Jamaah Haji Wajib Mabit di Muzdalifah atau Masy’aril Haram

Masya’ir adalah jamak dari kata al-masy’ar yang artinya tempat-tempat yang disyariatkan Allah SWT untuk mengerjakan ibadah haji. Disebut juga sebagai masya’ir al muqaddasah, yaitu tempat-tempat yang disucikan. Masya’ir ini terbagi menajdi 2, yaitu masya’ir di dalam kawasan tanah Haram, meliputi Masjidil Haram dan sekitarnya, Muzdalifah, Mina dan Jamarat. Kedua masya’ir di luar kawasan tanah Haram yaitu Arafah.

Masy’aril Haram Tempat Mabit dan Wuquf Jamaah Haji

Masy’aril Haram, kata ini termaktub dalam Al Qur’an Surah al-Baqarah ayat 198:

“…Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, brdzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram…”

Di dalam Al Qur’an terjemahan Departemen Agama, Masy’aril Haram ini  disebutkan merupakan lokasi bukit Quzah di Muzdalifah. Kawasan Muzdalifah sendiri  adalah sebuah daerah yang terletak antara Arafat (setelah lembah Uruna) dan Mina. Wilayah ini panjangnya sekitar 4 km. Kawasan ini letaknya berada di sekitar Tanah Haram Mekah dan mabit atau menginap di sana mulai petang hingga tengah malam atau berganti hari, setidaknya sampai pukul 01.00 dini hari seusai wukuf di Arafah adalah termasuk dari bagian rukun haji.

Kebanyakan jemaah haji yang mabit di Musdalifah adalah beristirahat, berzikir dan mengumpulkan batu kerikil di tempat ini yang nantinya digunakan untuk melempar jumrah di Jamarat Mina. Jamaah haji menginap di Musdalifah ini tanpa tenda tanpa alas. Jadi jamaah harus membawa alas atau tidak sendiri untuk duduk-duduk atau berbaring. Karena langsung beratap langit, maka malam hari udara disini terasa dingin. Jamaah perlu hati-hati agar tidak masuk angin.

Jamaah Haji mabit di Muzdalifah
Jamaah Haji mabit di Muzdalifah

Biasanya jamaah haji Indoneseia tidak mendapatkan konsumsi saat di Muzdalifah ini. Sehingga sebaiknya jamaah membawa bekal sendiri beruspa makanan kecil, camilan dan air minum. Jika perlu membawa air hangat.

======================================================================

Untuk Paket Haji Plus  dan Umroh Murah 

Hubungi: H Sudjono AF – 081388097656

======================================================================

Posisi Masy’aril Haram

Kawasan yang terletak di dalam Tanah Haram Mekah ini, adalah sebuah lembah yang tidak luas berada diantara Arafat dan Mina dan panjangnya sekitar 4 km. Di daerah ini, ada sebuah masjid besar yang biasa disebut dengan “Masjid Muzdalifah”. Luas utama masjid ini sekitar 1.700 meter persegi,  yang pada periode Abbasiyah mencapai 4000 meter. Masjid ini pada saat itu tidak memiliki atap dan hanya pagar di sekelilingnya saja. Setelah beberapa kali rekonstruksi dan pembangunan, sekarang dalam bentuk persegi panjang yang luas areanya sekitar 6000 meter persegi.

READ :  Hukum Tatacara Ibadah Haji dan Umroh Dalam Kitab Shohih Bukhori - 2

Dalam Al-Quran disebutkan dengan nama tempat ini dan di tempat ini juga masyarakat mengingat permintaan Allah:

فَإِذَا أَفَضْتُم مِّنْ عَرَ‌فَاتٍ فَاذْكُرُ‌وا اللَّهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَ‌امِ ۖ وَاذْكُرُ‌وهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّینَ ﴿۱۹۸﴾ ثُمَّ أَفِیضُوا مِنْ حَیثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُ‌وا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّ‌حِیمٌ

Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.(891) Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Batasan Masy’aril Haram

Masy’aril Haram berada setelah wadi atau lembah “Ma’zimain” . Para jemaah haji setelah matahari terbenam hari Arafah, yaitu setelah wukuf ikhtiyari di Arafat, diharuskan untuk bergerak ke arah ini dan tinggal di tempat ini sampai matahari terbit di keesokan harinya (10 Dzulhijjah, Idul Kurban). Daerah Muzdalifah ditandai dengan papan-papan tanda besar yang tertulis dengan kalimat “Bidayat Muzdalifah” atau “Nihayat Muzdalifah” (yang artinya awal dan akhir Muzdalifah) dapat diketahui batasan-batasannya. Para jamaah harus memperhatikan batas-batas ini agar tidak melanggar. Untuk arah qiblat juga ada tanda arah ke Masjidil Haram, sehingga bila jamaah hendak sholat tidak salah arah.

Panjang Masy’aril Haram sekitar 4000 meter dan luasnya sekitar 12,5 kilometer persegi. Sebagian meyakini bahwa “Masy’ar” sebenarnya adalah nama daerah dan sebuah gunung yang terletak di ujung Muzdalifah yang memanjang sampai wadi atau lembah “Muhassir” dan kemudian keseluruhan wilayah Muzdalifah disebut dengan nama ini. Di tempat ini selain bermalam dan beribadah, di malam harinya, dapat pula mengumpulkan batu-batu kerikil atau dengan bentuk dan ukuran yang kecil, hanya dapat ditemukan di daerah ini untuk melempar Jumrah di Mina.

READ :  Ibadah Haji Badal Untuk Orang Tua

Ma’zimain, Lembah Sempit

Para peziarah di sepanjang jalan yang kembali dari Arafat menuju ke Mekah, maka mereka akan melewati lembah Ma’zimain yang berada diantara dua gunung. ” Ma’zimain ” berarti jalan sempit yang dengan kata lain yaitu selat, kata ini mengacu pada dua jalan pulang dan perginya jalan sempit daerah ini dan para peziarah dengan melewati lembah ini mereka akan sampai ke Muzdalifah atau kawasan Masy’aril Haram.

Jamaah Haji mabit dan mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar Jumrah
Jamaah Haji mabit dan mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar Jumrah

Berbagai macam nama Masy’aril Haram

Untuk daerah kawasan ini setidaknya dikenal dengan lima nama yaitu:

Masy’ar adalah bentuk “isim makan” (nonima untuk tempat) berasal dari akar ” syu’ur “, karena di kawasan daerah ini setelah pengenalan di Arafat maka kesadaran dan wawasan harus dicapai.

Masy’aril Haram: Masy’ar terletak di batasan Tanah Haram Mekah dan oleh karena itu tempat ini dikatakan Masy’aril Haram.

Muzdalifah yang nama lain dari daerah kawasan ini adalah bentuk “isim fa’il” (nomina untuk pelaku) dari “Izdilaf”:

  • Berarti prioritas atau dekat dan diambil dari akar kata “za la fa” karena orang-orang di tempat ini menemukan kedekatan dengan Tuhan mereka atau para peziarah di tempat ini berkumpul dan saling dekat bersama-sama.
  • Muzdalifah berarti tempat keramaian, karena bergabungnya semua jemaah pada malam hari di sana pada malam ke-10 Dzulhijjah.[7]
  • Dikutip dari Imam Shadiq as: Malaikat Jibril setelah wukuf di Arafah berakhir berkata kepada Ibrahim: یا إِبْرَاهِیمُ ازْدَلِفْ إِلَی الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ… “Wahai Ibrahim beranjaklah kamu menuju Masy’aril Haram”. [8]
  • Mua’wiyah bin Ammar menukil dari Imam Shadiq as, beliau bersabda: Muzdalifah dinamakan Muzdalifah karena para jemaah haji keluar dari Arafat menuju ke arahnya.

 

Jam’; Imam Shadiq as bersabda: untuk Masy’ar dikatakan, “jam’”, karena nabi Adam as menjamak salat antara salat Maghrib dan Isya’. [9]

READ :  Hukum Thawaf Wada', Jumrah, dan Mencukur Rambut Sebelum Thawaf Ifadlah

Ibthah; Imam Shadiq as bersabda: Kawasan ini dinamakan Ibthah karena Nabi Adam as diperintah untuk menetap sampai subuh di perjalanan Masy’ar. Kemudian diperintah untuk naik ke atas gunung dan karena matahari bersinar padanya, dia mengakui akan dosa-dosanya dan pengakuan Adam ini menjadi sebuah tradisi diantara anak-anaknya. [10]

Amalan-amalan Haji di Masy’aril Haram

Setelah waktu Maghrib hari Arafah, para jemaah haji berduyun-duyun keluar meninggalkan Arafat dan beranjak menuju Masy’aril Haram. Waktu mabit atau menginap di Masy’aril Haram dimulai dari terbit fajar hari Idul Qurban hingga terbit matahari. Di Masy’ar, selain mabit tidak ada perbuatan yang wajib dilakukan. Meski begitu banyak hal-hal yang sifatnya mustahab untuk dilakukan jamaah diantaranya adalah berzikir menyebut nama Allah dan mengumpulkan bebatuan kecil untuk pelemparan jumrah.

Similar Posts:

Bagaimana Seorang Muslim Melakukan Manasik Haji Dan Umrah ? Cara yang terbaik bagi seorang muslim
Kemampuan pergi haji bagi seorang perempuan. Ada beberapa poin yang mesti diperhatikan oleh perempuan yang
Kewajiban Haji adalah bagi orang yang mampu. Apa yang dimaksud dengan "mampu" disini? Yang dimaksud
WhatsApp chat