Ka’bah Sebagai Pusat Ibadah Dalam Kitab Shoheh Bukhori

Ka’bah Sebagai Pusat Ibadah Dalam Kitab Shoheh Bukhori. Masjidil Haram dengan Ka’bah sebagai pusatnya, selalu dipenuhi oleh manusia untuk melaksanakan ibadah di dalamnya. Mereka berdoa, rukuk, sujud dan thawaf di dalamnya sepanjang waktu. Untuk memohon ampunan dan keridloan Allah SWT. Ka’bah memang sebagai pusat ibadah umat muslim di seluruh dunia. Yaitu setelah ditetapkan Allah SWT bahwa kiblat sholat adalah Masjidil Haram.

======================================================================

Paket Umroh Murah Ramadhan Backpacker mulai 24 Juta

Info: H. SUDJONO AF 081388097656 – WA

=====================================================================

Sejarah Kabah
Sejarah Kabah

DAFTAR ISI:

  • Ka’bah Sebagai Pusat Ibadah
  • Kiswah Ka’bah
  • Sejarah Penghancuran Ka’bah
  • Penjelasan Tentang Hajar Aswad
  • Hukum Menutup Pintu Ka’bah Dan Shalat Dimana Saja Ia Mau (Dalam Ka’bah)
  • Hukum Shalat di Dalam Ka’bah
  • Bagaimana Orang Yang Belum Masuk Ka’bah?
  • Hukum Orang Yang Shalat Di Setiap Sujud Ka’bah

 

 Ka’bah Sebagai Pusat Ibadah

Firman Allah “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia , dan (demikian pula) bulan Haram , had-ya , qalaid…”

No. Hadist: 1488

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنْ الْحَبَشَةِ

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Sa’ad dari Az Zuhriy dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang akan menghancurkan Ka’bah adalah orang-orang yang betisnya kecil berasal dari negeri Habasyah (Eithiophia) “.

No. Hadist: 1489

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ هُوَ ابْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانُوا يَصُومُونَ عَاشُورَاءَ قَبْلَ أَنْ يُفْرَضَ رَمَضَانُ وَكَانَ يَوْمًا تُسْتَرُ فِيهِ الْكَعْبَةُ فَلَمَّا فَرَضَ اللَّهُ رَمَضَانَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Sihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Muqatil berkata, telah mengabarkan kepada saya ‘Abdullah dia adalah putra dari Al Mubarak berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abu Hafshah dari Az Zuhriy dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Orang-orang melaksanakan shaum hari kesepuluh bulan Muharam (‘Asyura’) sebelum diwajibkan shaum Ramadhan. Hari itu adalah ketika Ka’bah ditutup dengan kain (kiswah). Ketika Allah subhanahu wata’ala telah mewajibkan shaum Ramadhan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsipa yang mau shaum hari ‘asyura’ laksanakanlah dan siapa yang tidak mau tinggalkanlah”.

No. Hadist: 1490

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ الْحَجَّاجِ بْنِ حَجَّاجٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عُتْبَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُحَجَّنَّ الْبَيْتُ وَلَيُعْتَمَرَنَّ بَعْدَ خُرُوجِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ تَابَعَهُ أَبَانُ وَعِمْرَانُ عَنْ قَتَادَةَ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُحَجَّ الْبَيْتُ وَالْأَوَّلُ أَكْثَرُ سَمِعَ قَتَادَةُ عَبْدَ اللَّهِ وَعَبْدُ اللَّهِ أَبَا سَعِيدٍ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Ibrahim dari Al Hajjaj bin Hajjaj dari Qatadah dari ‘Abdullah bin Abu ‘Utbah dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh pasti akan ada yang berhajji dan ‘umrah ke Baitulloh (Ka’bah) setelah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj”. Hadits ini dikuatkan oleh Aban dan ‘Imran dari Qatadah dan berkata, ‘Abdurrahman dari Syu’bah berkata: “Tidak akan terjadi hari qiyamat hingga tidak ada yang berhajji ke Baitulloh (Ka’bah) “. Redaksi hadits yang pertama yang lebih banyak didengar oleh Qatadah dari ‘Abdullah dan ‘Abdullah mendengarnya dari Abu Sa’id Al Khudriy.

 

Kiswah Ka’bah

No. Hadist: 1491

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ الْأَحْدَبُ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ جِئْتُ إِلَى شَيْبَةَ ح و حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ وَاصِلٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ جَلَسْتُ مَعَ شَيْبَةَ عَلَى الْكُرْسِيِّ فِي الْكَعْبَةِ فَقَالَ لَقَدْ جَلَسَ هَذَا الْمَجْلِسَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أَدَعَ فِيهَا صَفْرَاءَ وَلَا بَيْضَاءَ إِلَّا قَسَمْتُهُ قُلْتُ إِنَّ صَاحِبَيْكَ لَمْ يَفْعَلَا قَالَ هُمَا الْمَرْءَانِ أَقْتَدِي بِهِمَا

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Washil Al Ahdab dari Abu Wa’il berkata; “Aku menemui Syaibah “. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Qabishah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Washil dari Abu Wa’il berkata: “Aku duduk bersama Syaibah diatas sebuah kursi di dalam Ka’bah, lalu dia berkata: “Ini adalah tempat duduknya ‘Umar radliallahu ‘anhu yang dia berkata: “Sungguh aku berusaha keras untuk tidak meninggalkan benda kuning (emas) ataupun benda putih (perak) kecuali aku akan membagikannya”. Aku katakan: “Kedua sahabatmu (Abu Bakar Ash-Shidiq radliallahu ‘anhu dan Nabi Shallallahu’alaihiwasallam) tidak pernah melakukan hal itu!”. ‘Umar radliallahu ‘anhu berkata: “Mereka berdua adalah dua orang yang aku ikuti”.

 

Sejarah Penghancuran Ka’bah

No. Hadist: 1492

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْأَخْنَسِ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَأَنِّي بِهِ أَسْوَدَ أَفْحَجَ يَقْلَعُهَا حَجَرًا حَجَرًا

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Al Akhnas telah menceritakan kepada saya Ibnu Abu Mulaikah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Seakan akan aku melihat orang yang akan menghancuirkan Ka’bah), dia orang yang berkulit hitam dan renggang antara kedua kakinya dan dia mengangkat batunya satu persatu”.

No. Hadist: 1493

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنْ الْحَبَشَةِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yunus dari Ibnu Syihab dari Sa’id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang akan menghancurkan Ka’bah adalah orang-orang yang betisnya kecil berasal dari negeri Habasyah (Eithiophia) “.

 

Penjelasan Tentang Hajar Aswad

No. Hadist: 1494

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ جَاءَ إِلَى الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ فَقَبَّلَهُ فَقَالَ إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Ibrahim dari ‘Abis bin Rabi’ah dari ‘Umar radliallahu ‘anhu bahwa dia mendatangi Hajar Al Aswad lalu menciumnya kemudian berkata: “Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan madharat maupun manfa’at. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menciummu tentu aku tidak akan menciummu”.

 

HukumMenutup Pintu Ka’bah Dan Shalat Dimana Saja Ia Mau (Dalam Ka’bah)

No. Hadist: 1495

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيْتَ هُوَ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ وَبِلَالٌ وَعُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ فَأَغْلَقُوا عَلَيْهِمْ فَلَمَّا فَتَحُوا كُنْتُ أَوَّلَ مَنْ وَلَجَ فَلَقِيتُ بِلَالًا فَسَأَلْتُهُ هَلْ صَلَّى فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ بَيْنَ الْعَمُودَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu Syihab dari Salim dari bapaknya bahwa dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk kedalam Ka’bah bersama Usamah, Bilal, dan ‘Utsman bin Tholhah lalu mereka menutup pintunya. Ketika mereka membuka pintunya aku adalah orang pertama yang memasukinya dan aku temui Bilal lalu aku tanya; Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat di dalamnya?”. Dia menjawab: “Ya, diantara dua tiang Yamani”.

 

Hukum Shalat di Dalam Ka’bah

No. Hadist: 1496

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْكَعْبَةَ مَشَى قِبَلَ الْوَجْهِ حِينَ يَدْخُلُ وَيَجْعَلُ الْبَابَ قِبَلَ الظَّهْرِ يَمْشِي حَتَّى يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِدَارِ الَّذِي قِبَلَ وَجْهِهِ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِ أَذْرُعٍ فَيُصَلِّي يَتَوَخَّى الْمَكَانَ الَّذِي أَخْبَرَهُ بِلَالٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِيهِ وَلَيْسَ عَلَى أَحَدٍ بَأْسٌ أَنْ يُصَلِّيَ فِي أَيِّ نَوَاحِي الْبَيْتِ شَاءَ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma apabila mau masuk kedalam Ka’bah dia berjalan menuju arah depan sementara pintu Ka’bah di belakangnya. Maka dia berjalan hingga antara dia dan dinding dihadapannya kira-kira tiga hasta lalu dia shalat ditempat yang pernah Bilal kabarkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat di tempat itu. Dan tidak salah jika seseorang shalat di dalam Ka’bah menghadap kemana saja yang dia mau”.

 

Bagaimana Orang Yang Belum Masuk Ka’bah?

No. Hadist: 1497

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ وَصَلَّى خَلْفَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ وَمَعَهُ مَنْ يَسْتُرُهُ مِنْ النَّاسِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ أَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَعْبَةَ قَالَ لَا

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Khalid bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Abu Khalid dari ‘Abdullah bin Abu Awfa berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan thowaf di Ka’bah lalu shalat dua raka’at di belakang maqam Ibrahim dan bersama Beliau ada orang yang melindungi Beliau dari orang-orang Quraisy. Berkata, seseorang kepada ‘Abdullah bin Abu Awfa: “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam Ka’bah?”. Dia menjawab: “Tidak”.

 

Hukum Orang Yang Shalat Di Setiap Sujud Ka’bah

No. Hadist: 1498

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ أَبَى أَنْ يَدْخُلَ الْبَيْتَ وَفِيهِ الْآلِهَةُ فَأَمَرَ بِهَا فَأُخْرِجَتْ فَأَخْرَجُوا صُورَةَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ فِي أَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّهُمَا لَمْ يَسْتَقْسِمَا بِهَا قَطُّ فَدَخَلَ الْبَيْتَ فَكَبَّرَ فِي نَوَاحِيهِ وَلَمْ يُصَلِّ فِيهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ayyub telah menceritakan kepada kami ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika didahului oleh bapakku memasuki Ka’bah yang didalamnya terdapat patung-patung, Beliau memerintahkan agar patung-patung tersebut dikeluarkan. Lalu mereka mengeluarkan patung berbentuk Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il yang di tangan keduanya ada azlam (panah untuk mengundi nasib). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semoga Allah membinasakkan mereka. Padahal, sungguh mereka mengetahui bahwa keduanya tidak pernah mengundi nasib dengan azlam sekalipun”. Kemudian Beliau masuk kedalam Ka’bah lalu bertakbir pada sisi-sisinya dan tidak shalat didalamnya

Kompilasi Chm oleh: Abu Ahmad as Sidokare

Similar Posts:

Artikel Sedang Trending
Ayo Bisnis Umroh. Cara Mudah Membangun Bisnis Travel Umroh Murah “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
Tayamum adalah “bersuci” menggunakan debu tayamum adalah pengganti wudhuk tanpa air yang dibenarkan oleh ajaran
Umroh Murah 2020 Januari Februari Maret April Mulai Rp19,9 Jt. Umrah Murah 2020 2021 2022