Keutamaan Pahala Haji

Tanya jawab sekitar ibadah haji

Tanya :
Ustadz, apa sebenarnya keutamaan pahala haji dan umrah? Apakah benar bisa menghapus kembali dosa kita seperti bayi baru lahir?

Hendra Kurniawan, Jakarta

Jawaban:
Rosulallah SAW ditanya mengenai amal yang paling utama. Maka, ujar beliau, “Yaitu, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Tanya orang itu lagi, “Kemudian apa?” Rasul menjawab, “Kemudian, berjihad di jalan Allah.” Ditanya pula, “Setelah itu apa lagi?” Kata Rasul, “Setelah itu haji yang mabrur.” (HR.Bukhari)

Keutamaan ibadah haji dari ibadah-ibadah lainnya sangatlah banyak. Pahalanya pun bukan hanya dihapuskan dosa-dosanya, tetapi sekaligus jaminan syurga bagi mereka yang mabrur. Di antaranya, yang dapat kita rangkum berdasarkan dalil-dalil :

1.       Menghapus dosa. “Siapa saja yang menunaikan ibadah haji, lalu tidak berbuat rafats, tidak berbuat fasik, dia seakan-akan kembali seperti bayi yang dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukahri & Muslim). “Antara umrah satu menuju umrah berikutnya adalah penghapus dosa antara keduanya. Sementara, haji mabrur tidak ada balasannya kecuali syurga.” (HR Bukhari)

2.       Haji merupakan jihad bagi orang yang lemah dan wanita. Dari Abu Hurairah Rosulallah SAW bersabda,”Jihad orang lanjut usia, anak kecil, dan perempuan adalah haji dan umrah.” (HR Nasai).

3.       Manfaat khusus. “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan …” {QS AL-HAJJ [22]:28}. Az-Zamakhsyari menyatakan, Allah menyebutkan kata al-manafi’ (berbagai manfaat) karena Allah menginginkan manfaat khusus dalam pelaksanaan ibadah haji yang dipahami sebagai pengalaman spritual dahsyat di dalam serangkaian ritual yang tidak terdapat dalam ibadah-ibadah lainnya.

4.       Utusan dan tamu Allah SWT. Nabi menyatakan, “Utusan Allah adatiga, yaitu orang yang berhaji, dan orang yang umrah.” (Hran-nasa’i).

5.       Silaturahim. Wadah berkumpul dan bertemunya seluruh kaum Muslimin dari berbagai penjuru dunia.

Oleh : Ustaz Erick Yusuf
Pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)
Sumber : Republika

Similar Posts:

By |2014-09-22T10:37:02+00:00September 22nd, 2014|Uncategorized|

Leave A Comment