Hukum dan Tatacara Melempar Jumrah Dalam Ibadah Haji dalam Kitab Shoheh Bukhori. Dalam pelaksanaan ibadah haji, para jamaah wajib melakukan lempar jumrah di jamarat yang lokasinya di Mina. Ada tiga jenis melempar jumrah, yaitu jumrah Ula,  Jumrah Wustha, dan Jumrah ‘Aqabah. Pada setiap melempar jumrah dilakukan sebanyak 7 kali lemparan.

======================================================================

Paket Haji Plus Berangkat Tahun Ini Biayanya Mulai 13.500$US

Untuk Informasi: H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

=====================================================================

Hukum Tatacara-melempar-jumroh

Hukum Tatacara-melempar-jumroh

DAFTAR ISI:

  • Hukum dan Tatacara Melempar Jumrah Dalam Ibadah Haji
  • Hukum Melempar Jumrah Dari Tengah Lembah
  • Hukum Melempar Jumrah Dengan Tujuh Kerikil
  • Hukum Orang Yang Melempar Jumrah Aqabah Dan Menjadikan Ka’bah Berada Di Sisi Kirinya
  • Hukum Bertakbir Pada Setiap Lemparan Jumrah
  • Hukum Berdiri Sesaat Dan Menghadap Ke Ka’bah Setelah Melaksanakan Lemparan Dua Jumrah
  • Hukum Memakai Wewangian Setelah Melempar Jumrah

Hukum dan Tatacara Melempar Jumrah Dalam Ibadah Haji

No. Hadist: 1628

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ وَبَرَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مَتَى أَرْمِي الْجِمَارَ قَالَ إِذَا رَمَى إِمَامُكَ فَارْمِهْ فَأَعَدْتُ عَلَيْهِ الْمَسْأَلَةَ قَالَ كُنَّا نَتَحَيَّنُ فَإِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ رَمَيْنَا

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Wabarah berkata; Aku bertanya kepada Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma kapan melempar jumrah dilaksanakan? Dia menjawab: “Jika pemimpinmu telah melemparnya maka lemparlah”. Lalu aku mengulangi pertanyaan itu, ia berkata: “Dulu kami menunggu waktu dan apabila matahari sudah condong (siang hari), maka kami baru melempar”.

 

Hukum Melempar Jumrah Dari Tengah Lembah

No. Hadist: 1629

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ رَمَى عَبْدُ اللَّهِ مِنْ بَطْنِ الْوَادِي فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ نَاسًا يَرْمُونَهَا مِنْ فَوْقِهَا فَقَالَ وَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ هَذَا مَقَامُ الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ بِهَذَا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Ibrahim dari ‘Abdurrahman bin Yazid berkata: ” ‘Abdullah melempar jumrah dari dasar lembah, lalu aku bertanya: “Wahai ‘Abdurrahman, orang-orang melempar dari atas (lembah)?”. Maka dia berkata: “Demi Dzat yang tidak ada ilah selain Dia, tempat ini adalah tempat seseorang yang diturunkan kepadanya surah Al Baqarah, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”. Dan berkata, ‘Abdullah bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Al A’masy sepeti hadits ini”.

READ :  Perbedaan Ibadah Haji dengan Umroh

 

Tatacara melempar-jumroh di Jamarat

Tatacara melempar-jumroh di Jamarat

Hukum Melempar Jumrah Dengan Tujuh Kerikil

No. Hadist: 1630

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ انْتَهَى إِلَى الْجَمْرَةِ الْكُبْرَى جَعَلَ الْبَيْتَ عَنْ يَسَارِهِ وَمِنًى عَنْ يَمِينِهِ وَرَمَى بِسَبْعٍ وَقَالَ هَكَذَا رَمَى الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin ‘Umar telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Ibrahim dari ‘Abdurrahman bin Yazid dari ‘Abdullah radliallahu ‘anhu bahwa dia berhenti hingga Al Jumrah Al Kubra (Al ‘Aqabah), yang Ka’bah Baitullah berada disisi kirinya sedangkan Mina disisi kanannya lalu dia melempar dengan tujuh (batu), lalu berkata; “Beginilah cara melempar seseorang yang telah diturunkan kepadanya surah Al Baqarah, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”.

 

Hukum Orang Yang Melempar Jumrah Aqabah Dan Menjadikan Ka’bah Berada Di Sisi Kirinya

No. Hadist: 1631

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّهُ حَجَّ مَعَ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَرَآهُ يَرْمِي الْجَمْرَةَ الْكُبْرَى بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ فَجَعَلَ الْبَيْتَ عَنْ يَسَارِهِ وَمِنًى عَنْ يَمِينِهِ ثُمَّ قَالَ هَذَا مَقَامُ الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Al Hakam dari Ibrahim dari ‘Abdurrahman bin Yazid bahwa dia menunaikan haji bersama Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu lalu dia melihat Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu melempar Al Jumrah Al Kubra dengan tujuh kerikil yang posisi Ka’bah Baitullah berada disisi kirinya sedangkan Mina disisi kanannya lalu dia berkata; “Inilah tempat melempar seseorang yang telah diturunkan kepadanya surah Al Baqarah, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”.

 

Hukum Bertakbir Pada Setiap Lemparan Jumrah

No. Hadist: 1632

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ الْحَجَّاجَ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ السُّورَةُ الَّتِي يُذْكَرُ فِيهَا الْبَقَرَةُ وَالسُّورَةُ الَّتِي يُذْكَرُ فِيهَا آلُ عِمْرَانَ وَالسُّورَةُ الَّتِي يُذْكَرُ فِيهَا النِّسَاءُ قَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِإِبْرَاهِيمَ فَقَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ أَنَّهُ كَانَ مَعَ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِينَ رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ فَاسْتَبْطَنَ الْوَادِيَ حَتَّى إِذَا حَاذَى بِالشَّجَرَةِ اعْتَرَضَهَا فَرَمَى بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ ثُمَّ قَالَ مِنْ هَا هُنَا وَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ قَامَ الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

READ :  Hukum dan Tatacara Membayar Dam Saat Menunaikan Ibadah Umroh dan Haji

Telah menceritakan kepada kami Musaddad dari ‘Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Al A’masy berkata; Aku mendengar Al Hajjaj berkata, dari atas mimbar: “Surah yang disebut didalamnya Al Baqarah dan surah yang disebut didalamnya Ali ‘Imran dan surah yang didalamnya disebut tentang para wanita”. Dia (Al A’masy) berkata: “Lalu aku sampaikan hal ini kepada Ibrahim, maka dia berkata; telah menceritakan kepada saya ‘Abdurrahman bin Yazid bahwa dia pernah bersama Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu ketika melempar jumrah Al ‘Aqabah, dia menuruni lembah hingga ketika sampai di sebuah pohon, dia berhenti dan dari situ melempar dengan tujuh kerikil dengan bertakbir pada setiap kerikil lemparannya lalu berkata: “Demi Dzat yang tidak ada ilah selain Dia, dari sinilah berdiri melempar seseorang yang diturunkan kepadanya surah Al Baqarah, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”.

 

Hukum Berdiri Sesaat Dan Menghadap Ke Ka’bah Setelah Melaksanakan Lemparan Dua Jumrah

No. Hadist: 1633

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ كَانَ يَرْمِي الْجَمْرَةَ الدُّنْيَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ عَلَى إِثْرِ كُلِّ حَصَاةٍ ثُمَّ يَتَقَدَّمُ حَتَّى يُسْهِلَ فَيَقُومَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ فَيَقُومُ طَوِيلًا وَيَدْعُو وَيَرْفَعُ يَدَيْهِ ثُمَّ يَرْمِي الْوُسْطَى ثُمَّ يَأْخُذُ ذَاتَ الشِّمَالِ فَيَسْتَهِلُ وَيَقُومُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ فَيَقُومُ طَوِيلًا وَيَدْعُو وَيَرْفَعُ يَدَيْهِ وَيَقُومُ طَوِيلًا ثُمَّ يَرْمِي جَمْرَةَ ذَاتِ الْعَقَبَةِ مِنْ بَطْنِ الْوَادِي وَلَا يَقِفُ عِنْدَهَا ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُولُ هَكَذَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ

Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Tholhah bin Abu Yahya telah menceritakan kepada kami Yunus dari Az Zuhriy dari Salim dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma bahwa dia melempar Al Jumrah Ad-Dunya (Al Ulaa, awal) dengan tujuh kerikil dengan bertakbir pada setiap kali lemparannya, kemudian dia maju hingga sampai pada permukaan yang datar dia berdiri menghadap qiblat dengan agak lama, lalu berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya kemudian melempar jumrah Al Wustho lalu dia mengambil jalan sebelah kiri pada dataran yang rata lalu berdiri menghadap qiblat dengan agak lama lalu berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya dan tetap berdiri agak lama, kemudian dia melempar jumrah Al ‘Aqabah dari dasar lembah dan dia tidak berhenti disitu, lalu segera pergi dan berkata: “Begitulah aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakannya”.

 

READ :  Hukum dan Larangan-larangan Umroh dan Haji Ketika Sudah Berihrom

Hukum Memakai Wewangian Setelah Melempar Jumrah

No. Hadist: 1635

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ وَكَانَ أَفْضَلَ أَهْلِ زَمَانِهِ يَقُولُ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ طَيَّبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيَّ هَاتَيْنِ حِينَ أَحْرَمَ وَلِحِلِّهِ حِينَ أَحَلَّ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ وَبَسَطَتْ يَدَيْهَا

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Al Qasim bahwa dia mendengar bapaknya yang merupakan orang yang paling utama pada zamannya berkata; Aku mendengar ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Aku memakaikan wewangian kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan kedua tanganku ini ketika beliau ihram dan ketika bertahallul sebelum Beliau thawaf”. Dan ‘Aisyah radliallahu ‘anha membuka kedua telapak tangannya.

 

Kompilasi Chm oleh: Abu Ahmad as Sidokare

Similar Posts:

Incoming search terms:

  • cara badal lempar jumrah ula wusto aqobah
  • Hukum Lempar jumroh
  • tata cara lempar jumroh haji