Hukum Seputar Hewan Qurban Pada Saat Ibadah Haji Dalam Kitab Shohih Bukhori

Hukum Seputar Hewan Qurban Pada Saat Ibadah Haji. RasulullahShallallahu’alaihiwasallam sudah memberikan hukum seputar hewan qurban pada saat beliau melaksanakan Ibadah Haji bersama para sahabat-sahabatnya. Penjelasan dan hukum-hukum seputar hewan Qurban ini diantaranya tertuang di dalam Kitab Shohih Bukhori.

 ===============================================================

Biaya Umroh Murah Jakarta Selatan dan Paket Haji Visa Furoda Tahun Ini

Konsultasi : H. SUDJONO AF 081388097656 WA

===================================================================

Hukum Seputar Hewan Qurban Pada Saat Ibadah Haji

Hukum Seputar Hewan Qurban Pada Saat Ibadah Haji

DAFTAR ISI:

  • Hukum Seputar Hewan Qurban Pada Saat Ibadah Haji. Rasulullah
  • Hukum Talbiyah, Takbir Di Pagi Hari Pada Hari Nahr Ketika Melempar Jumrah
  • Hukum Orang Yang Melakukan Haji Tamattu’ yang Dimulai Dari Umrah Ke Haji
  • Hukum Mengendarai Hewan Qurban
  • Hukum Orang Yang Menggiring Hewan Qurban Bersamanya
  • Hukum Orang Yang Membeli Hewan Qurban Di Jalan
  • Hukum Orang Yang Memberi Syiar Dan Mengalungkan Sesuatu Pada Hewan Qurban
  • Di Dzul Hulaifah Kemudian Melakukan Ihram
  • Hukum Menggantungkan Kalung Pada Leher Hewan Qurban dan Sapi
  • Hukum Memberi Syiar Pada Hewan Qurban
  • Hukum Bagi Orang Yang Memasang Kalung Dengan Tangannya Pada Hewan Qurban
  • Hukum Memasang Kalung Pada Kambing Hewan Qurban
  • Hukum Memakaikan Kalung Dari Kain Wool
  • Hukum Mengalungkan Sandal Pada Hewan Qurban
  • Hukum Memasang Kain Pada Punggung Hewan Kurban
  • Hukum Orang Yang Membeli Hadyu Di Jalan Dan Memasangkan Kalung Pada Leher Hewan Kurban

 

Hukum Talbiyah, Takbir Di Pagi Hari Pada Hari Nahr Ketika Melempar Jumrah

No. Hadist: 1573

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْدَفَ الْفَضْلَ فَأَخْبَرَ الْفَضْلُ أَنَّهُ لَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ

Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim Adh-Dhahhak bin Mukhallad telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij dari ‘Atho’ dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam membonceng Al Fadhal lalu Al Fadhal mengabarkan bahwa Beliau senantiasa bertalbiyah hingga melempar jumrah”.

No. Hadist: 1574

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ يُونُسَ الْأَيْلِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَرَفَةَ إِلَى الْمُزْدَلِفَةِ ثُمَّ أَرْدَفَ الْفَضْلَ مِنْ الْمُزْدَلِفَةِ إِلَى مِنًى قَالَ فَكِلَاهُمَا قَالَا لَمْ يَزَلْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Wahb bin Jarir telah menceritakan kepada kami bapakku dari Yunus Al Ailiy dari Az Zuhriy dari ‘Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Usamah bin Zaid radliallahu ‘anhu pernah diboncengkan oleh Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dari ‘Arafah menuju Muzdalifah lalu Beliau membonceng Al Fadhal dari Muzdalifah menuju Mina. Dia berkata: “Selama dalam dua perjalanan itu Beliau senantiasa bertalbiyah hingga melempar jumrah ‘Aqabah”.

 

Hukum Orang Yang Melakukan Haji Tamattu’ yang Dimulai Dari Umrah Ke Haji

No. Hadist: 1575

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو جَمْرَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ الْمُتْعَةِ فَأَمَرَنِي بِهَا وَسَأَلْتُهُ عَنْ الْهَدْيِ فَقَالَ فِيهَا جَزُورٌ أَوْ بَقَرَةٌ أَوْ شَاةٌ أَوْ شِرْكٌ فِي دَمٍ قَالَ وَكَأَنَّ نَاسًا كَرِهُوهَا فَنِمْتُ فَرَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ كَأَنَّ إِنْسَانًا يُنَادِي حَجٌّ مَبْرُورٌ وَمُتْعَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ فَأَتَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَحَدَّثْتُهُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ سُنَّةُ أَبِي الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَقَالَ آدَمُ وَوَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ وَغُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عُمْرَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ وَحَجٌّ مَبْرُورٌ

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah mengabarkan kepada kami An-Nadhar telah mengabarkan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Abu Jamrah berkata; Aku bertanya kepada Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhu tentang muth’ah (hajji tamattu’), maka dia memerintahkan aku untuk melaksanakannya. Dan aku bertanya pula kepadanya tentang Al Hadyu (hewan qurban), maka dia berkata: ‘Untuk Al Hadyu boleh unta, sapi atau kambing atau bersekutu dalam darahnya (kolektif dalam penyembilahannya). Dia berkata: “Seakan orang-orang tidak menyukainya. Kemudian aku tidur lalu aku bermimpi seakan ada orang yang menyeru: “Hajji mabrur dan tamattu’ yang diterima”. Kemudian aku menemui Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma lalu aku ceritakan mimpiku itu, maka dia berkata: “Allahu Akbar, ini sunnah Abu Al Qasim Shallallahu’alaihiwasallam”. Dia berkata; Dan berkata, Adam, Wahb bin Jarir dan Ghundar dari Syu’bah dengan redaksi: “‘Umrah mutaqabbalah (Umrah yang diterima) dan hajji mabrur”.

 

Hukum Mengendarai Hewan Qurban

No. Hadist: 1576

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَسُوقُ بَدَنَةً فَقَالَ ارْكَبْهَا فَقَالَ إِنَّهَا بَدَنَةٌ فَقَالَ ارْكَبْهَا قَالَ إِنَّهَا بَدَنَةٌ قَالَ ارْكَبْهَا وَيْلَكَ فِي الثَّالِثَةِ أَوْ فِي الثَّانِيَةِ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam melihat seseorang sedang menggiring untanya, maka Beliau berkata: “Kendarailah unta itu”. Orang itu menjawab: “Unta ini untuk qurban”. Maka Beliau Shallallahu’alaihiwasallam mengulangi perintahnya: “Kendarailah unta itu”. Orang itu kembali menjawab: “Unta ini untuk qurban”. Lalu Beliau berkata: “Kendarailah unta itu, celakalah kau!” Kalimat ini Beliau ucapkan pada ucapan Beliau yang ketiga atau kedua”.

No. Hadist: 1577

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ وَشُعْبَةُ قَالَا حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَسُوقُ بَدَنَةً فَقَالَ ارْكَبْهَا قَالَ إِنَّهَا بَدَنَةٌ قَالَ ارْكَبْهَا قَالَ إِنَّهَا بَدَنَةٌ قَالَ ارْكَبْهَا ثَلَاثًا

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam dan Syu’bah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas radliallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melihat seseorang sedang menggiring untanya, maka Beliau berkata: “Kendarailah unta itu”. Orang itu menjawab: “Unta ini untuk qurban”. Maka Beliau Shallallahu’alaihiwasallam mengulangi perintahnya: “Kendarailah unta itu”, sampai tiga kali.

 

Hukum Orang Yang Menggiring Hewan Qurban Bersamanya

No. Hadist: 1578

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ تَمَتَّعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ وَأَهْدَى فَسَاقَ مَعَهُ الْهَدْيَ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ وَبَدَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَهَلَّ بِالْعُمْرَةِ ثُمَّ أَهَلَّ بِالْحَجِّ فَتَمَتَّعَ النَّاسُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَكَانَ مِنْ النَّاسِ مَنْ أَهْدَى فَسَاقَ الْهَدْيَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ يُهْدِ فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ قَالَ لِلنَّاسِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ أَهْدَى فَإِنَّهُ لَا يَحِلُّ لِشَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَجَّهُ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَهْدَى فَلْيَطُفْ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَلْيُقَصِّرْ وَلْيَحْلِلْ ثُمَّ لِيُهِلَّ بِالْحَجِّ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ هَدْيًا فَلْيَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةً إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ فَطَافَ حِينَ قَدِمَ مَكَّةَ وَاسْتَلَمَ الرُّكْنَ أَوَّلَ شَيْءٍ ثُمَّ خَبَّ ثَلَاثَةَ أَطْوَافٍ وَمَشَى أَرْبَعًا فَرَكَعَ حِينَ قَضَى طَوَافَهُ بِالْبَيْتِ عِنْدَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ فَانْصَرَفَ فَأَتَى الصَّفَا فَطَافَ بِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ سَبْعَةَ أَطْوَافٍ ثُمَّ لَمْ يَحْلِلْ مِنْ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ حَتَّى قَضَى حَجَّهُ وَنَحَرَ هَدْيَهُ يَوْمَ النَّحْرِ وَأَفَاضَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ ثُمَّ حَلَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ وَفَعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَهْدَى وَسَاقَ الْهَدْيَ مِنْ النَّاسِ وَعَنْ عُرْوَةَ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَخْبَرَتْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَمَتُّعِهِ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَتَمَتَّعَ النَّاسُ مَعَهُ بِمِثْلِ الَّذِي أَخْبَرَنِي سَالِمٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

READ :  Tatacara Pelaksanaan Ibadah Haji Ifrad

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Salim bin ‘Abdullah bahwa Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam melaksanakan hajji tamattu saat hajii wada’ dengan dengan menggabungkan niat (berihram) ‘umrah dan hajjinya dan Beliau membawa hewan qurban. Beliau menggiring hewan qurbannya dari Dzul Hulaifah lalu Beliau memulai berihram dengan niat ‘umrah lalu berihram untuk hajji. Sedangkan orang-orang berhajji tamattu’ bersama Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dengan niat ihram ‘umrah untuk pelaksanaan hajji mereka. Diantara mereka ada yang membawa hewan qurban dan ada yang tidak membawa hewan qurban. Ketika Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tiba di Makkah, Beliau berkata, kepada orang banyak: “Barangsiapa dari kalian yang membawa hewan qurban maka baginya tidak halal suatu apapun yang diharamkan baginya hingga dia menyelesaikan seluruh manasik hajjinya dan siapa dari kalian yang tidak membawa hewan qurban hendaklah dia thawaf di Ka’bah Baitullah dan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah kemudian dia memotong rambutnya lalu bertahallul. Kemudian dia berihram untuk hajji. Dan siapa yang tidak memiliki hewan qurban hendaklah dia shaum (puasa) selama tiga hari pada masa pelaksanaan hajji dan tujuh hari jika telah kembali kepada keluarganya. Sesuatu yang harus dilakukannya ketika tiba di Makkah adalah thawaf mencium Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) yang thawaf nya itu dengan berjalan cepat pada tiga putaran dan berjalan biasa pada empat putaran lainnya, kemudian setelah menyelesaikan thawaf nya di Ka’bah Baitullah itu supaya dia shalat dua raka’at dibelakang maqam Ibrahim, kemudian salam dan setelah selesai hendaklah dia menuju bukit Ash-Shafaa lalu melaksanakan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah tujuh putaran, lalu tidak menghalalkan apa yang diharamkan baginya hingga menyelesaikan manasaik hajjinya dan menyembelih hewan qurban pada hari Nahar. Setelah itu dia bertolak menuju Makkah, lalu thawaf, maka menjadi halallah segala sesuatu yang sebelumnya diharamkan baginya. Maka mereka yang berqurban dan membawa hewan qurban melakukan seperti yang Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam lakukan”. Dan dari Urwah bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha mengabarkannya dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dalam pelaksanaan haji tamattu’ dengan niat ‘umrah dalam pelaksanaan hajji Beliau, maka orang-orang berhajji tamattu’ bersama Beliau sebagaimana yang dikabarkan kepadaku oleh Salim dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.

 

Hukum Orang Yang Membeli Hewan Qurban Di Jalan

No. Hadist: 1579

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ لِأَبِيهِ أَقِمْ فَإِنِّي لَا آمَنُهَا أَنْ سَتُصَدُّ عَنْ الْبَيْتِ قَالَ إِذًا أَفْعَلُ كَمَا فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ قَالَ اللَّهُ { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ } فَأَنَا أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ أَوْجَبْتُ عَلَى نَفْسِي الْعُمْرَةَ فَأَهَلَّ بِالْعُمْرَةِ مِنْ الدَّارِ قَالَ ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى إِذَا كَانَ بِالْبَيْدَاءِ أَهَلَّ بِالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ وَقَالَ مَا شَأْنُ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ إِلَّا وَاحِدٌ ثُمَّ اشْتَرَى الْهَدْيَ مِنْ قُدَيْدٍ ثُمَّ قَدِمَ فَطَافَ لَهُمَا طَوَافًا وَاحِدًا فَلَمْ يَحِلَّ حَتَّى حَلَّ مِنْهُمَا جَمِيعًا

Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Nafi’ berkata; ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhum berkata, kepada bapaknya: “Bangkitlah karena aku tidak dapat menjamin bahwa kamu tidak akan dihalangi untuk thawaf di Ka’bah Baitullah”. Maka dia berkata: “Kerjakanlah seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam karena Allah subhanahu wata’ala telah berfirman: (“Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah”). Dan aku bersaksi kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan diriku sendiri untuk melaksanakan ‘umrah lalu aku berihram untuk ‘umrah dari rumah”. Dia berkata: “Tidaklah pelaksanaan hajji dan ‘umrah itu kecuali satu”. Lalu dia membeli hewan qurban di Qudaid lalu masuk (makkah) dan thawaf utnuk hajji dan ‘umrah sejali thawaf dan tifdak bertahallul hingga telah selesai (tahallul) dari keduanya”.

 

Hukum Orang Yang Memberi Syiar Dan Mengalungkan Sesuatu Pada Hewan Qurban Di Dzul Hulaifah Kemudian Melakukan Ihram

No. Hadist: 1580

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ وَمَرْوَانَ قَالَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ مِنْ الْمَدِينَةِ فِي بِضْعَ عَشْرَةَ مِائَةً مِنْ أَصْحَابِهِ حَتَّى إِذَا كَانُوا بِذِي الْحُلَيْفَةِ قَلَّدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْهَدْيَ وَأَشْعَرَ وَأَحْرَمَ بِالْعُمْرَةِ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhriy dari ‘Urwah bin Az Zubair dari Al Miswar bin Makhramah dan Marwan keduanya berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam berangkat saat perjanjian Al Hudaibiyah dari Madinah bersama sekitar seribu orang sahabat Beliau hingga ketika sampai di Dzul Hulaifah, Nabi Shallallahu’alaihiwasallam mengikatnya dan menandai hewan qurban Beliau, lalu berihram untuk ‘umrah”.

No. Hadist: 1581

READ :  Rukun Yamani, Salah Satu Tempat Mustajab Berdoa

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا أَفْلَحُ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فَتَلْتُ قَلَائِدَ بُدْنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيَّ ثُمَّ قَلَّدَهَا وَأَشْعَرَهَا وَأَهْدَاهَا فَمَا حَرُمَ عَلَيْهِ شَيْءٌ كَانَ أُحِلَّ لَهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Aflah dari Al Qasim dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Aku mengikatkan kalung pada hewan qurban Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dengan tanganku sendiri lalu Beliau mengikatnya, manandainya dan menyembelihnya. Maka apa-apa yang diharamkan setelah itu menjadi halal baginya”.

 

Hukum Menggantungkan Kalung Pada Leher Hewan Qurban dan Sapi

No. Hadist: 1582

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ حَفْصَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا شَأْنُ النَّاسِ حَلُّوا وَلَمْ تَحْلِلْ أَنْتَ قَالَ إِنِّي لَبَّدْتُ رَأْسِي وَقَلَّدْتُ هَدْيِي فَلَا أَحِلُّ حَتَّى أَحِلَّ مِنْ الْحَجِّ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari ‘Ubaidullah berkata, telah mengabarkan kepada saya Nafi’ dari Ibnu ‘Umar dari Hafshoh radliallahu ‘anhu berkata; Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apa yang telah diperbuat oleh orang-orang itu mereka bertahallul sedangkan anda tidak?”. Beliau berkata: “Aku telah mengikat rambutku, telah aku tandai hewan qurbanku, maka tidak halal bagiku segala sesuatu hingga aku menyelesaikan seluruh manasik hajji”.

No. Hadist: 1583

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ وَعَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهْدِي مِنْ الْمَدِينَةِ فَأَفْتِلُ قَلَائِدَ هَدْيِهِ ثُمَّ لَا يَجْتَنِبُ شَيْئًا مِمَّا يَجْتَنِبُهُ الْمُحْرِمُ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari ‘Urwah dan dari ‘Amrah binti ‘Abdurrahman bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam membawa hewan qurbannya dari Madinah lalu aku mengikatkan kalung pada hewan qurban Beliau maka Beliau tidak menjauhi sesuatu apa-apa yang harus diijauhi oleh orang yang berihram”.

 

Hukum Memberi Syiar Pada Hewan Qurban

No. Hadist: 1584

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا أَفْلَحُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فَتَلْتُ قَلَائِدَ هَدْيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَشْعَرَهَا وَقَلَّدَهَا أَوْ قَلَّدْتُهَا ثُمَّ بَعَثَ بِهَا إِلَى الْبَيْتِ وَأَقَامَ بِالْمَدِينَةِ فَمَا حَرُمَ عَلَيْهِ شَيْءٌ كَانَ لَهُ حِلٌّ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Aflah bin Humaid dari Al Qasim dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Aku mengikatkan kalung pada hewan qurban Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, lalu Beliau menandainya dan mengikatnya atau aku mengikatnya kemudian Beliau mengirim hewan qurbannya itu ke Baitullah dan Beliau tinggal di Madinah. Maka apa-apa yang diharamkan bagi Beliau setelah itu menjadi halal baginya”.

 

Hukum Bagi Orang Yang Memasang Kalung Dengan Tangannya Pada Hewan Qurban

No. Hadist: 1585

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ زِيَادَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ كَتَبَ إِلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَنْ أَهْدَى هَدْيًا حَرُمَ عَلَيْهِ مَا يَحْرُمُ عَلَى الْحَاجِّ حَتَّى يُنْحَرَ هَدْيُهُ قَالَتْ عَمْرَةُ فَقَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا لَيْسَ كَمَا قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَا فَتَلْتُ قَلَائِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيَّ ثُمَّ قَلَّدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيْهِ ثُمَّ بَعَثَ بِهَا مَعَ أَبِي فَلَمْ يَحْرُمْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ أَحَلَّهُ اللَّهُ لَهُ حَتَّى نُحِرَ الْهَدْيُ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari ‘Abdullah bin Abu Bakar bin ‘Amru bin Hazm dari ‘Amrah binti ‘Abdurrahman bahwasanya dia mengabarkan bahwa Ziyad bin Abu Sufyan menulis surat kepada ‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa ‘Abdullah bin ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Barangsiapa yang membawa hewan qurban maka haram baginya sebagaimana diharamkan terhadap orang yang berhajji hingga dia menyembelih hewan qurbannya”. ‘Amrah berkata; Maka dia (‘Aisyah radliallahu ‘anha) berkata: “Bukan begitu halnya sebagaimana yang dikatakan Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhu. Sungguh aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada hewan qurban Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam dengan tanganku sendiri lalu Rasulullah Shallallahu’ alaihi wasallam mengikatnya dengan tangan Beliau lalu mengirimnya bersama bapakku. Dan tidak menjadi diharamkan bagi Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam sesuatu yang Allah halalkan hingga hewan qurbannya disembelih”.

 

Hukum Memasang Kalung Pada Kambing Hewan Qurban

No. Hadist: 1586

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ أَهْدَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً غَنَمًا

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Ibrahim dari Al Aswad dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Suatu kali Nabi Shallallahu’alaihiwasallam mempersembahkan hewan qurbannya berupa seekor kambing”.

No. Hadist: 1587

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كُنْتُ أَفْتِلُ الْقَلَائِدَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيُقَلِّدُ الْغَنَمَ وَيُقِيمُ فِي أَهْلِهِ حَلَالًا

Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Al A’masy telah menceritakan kepada kami Ibrahim dari Al Aswad dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada hewan qurban Nabi Shallallahu’alaihiwasallam lalu Beliau mengikat kambingnya kemudian tingal bersama keluarganya secara halal”.

No. Hadist: 1588

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كُنْتُ أَفْتِلُ قَلَائِدَ الْغَنَمِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَبْعَثُ بِهَا ثُمَّ يَمْكُثُ حَلَالًا

Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Manshur bin Al Mu’tamir. Dan telah diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari Al Aswad dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada kambing (hewan qurban) milik Nabi Shallallahu’alaihiwasallam lalu Beliau mengirimnya kemudian Beliau tinggal (bersama keluarganya) secara halal”.

No. Hadist: 1589

READ :  Bagaimana Hukum Miqat Di Jeddah

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فَتَلْتُ لِهَدْيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْنِي الْقَلَائِدَ قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Zakariya’ dari ‘Amir dari Masruq dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada hewan qurban milik Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, yang dia maksud adalah hewan qalaid (hewan yang ditandai sebagai hewan hadyu), sebelum Beliau berihram”.

 

Hukum Memakaikan Kalung Dari Kain Wool

No. Hadist: 1590

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فَتَلْتُ قَلَائِدَهَا مِنْ عِهْنٍ كَانَ عِنْدِي

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Mui’adz telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Al Qasim dari Ummul Mu’minin radliallahu ‘anha berkata: “Aku telah mengalungkan (pada hewan qurban) dengan kalung terbuat dari benang wol yang ada padaku”.

 

Hukum Mengalungkan Sandal Pada Hewan Qurban

No. Hadist: 1591

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ سَلَّامٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَسُوقُ بَدَنَةً قَالَ ارْكَبْهَا قَالَ إِنَّهَا بَدَنَةٌ قَالَ ارْكَبْهَا قَالَ فَلَقَدْ رَأَيْتُهُ رَاكِبَهَا يُسَايِرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّعْلُ فِي عُنُقِهَا تَابَعَهُ مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad, dia adalah Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami ‘Abdul A’laa bin ‘Abdul A’laa dari Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari ‘Ikrimah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam melihat seseorang sedang menggiring untanya, maka Beliau berkata: “Kendarailah unta itu”. Orang itu menjawab: “Unta ini untuk qurban”. Maka Beliau Shallallahu’alaihiwasallam mengulangi perintahnya: “Kendarailah unta itu”. Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata: “Aku melihat kemudian orang itu mengendarai untanya berjalan disamping kiri Nabi Shallallahu’alaihiwasallam sedangkan sandalnya digantungnya pada lehernya”. Hadits ini dikuatkan pula oleh Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin ‘Umar telah mengabarkan kepada kami ‘Ali bin Al Mubarak dari Yahya dari ‘Ikrimah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam.

 

Hukum Memasang Kain Pada Punggung Hewan Kurban

No. Hadist: 1592

حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَصَدَّقَ بِجِلَالِ الْبُدْنِ الَّتِي نَحَرْتُ وَبِجُلُودِهَا

Telah menceritakan kepada kami Qabishah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Najih dari Mujahid dari ‘Abdurrahman bin Abu Laila dari ‘Ali radliallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam memerintahkan aku agar menshadaqahkan pelana unta yang aku sembelih sebagai qurban dan juga kulitnya”.

 

Hukum Orang Yang Membeli Hadyu Di Jalan Dan Memasangkan Kalung Pada Leher Hewan Kurban

No. Hadist: 1593

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ قَالَ أَرَادَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا الْحَجَّ عَامَ حَجَّةِ الْحَرُورِيَّةِ فِي عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقِيلَ لَهُ إِنَّ النَّاسَ كَائِنٌ بَيْنَهُمْ قِتَالٌ وَنَخَافُ أَنْ يَصُدُّوكَ فَقَالَ } لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ { إِذًا أَصْنَعَ كَمَا صَنَعَ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي أَوْجَبْتُ عُمْرَةً حَتَّى إِذَا كَانَ بِظَاهِرِ الْبَيْدَاءِ قَالَ مَا شَأْنُ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ إِلَّا وَاحِدٌ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ جَمَعْتُ حَجَّةً مَعَ عُمْرَةٍ وَأَهْدَى هَدْيًا مُقَلَّدًا اشْتَرَاهُ حَتَّى قَدِمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَلَمْ يَزِدْ عَلَى ذَلِكَ وَلَمْ يَحْلِلْ مِنْ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ حَتَّى يَوْمِ النَّحْرِ فَحَلَقَ وَنَحَرَ وَرَأَى أَنْ قَدْ قَضَى طَوَافَهُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ بِطَوَافِهِ الْأَوَّلِ ثُمَّ قَالَ كَذَلِكَ صَنَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah menceritakan kepada kami Abu Dhamrah telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ berkata; Bahwa Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma hendak melaksanakan hajji pada tahun hajinya Kauk Al Haruriyyah pada zaman kekuasaan Ibnu Az Zubair radliallahu ‘anhuma lalu dikatakan kepadanya: “Seungguhnya telah terjadi peperangan di tengah manusia dan aku khawatir mereka akan menghalangimu”. Maka dia berkata, (“Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah”). Maka aku akan melakukan sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam telah melakukannya dan sungguh aku bersaksi kepada kalian bahwa aku sudah mewajibkan (meniatkan) diriku untuk ‘umrah”:. Kemudian ketika dia tiba di Al Baida’ (padang sahara) dia berkata: “Tidaklah pelaksanaan hajji dan ‘umrah itu kecuali satu dan aku bersaksi kepada kalian bahwa aku telah menggabungkan hajji dan ‘umrahku dan aku membawa hewan qurban yang aku beli dan telah aku ikat dan tandai. Maka dia ber thawaf di Ka’bah Baitullah dan sa’iy di bukit Ash-Shafaa dan tidak lebih dari itu, tidak bertahallul dari sesuatu yang diharamkan hingga hari Nahar. Maka pada hari Nahar itu dia mencukur rambutnya lalu menyembelih hewan qurbannya dan dia memandang telah menyelesaikan thawaf hajji dan ‘umrahnya cukup dengan thawaf nya yang pertama, kemudian dia berkata: “Begitulah apa yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam “.

Similar Posts:

By |2019-02-22T16:20:53+00:00February 24th, 2019|Ibadah Haji, Manasik|