dilakukannya adalah thawaf di Ka’bah Baitullah dan tidak melaksanakan ‘umrah. Kemudian aku melihat Kaum Muhajirin dan Anshar melaksanakan haji seperti itu juga, tidak melaksanakan ‘umrah. Dan orang yang terakhir aku lihat melakukan seperti itu adalah Ibnu ‘Umar, dia tidak mengubahnya menjadi ‘umrah’, Dan inilah Ibnu ‘Umar, orang-orang tidak bertanya kepadanya, tidak pula seorangpun (yang masih hidup) dari orang-orang yang terdahulu, mereka tidak memulai sesuatu manasik hingga mereka menginjakkan kaki untuk melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah, lalu mereka tidak bertahallul setelah itu. Sungguh aku telah melihat ibu dan bibiku ketika keduanya melaksanakan hajji, keduanya tidak memulai mengerjakan sesuatu melainkan thawaf di Ka’bah Baitullah kemudian keduanya tidak bertahallul”. Dan ibuku telah mengabarkan kepada saya bahwa dia dan saudara perempuannya dan Az Zubair serta fulan dan fulan berniat ihram untuk umrah, setelah mereka mengusap Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) maka mereka bertahallul.

 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Memerintahkan Agar Thawaf Ifadlah Dengan Tenang

No. Hadist: 1559

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُوَيْدٍ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ مَوْلَى وَالِبَةَ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ دَفَعَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَرَفَةَ فَسَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَاءَهُ زَجْرًا شَدِيدًا وَضَرْبًا وَصَوْتًا لِلْإِبِلِ فَأَشَارَ بِسَوْطِهِ إِلَيْهِمْ وَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَإِنَّ الْبِرَّ لَيْسَ بِالْإِيضَاعِ أَوْضَعُوا أَسْرَعُوا } خِلَالَكُمْ { مِنْ التَّخَلُّلِ بَيْنَكُمْ } وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا { بَيْنَهُمَا

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Suwaid telah menceritakan kepada saya ‘Amru bin Abu ‘Amru, Maula Al Muththolib telah mengabarkan kepada saya Sa’id bin Jubair, maula Walibah AL Kuwfiy telah menceritakan kepada saya Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwasanya dia bertolak bersama Nabi Shallallahu’alaihiwasallam pada hari ‘Arafah. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihiwasallam mendengar dari arah belakang Beliau suara yang keras dan bentakan serta pukulan terhadap unta. Maka Beliau memberi isyarat kepada mereka dengan cambuknya agar tenang. Beliau berkata: “Wahai manusia, kalian harus tenang, karena kebaikan bukan dengan tergesa-gesa”. Kata audho’uu sama artinya dengan asro’uu yang berarti bercepat-cepat. Kata khilaalakum berasal dari kata takhallul bainakum yang artinya diantara kalian, seperti firman Allah Ta’ala Qs Al Kahfi ayat 33 yang artinya dan Kami pancarkan diantara keduanya.

Kompilasi Chm oleh: Abu Ahmad as Sidokare

Similar Posts:

Incoming search terms:

  • keutamaan oraang menyebarkan ilmu