Kajian Tatacara Umroh di Tanh Suci Hadir Sebagai Madrasah Umroh

Tatacara umroh. Madrasah Umrah adalah sebuah paket program yang dirancang untuk lebih memaksimalkan kegiatan ibadah jamaah umrah dengan sistem jarak jauh selama berada di kota Madinah dan Mekkah. Tanpa perlu meninggalkan rombongan, para peserta diajak untuk menjalani kegiatan ibadah dan kegiatan ilmiyah serta ziyarah secara intensif dan terprogram dengan bimbingan berkualitas. Tatacara umroh dan ilmu keislaman pada umumnya.

===================================================

Khusus untuk Paekt umroh Murah diantanya:

Umroh Murah April $1.500 + Rp 1 Juta

Umroh Murah Mei $1550 + Rp 1 Juta

Umrah Murah Ramadhan $1.750 + Rp 1 Juta

Umroh Murah Desember $1550 + Rp 1 Juta

INFO H SUDJONO AF 081388097656 | BB 2315 A67 C3

=================================================================

Fasilitas & Keunggulan Kajian Tatacara Umroh – Madrasah Umroh:

  • Buku Exclusive Madrasah Umrah “Ketika Tanah Suci Berbicara”.
  • Buku- buku dan buletin islami.
  • Konsultasi Syari’ah.
  • Para Pembimbing adalah para Relawan Mahasiswa yang sedang menempuh program studi Ilmu-ilmu Islam di Universitas – Universitas Saudi Arabia.
  • Sertifikat bagi peserta aktif.

Syarat-Syarat Pendaftaran Kajian Tatacara Umroh – Madrasah Umroh:

  • Peserta adalah Jamaah umrah Indonesia.
  • Umur 15 tahun ke atas.
  • Bisa membaca al-Qur’an.
  • Lancar baca-tulis Indonesia dengan baik dan benar.
  • Bersedia mengikuti program sampai selesai (Kurang lebih 6 hari).
  • Mengisi formulir pendaftaran.
  • Bersedia berkomunikasi dengan Dai secara berkala.

 

Cara Pendaftaran Kajian Tatacara Umroh – Madrasah Umroh:
  • Kirimkan Nama Lengkap anda, No HP, nama Travel dan nama hotel, disertai waktu kedatangan anda di Madinah atau di Mekkah, Contoh :
  • Sudjono Arif Fauzan, +6281234567899, Risalah MadinaTravel, Hotel Fairus Seasons (Madinah) Hotel Fajr Al Abadea 1 (Mekkah), tgl 20 Maret 2016.
  • Kirim ke SMS : +966 543 550 686
  • E-mail : [email protected]

 

Untuk lebih memudahkan maka diharapkan setiap pendaftar untuk menghubungi No. HP di atas setibanya di kota Madinah, untuk mendapatkan buku paket. Kegiatan Kajian Tatacara Umroh – Madrasah Umroh ini adalah dimotori oleh www.MarkazInayah.com yang berkedudukan di Madinah dan Makkah.

 

 

MENGENAL NABI IBRAHIM AS

Nabi Ibrahim dilahirkan di Babylonia negeri yang terletak di Mesopotamia, sekarang Iraq. Beliau hidup di masa pemerintahan Raja Namrud, seorang raja yang sangat ditakuti oleh rakyatnya dan yang berani mengaku dirinya sebagai Tuhan. Sejak kecil Nabi Ibrahim AS selalu tertarik akan keajaiban-keajaiban alam dan ia yakin hal tersebut diatur oleh Allah Yang Maha Pencipta. Nabi Ibrahim AS yang telah berketetapan hati untuk menyembah Allah Swt dan menjauhi berhala, memohon mukjizat kepada Allah Swt agar kepadanya diperlihatkan kemampuan untuk menghidupkan makhluk yang telah mati.

4 BURUNG DI 4 BUKIT. Karena tujuannya adalah untuk mempertebal iman dan keyakinan sang Nabi, Allah Swt memenuhi permintaannya tersebut. Atas petunjuk Allah Swt, empat ekor burung dipotong dan tubuhnya yang hancur diaduk jadi satu. Kemudian tubuh burung-burung itu dibagi menjadi empat dan masing-masing bagian diletakkan diatas 4 bukit terdekat yang terpisah satu sama lain. Allah Swt memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk memanggil burung-burung tersebut. Atas kuasanya, burung yang sudah mati dan anggota tubuhnya yang cerai berai satu sama lainnya itu hidup dan terbang kembali. Maka hilanglah segenap keragu-raguan di hati Nabi Ibrahim AS tentang kebesaran Allah Swt.

DIUSIR SANG AYAH. Orang pertama yang mendapat dakwah Nabi Ibrahim AS adalah Azar, ayahnya sendiri yang berprofesi sebagai seorang ahli pembuat patung untuk sesembahan. Azar sangat marah mendengar pernyataan bahwa anaknya tidak mempercayai berhala yang disembahnya. Ibrahim bahkan diusir pergi ketika mengajak sang ayah untuk memasuki kepercayaan baru menyembah Allah Swt. Ibrahim AS merencanakan untuk membuka pikiran dan mata hati kaumnya tentang kesalahan mereka menyembah berhala. Kesempatan itu diperolehnya ketika penduduk Babylonia pergi keluar kota untuk merayakan suatu hari besar selama beberapa hari.

MENGHANCURKAN BERHALA. Ibrahim AS dengan palu godam di tangan memasuki tempat peribadatan yang penuh dengan berhala itu dan dengan sangat berani menghancurkan semua berhala yang ada. Yang tersisa hanya sebuah patung berhala yang paling besar. Dibiarkan utuh sendiri dan ke leher patung itu palu godam yang baru saja digunakan, digantungkan. Ketika pihak kerajaan mengetahui peristiwa itu, Ibrahim segera ditangkap dan diadili. Ibrahim mengatakan bahwa patung yang berkalung palu godam itulah yang melakukan pengrusakan berhala-berhala dan menyarankan para hakim untuk bertanya kepadanya.

DILEMPAR KE API UNGGUN. Hakim yang marah memutuskan Ibrahim AS harus dibakar hidup-hidup atas kelancangannya itu. Sewaktu eksekusi dilaksanakan, Mukjizat dari Allah Swt pun turun, Ibrahim AS selamat karena Allah memerintahkan api menjadi dingin. Sejak kejadian tersebut, sejumlah orang mulai beriman dan tertarik pada dakwah Ibrahim AS, walaupun semuanya mash terasa takut kepada penguasa. Tetapi Raja Namrud dan kroni-kroninya yang tertutup mata hati dan akal pikirannya, masih saja belum percaya, bahkan langkah dakwah Ibrahim AS benar-benar dibatasi oleh Raja Namrud. Karena melihat kesempatan berdakwah yang sangat sempit, Ibrahim AS meninggalkan tanah airnya, menuju Harran, di Palestina yang penduduknya malah menyembah bintang dan dengan tegas menolak dakwah Ibrahim AS. Karena di Palestina tidak berhasil bersama Siti Sarah kemudian hijrah ke Mesir. Di tempat terakhir ini Ibrahim AS berniaga, bertani, dan berternak. Kemajuan usahanya membuat iri penduduk Mesir sehingga beliau pun terusir kembali ke Palestina dan menetap disana.

ISMAIL DAN ISHAK. Setelah bertahun-tahun menikah, pasangan Ibrahim dan Siti Sarah belum juga dikaruniai anak. Untuk memperoleh keturunan, Siti Sarah mendorong suaminya untuk menikahi Siti Hajar, pembantu mereka. Dan perkawinan dengan Siti Hajar ini Ibrahim memperoleh anak pertama: Ismail. Tidak lama setelah lahirnya Ismail, Siti Sarah, sang istri pertama melahirkan pula seorang putra yang diberi nama Ishak.

KHITAN. Sewaktu berusia 90 tahun, datang perintah dari Allah Swt agar Nabi Ibrahim AS mengkhitankan dirinya sendiri, beserta seluruh anggota keluarganya. Putranya Ismail, yang ketika dihitan itu berusia 13 tahun. Perintah ini segera dijalankan Ibrahim AS dan kemudian dijalankan oleh nabi-nabi lainnya termasuk Nabi Muhammad yang bagi penganut Islam sudah merupakan kewajiban yang tidak pernah ditinggalkan. Allah Swt juga memerintahkan Ibrahim AS untuk membangun kembali Ka’bah (Baitullah) yang hancur dan roboh karena banjir besar di zaman Nabi Nuh. Bersama sang anak, Ibrahim membangun kembali Rumah Ibadah tersebut.

Similar Posts:

By |2018-03-03T02:47:38+00:00March 16th, 2016|Uncategorized|

Leave A Comment