Kisah Penaklukan Kota Makkah atau Fattul Makkah (4)

Kisah Penaklukan Kota Makkah atau Fattul Makkah (4), merupakan artikel lanjutan dari Kisah Penaklukan Kota Mekkah atau Fattul Makkah (3) . Silakan disimak.

Kotak Makkah

Kotak Makkah

Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah ia berkata: “Rasulullah membagi pasukannya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dipimpin Khalid bin Walid dan kedua oleh Zubair bin Awwam. Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah untuk mengawasi orang-orang tak bersenjata.”

Abu Hurairah berkata: “Rasulullah bersabda kepadaku, “Wahai Abu Hurairah! Panggillah orang-orang Anshar untuk menemuiku.” Saya langsung memanggil mereka, dan orang-orang Anshar segera datang lalu mengitari Rasulullah dengan penuh ketaatan. Rasulullah bersabda kepada mereka, “Maukah kalian menghabisi orang-orang Quraisy yang membangkang serta para pengikutnya?” Lalu beliau memberikan isyarat sambil berkata: “Habisi mereka sampai tak tersisa seorangpun, kemudian temui saya di bukit Shafa.”

Abu Hurairah berkata: “Kami segera melaksanakan perintah Rasulullah! Orang-orang Quraisy telah habis semuanya. Tak tersisa seorangpun dari mereka setelah hari ini.” Beliau lalu berkata: “Barangsiapa memasuki rumah Abu Sufyan, ia pasti selamat.” Mendengar perkataan beliau ini, berkatalah orang-orang Anshar kepada sesamanya, Rasulullah sekarang hanya memperhatikan kaumnya. Lihatlah ia sudah lupa kepada kita dan tidak perhatian sama sekali.

Abu Hurairah berkata: “Wahyu dari langit langsung turun karena perkataan ini. Dan setiap wahyu yang datang kepada Rasulullah, kami bisa melihat hal itu jelas di wajahnya.

“Ketika wahyu sedang turun, tak ada seorangpun yang berani melirik Rasulullah, sampai wahyu telah sempurna turunnya.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Wahai kaum Anshar!” Mereka menjawab, ‘Labbaik, wahai Rasulullah.’ Rasulullah melanjutkan: ‘Kalian telah mengatakan bahwa aku hanya peduli kepada kaumku, dan melupakan kalian. Benarkah hal itu?” Mereka menjawab: ‘Benar wahai Rasulullah.”

Beliau berkata: “Sekali-kali tidak. Aku adalah hamba Allah dan utusanNya. Aku berhijrah kepada Allah dan mendatangi negeri kalian. Kehidupanku adalah kehidupan kalian, demikian pula kematianku adalah kematian kalian pula.” Maka serentak kaum Anshar menangis dan berkata: “Wahai Rasulullah! Kami mengatakan hal itu karena mengharap keistimewaan tersendiri dari Allah dan RasulNya.”

Kemudian Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya membenarkan perkataan kalian dan sudah memaafkannya….” (Al-Hadis)

Ketika Rasulullah sampai di Dzi Thuwa beliau berhenti di atas kendaraannya. Saat itu beliau membalut kepalanya dengan kain merah dan memakai mighfar. Beliau membaca surat Al-Fath dan mengulangnya berkali-kali. Beliau terus menundukkan kepalanya sebagai rasa syukur kepada Allah. Inilah bentuk ketawadhu’an beliau atas nikmat besar yang berupa penaklukkan kota Makkah ini. Wajah beliau terus menunduk atas keagungan Allah yang diberikanNya kepada beliau yang telah menghalalkan kota Makkah baginya. Padahal tidak pernah dihalalkan kepada seorangpun setelah itu. Beliau terus menunduk sampai-sampai jenggot beliau menyentuh punggung kendaraan yang ditungganginya.

Kemudian Rasulullah meminta para pemimpin pasukan untuk tidak memerangi atau membunuh, kecuali orang yang menyerangi mereka. Namun beliau mengecualikan beberapa orang yang harus dibunuh di manapun mereka berada, meski mereka berpegang pada sitar Ka’bah. Mereka adalah Al-Huwairits, Abdullah bin Khathal, Habbar bin Aswad, Maqis bin Shahabah, Abdullah bin Abi Sarh, Ikrimah bin Abu Jahal dan dua orang biduanita milik Abdullah bin Khatbal yang pernah menyanyi sambil menghina Rasulullah. Juga seorang budak wanita milik Bani Muththalib yang bernama Sarah.

Abdullah bin Khatbal dibunuh Abu Barzah Al-Aslamy. Saat itu ia berpegangan pada kelambu Ka’bah. Tapi ada yang mengatakan bahwa yang membunuhnya adalah Zubair bin Awwam.

Sedangkan Al-Huwairits, Maqis bin Shahabah, dan salah seorang biduanita, mereka semua mati terbunuh pada hari penaklukkan kota Makkah yang agung ini. Maqis adalah seseorang yang sudah masuk islam kemudian murtad, lalu ia bergabung dengan orang-orang musyrik, dan akhirnya ia dibunuh karenanya.

Adapun Habbar bin Aswad, dialah yang hendak memperkosa Zainab putri Rasulullah. Zainab menolak dengan keras. Dia meronta dan terjatuh pada sebuah karang besar hingga gugur janin yang ada dalam perutnya. Kemudian Habbar melarikan diri, dan akhirnya masuk islam, Islamnya baik.

Sedangkan Sarah dan seorang biduanita lainnya, ada seorang sahabat yang memintakan perlindungan buat mereka kepada Rasulullah. Rasulullah mengizinkannya dan mereka pun dilindungi. Akhirnya mereka masuk Islam.

Adapun Abdullah bin Abu Sarh, ia telah masuk Islam. Kemudian Utsman bin Affan membawanya kehadapan Rasulullah untuk memintakan perlindungan  buatnya. Rasulullah akhirnya memberinya perlindungan, padahal sebelumnya beliau tidak memberikan perlindungan itu. Beliau berharap ada seornag sahabat yang membunuhnya, karena ia dulu pernah masuk Islam, kemudian berhijrah ke Madinah dan murtad lalu kembali ke Makkah.

Baca lengkapnya Kisah Penaklukan Kota Mekkah atau Fattul Makkah (5)

Similar Posts:

By |2017-03-21T07:21:29+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment