Hukum Ibadah Haji Wajib Bagi Yang Mampu

hukum ibadah haji bagi yang mampu
hukum ibadah haji bagi yang mampu

Hukum Ibadah Haji Wajib Bagi Yang Mampu

 

Meskipun bukan merupakan ibadah yang sederhana, sebagian dari kita sudah mafhum ketika mendengan gabungan dua kata , yaitu “ibadah haji”, bahkan secara otomatis, pikiran kita pun menerawang menuju kota Makkah. Ibada haji dapat diartikan sebagai aktivitas berkunjung kerumah Allah Swt. (Baitullah) untuk melakukan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan amalan manasik lainnya.

Ibadah ini sifatnya wajib bagi setiap umat islam yang mampu melakukannya. Karena itu, bagi yang memiiki kemampuan, bersegeralah untuk melaksanakannya sebelum semuanya terlambat dan sia sia.

Suatu keberkahan yang luar biasa bila kita diberi kemampuan oleh Allah Swt. Untuk melakukan ibadah yang mengandung berbagai keutamaan dan berkah ini.

Ibadah haji sungguh menjadi satu kewajiban bagi umat islam. Karenanya, ibadah ini telah ditetapkan dan diterangkan secara jelas di dalam kitab suci al-Qur’an, sunnah, atau pun ijma; Di dalam al-Quran, Allah Swt. Telah berfirman:

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Arab-Latin: Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahụ kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn

“Padanya terdapat tanda – tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah itu), menjadi amanlah ia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah. Barang siapa mengingkari(kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.”

QS.Ali Imran [3]:97)

Untuk mengokohkan hukum wajib ibadah haji, pada ayat tersebut Allah Swt. Meletakan kalimat “wa man kafara” (dan barang siapa yang ingkar) sebagai ancaman bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji. Dengan kata lain, bagi siapa saja yang menentang melaksanakan ibadah haji atau sengaja meninggalkannya, maka ia menjadi orang yang kufur.

Pada ayat tersebut juga terdapat kalimat “manis tatha’a ilaihi sabila” (bagi yang mampu menempuhnya). Mengapa ada kalimat yang demikian? Sebab, haji merupakan salah satu ibadah yang melibatkan aspek jasmani dan harta. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji membutuhkan super pengorbanan, kekuatan, dan kesehatan jasmani secara utuh karena ibadah yang satu ini memang merupakan ibadah yang berbeda dengan ibadah – ibadah lainnya.

Similar Posts:

Artikel Sedang Trending
Rukun Haji dan Syarat Wajib Haji bagi manusia. Jamaah Haji Di
Muzdalifah adalah tempat atau kawasan yang selalu dilewati jamaah haji sewaktu jamaah haji memulai Wukuf
Mengenal beberapa istilah dan tatacara ibadah haji dan badal haji akan menambah perjalanan ibadah haji