Kota Makkah Di Akhir Zaman

Bagaimana kondisi dan situasi kota Makkah di akhir zaman nanti? Mari  kita simak keterangan-keteranagn yang bisa kita peroleh dari hadits-hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam sebagai berikut:

Dari Ummu Salamah, dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:

“Pada suatu hari nanti ada seseorang yang berlindung di Baitul Haram, kemudian ia diserbu oleh pasukan yang sangat banyak. Ketika mereka berada ditengah padang pasir, tiba-tiba Allah menenggelamkan mereka semua.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain yang dikatakan Hafshah, beliau bersabda:

“Akan ada sebuah kaum yang tidak memiliki senjata, tidak berjumlah banyak, dan tidak punya persiapan perang. Mereka berlindung didalam Al-Bait (Ka’bah). Kemudian dikirimlah pasukan dalam jumlah besar ke Bait tadi (untuk menghabisi mereka). Ketika pasukan itu sampai di padang pasir, tiba-tiba mereka semua tenggelam ke dalam perut bumi.” (HR. Muslim)

Ummu Salamah berkata: “Saya mendengar Rasulullah bersabda:

“Akan ada perselisihan saat salah seorang khalifah meninggal dunia. Kemudian keluarlah seorang khalifah dari Bani Hasyim, dia datang ke Makkah dan orang-orang menyuruhnya keluar dari rumahnya. Lalu ia pergi ke Ka’bah diantara rukun (Hajar Aswad) dan maqam Ibrahim. Maka dikirimlah beberapa passukan dari negeri Syam (untuk membunuhnya…)” (HR. Ath-Thabrani)

Dam Ibadah Umroh dan Haji

Dam Ibadah Umroh dan Haji

Dalam riwayat lain:

“Maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah. Ia melarikan diri ke Makkah. Lalu ia didatangi beberapa orang Makkah. Mereka mengeluarkan lelaki itu dari kediamannya dan membaiatnya diantara Hajar Aswad dan maqam, padahal ia tidak ingin di baiat…”(HR. Abu Dawud. Ini adalah Hadis hasan) inilah Mahdi yang keluar di akhir zaman.

Sungguh, Allah  benar-benar menjaga kota Makkah dari segala niat buruk dan kejahatan. Dan termasuk hikmah Allah Yang Maha Bijaksana bahwa Dajjal tidak akan memasuki kota Makkah di akhir zaman.

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

“Tidak ada sebuah kotapun di bumi ini kecuali Dajjal akan memasukinya, selain Makkah dan Madinah. Tidak ada jalan setapakpun padanya, kecuali disitu ada Malaikat yang berkumpul menjaganya. Lalu Dajjal itu mendatangi Sabkhah (sebuah dataran penuh dengan pasir). Disana ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka keluarlah dari kota Madinah seluruh orang kafir dan munafik yang ada.” (HR. AL-Bukhari dan Muslim)

Sedangkan dalam Hadis Abu Umamah Rasulullah bersabda:

“Ketauhilah! Tidak ada sejengkal tanahpun di muka bumi ini kecuali akan dilewati Dajjal. Yang tidak dia masuki hanyalah Makkah dan Madinah. Ketika Dajjal mendatangi keduanya, tidak ada suatu jalanpun disana yang hendak dia masuki, kecuali ia berhadapan dengan Malaikat yang membawa pedang terhunus.  Sehingga ia (putus asa dan) mendatangi dataran merah pada penghujung Sabkhah dekat kota Madinah. Lalu ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka tidak terdapat seorang munafik laki atau perempuan di kota Madinah itu, kecuali mereka keluar menghampiri Dajjal tersebut. Sungguh! Kota Madinah telah membersihkan keburukan Dajjal seperti alat peniup api yang membersihkan karatnya besi. Hari itu dinamakan Yaumul Khalaash (hari bersihnya kota Madinah dari orang-orang munafiq). Rasulullah ditanya: ‘Kemanakah orang Arab dihari itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Mereka di hari itu sangat sedikit jumlahnya.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah. Ini adalah Hadis Shahih)

Sedangkan Hadis yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

“Demi Allah! Mereka pasti akan mengerjakan ibadah haji dan umrah di Baitul Haram ini setelah keluarnya ya’juj dan ma’juj.” (HR. Al-Bukhari)

Dan Rasulullah telah menjelaskan kepada kita bahwa Al-Masih Isa akan mengerjakan ibadah haji setelah beliau berhasil membunuh Dajjal. Rasulullah bersabda:

“Demi Allah! Isa putra Maryam pasti akan melewati jalan Ar-Rauha ini untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah, atau saat mengerjakan keduanya secara bersamaan.” (HR. Muslim)

Rasulullah juga menyebutkan bahwa tanda diantara tanda datangnya hari kiamat adalah dihancurkannya Ka’bah. Dalam sebuah hadits riwayat Abdullah bin Umar, dia menegaskan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda:

“Ka’bah ini akan dihancurkan oleh seorang dari Habasyah (Ethiopia) yang kecil kedua betisnya. Ia merampas semua perhiasan Ka’bah dan mengambil kiswah (pakaian) nya. Sungguh! Saya seperti melihatnya disini (sekarang) sedang menghancurkan Ka’bah dengan menggunakan palu besar dan gancunya.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Sedangkan dalam riwayat Abdullah bin Abbas Nabi bersabda:

“Saat ini saya seperti melihatnya sedang menghancurkan Ka’bah sedikit demi sedikit. Satu persatu batu ia hancurkan.” (HR. AL-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Abu Hurairah Rasulullah bersabda:

“Yang menghancurkan Ka’bah ini adalah orang Habasyah yang dijuluki Dzus suwaiqotain.” (HR. Muslim)

Orang itu dinamakan dengan Dzus Suwaiqotain karena kedua betisnya sangat kecil.

Allah berfirman tentang tanda datangnya hari kiamat:

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat kami.” (QS. AN-Naml: 82)

Ada sebuah Hadits yang menerangkan tantang ad-dabbah ini, yaitu Hadis dari Abu Umamah. Ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

“Akan keluar seekor binatang di akhir zaman yang meracuni banyak manusia, hingga hidung mereka menjadi hitam. Kemudian orang-orang berhidung hitam itu menetap bersama manusia lainnya dan berjual beli dengan mereka. Sampai ada seseorang yang membeli unta dan ditanya: “Kamu membeli unta ini dari mana?” Ia menjawab: “Saya membelinya dari salah satu orang yang berhidung hitam.” (Hadis Shahih riwayat Ahmad)

Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa binatang ini akan keluar dari gunung Ajyad di kota Makkah.

Rasulullah juga mengatakan bahwa Islam adalah agama yang asing dikalangan manusia, dan kembalinya hanya ke kota Makkah dan Madinah. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya Islam diawali dengan keasingan, dan akan kembali asing seperti permulaannya. Ia (Islam) akan kembali diantara dua masjid, seperti kembalinya seekor ular kedalam lubangnya.” (HR. Muslim).

Maksudnya Islam akan kembali ke Makkah dan Madinah di akhir zaman.

Jaminan Allah Untuk Kota Makkah

Allah menyatakan bahwa Dia telah menjadikan Kota Makkah aman sentosa dan tenteram bagi seluruh penduduk dan orang-orang yang mengunjunginya. Dia berfirman:

“Dan apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman?! (QS. Al-Qashash: 57)

Juga berfirman dalam ayat lain:

“Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan negeri mereka sebagai tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya saling rampok-merampok.” (QS. Al-Ankabut: 67)

Itulah kota Allah yang penuh dengan keamanan, tempat pepohonan dan batu-batuan juga manusia semuanya merasa aman disana. Darah tidak boleh ditumpahkan, penduduknya tidak boleh ditakuti, bahkan membawa senjata ketika masuk kesana sangatlah diharamkan. Rasulullah bersabda:

“Tidak dihalalkan bagi seorangpun dari kalian untuk membawa senjata di kota Makkah.” (HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah)

Maka barangsiapa yang ingin berbuat jahat atau dosa disana, pastilah dibinasakan oleh Allah. Dia berfirman:

“Barangsiapa yang bermaksud melakukan kejahatan didalamnya secara zhalim, niscaya akan kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.” (QS. Al-Hajj: 25)

Abdullah bin Amru bin Ash berkata:

“Kami dulu meyakini bahwa perkataan, “Tidak, demi Allah” dan “Ya, demi Allah” adalah termasuk ilhad (penyimpangan besar) didalam Baitul Haram.” (HR. Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf)

Maka, siapapun yang menakut-nakuti penduduk kota Makkah, para jamaah haji dan orang-orang yang datang untuk mengerjakan ibadah umrah, sungguh lebih diancam dengan siksaan yang teramat pedih.

Karena Makkah adalah Bakkah, yang selalu membinasakan setiap orang sombong, orang zhalim, serta orang-orang yang suka memusuhi dan merusak. Allah telah memberitahu kita mengenai kisah Ashabul Fil (tentara bergajah). Bagaimanakah akibat dari usaha mereka? Mereka binasa dilempari batu dari langit yang dibawa oleh burung ababil. Mereka menjadi hancur lebur seperti daun yang telah dimakan ulat. Itulah balasan setiap orang yang datang ke Makkah dengan membawa kezhaliman dan permusuhan. Jadi! Baitul Haram ini senantiasa dilindungi Allah dengan perlindungan langsung dariNya. Barangsiapa datang kesana dengan menginginkan kejelekan, Allah pasti segera membinasakannya.

Ada sebuah Hadis dari Abu Hurairah dia berkata:

“Rasulullah berpidato ketika kota Makkah telah dia kuasai: ‘Sesungguhnya Allahlah yang menahan gajah (yang dibawa Abrahah dari negeri Yaman), sehingga ia tidak bisa memasuki kota Makkah, dan sekarang Allah telah menguasakannya kepada Rasulullah dan para mukminin. Ketauhilah! Kota Makkah tidak pernah dihalalkan bagi seorangpun sebelumku, dan tidak akan dihalalkan untuk siapapun sesudahku. Ingatlah! Ia hanya dihalalkan bagiku saja, itupun hanya satu jam di siang hari, dan sekarang ia telah kembali pada keharamnnya mulai saat ini..’.” (HR. AL-Bukhari dan Muslim)

Allah juga berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Inilah kota Makkah yang penuh dengan keamanan. Keamanan itu datang dari Allah secara langsung. Tak ada seorangpun yang bisa mengusiknya.

“Ya Allah, jadikanlah kota Makkah ini penuh dengan keamanan. Jagalah ia dari kebusukan orang-orang yang busuk dan kedengkian para pendengki.”

Hati seorang muslim senantiasa bergantung dan merindukan daerah-daerah suci di kota Makkah, sejauh manapun dia berada. Dimanapun ia tinggal, meski jaraknya sangat jauh, hatinya tetap merindukan kota tempat turunnya wahyu yang penuh rahmat dan barakah ini.

Seorang muslim yang jujur dan istiqamah dalam agamanya sellau menjaga janji dan sumpah yang pernah diucapkannya. Ia jujur dalam  menyambut panggilan Allah dan Rasul, meski ia sudah tidak lagi di kota Makkah. Dan kota Makkah ini selamanya dijaga oleh Allah dengan penjagaan khusus dariNya sampai akhir hayat nanti.

“Hanya di kota Makkah-lah terdapat cahaya yang menggetarkan kalbu…”

            “Sehingga dengan cahaya itu, setiap pemuda yang bisu dengan agamanya, menjadi mampu berbicara.”

            “Hatiku senantiasa mengarap dan mendamba pergi kesana…Tapi selain ke kota itu, hati ini tak pernah merindu…”

            “Sungguh! Baitul Atiq adalah kiblat kami…

            Yang kami selalu menjaganya meski jiwa dan nyawa kami adalah jaminannya…”

            “Ya Allah! Jagalah kota Makkh ini dari segala keburukan dan hal-hal yang dibenci. Tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan padanya. Dan tambahkan pula kemuliaan dan keagungan serta kebaikan kepada setiap pengunjung yang mendatanginya.”

Hanya kepada Allah-lah kami mengharap. Semoga Dia menjadikan amal kami ini murni dan ikhlas untuk wajahNya yang mulia. Semoga shalawat serta salam juga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabat. Walhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin!

Sumber: “Kisah Kota Makkah” (Dilengkapi dengan Keutamaan dan Hukum-Hukum Kota Makkah).

Penulis: Ahmad bin Shalih bin Ibrahim Ath-Thawiyyan

Similar Posts:

By |2018-12-07T06:15:43+00:00December 7th, 2018|Makkah|