Maktabah Makkah Al-Mukaramah & Pohon Soekarno

Maktabah Makkah Al-Mukaramah & Pohon Soekarno (Arafah) Merupakan Tempat Bersejarah Dan Menarik Untuk Dikunjungi

Maulid Nabi sebagai “Maktabah Makkah Al-Mukaramah”

Maktabah Makkah Al-Mukaramah tempatnya masih ada dalam komplek Masjidil Haram, atau tepatnya 500 m berada di sebelah timur Kakbah. Anda dapat mengunjunginya cukup dengan berjalan kaki. Sebuah bangunan berlantai dua dengan cat putih, memiliki daun pintu, dan jendela berwarna coklat ini dikenal sebagai “Maulid Nabi”

Menurut peraturan banyak orang, pada tempat inilah Nabi Muhammad dilahirkan. Kebenaran cerita ini masih diperselisihkan, namun hingga kini pengelola Masjidil Haram tetap menjaga dan membiarkan bangunan ini tetap utuh. Pada pemanfaatannya kini Maulid Nabi dijadikan sebagai perpustakaan, atau dinamakan sebagai “Maktabah Makkah Al-Mukaramah”.

===================================================================

Untuk Paket Umroh Promo 2018 – 2019- 2020

Mulai Rp18,9 Juta

Info : H Sudjono AF – 081388097656 WA

Seat Umroh Ramadhan Murah 2018 sudah dibuka

===================================================================

Perpustakaan ini dibuka setiap waktu, terlebih pada musim haji dan umrah Ramdhan bangunan ini menjadi tempat yang ramai dikunjungi para jamaah. Memanfaatkan keramaian ini kemudian para masyayikh menjadikannya sebagai tempat dibagikan buku, selebaran, dan kaset gratis dalam berbagai bahasa.

Tepat disebelah kiri bangunan ini anda bisa mendapati beberapa kran pengisian air zam-zam dalam jumlah besar dan juga tak jauh arinya tampak tumpukan kursi roda yang  dapat dipinjam secara gratis.

Arafah dengan Pohon Soekarno

Padang Arafah
Padang Arafah

Dahulu tempat ini dikenal dengan nama Padang Arafah, sebuah daratan luas yang tandus dan tak berpohon. Namun kini Arafah telah dihiasi dengan pepohonan yang bertebaran di setiap sisinya.

Orang Indonesia mengenal pepohonan yang banyak tumbuh di Padang Arafah dengan nama “Pohon Soekarno”. Konon benih pohon yang ditanam di padang arafah ini adalah hasil gagasan yang disumbang Presiden Soekarno yang ketika itu prihatin kala mengetahui jamaah haji berpanas-panas saat menjalankan ibadah haji.

Entah kebenaran cerita diatas benar-benar shalih atau tidak. Karena cerita itu hampir tidak dapat diverifikasi, dan orang Arab pun ketika ditanya mengenai pohon di Arafah mereka sama sekali mengetahui apa hubungannya dengan Soekarno, bahkan mungkin mereka pun tidak mengenal siapa nama Soekarno itu.

Untuk mengunjungi tempat ini anda bisa menggunakan taksi dengan tarif 50 riyal untuk dua kali perjalanan, barangkat dan pulang. Namun jangan hawatir karena biasanya setiap KBIH atau travel telah menjadikan wisata ke tempat ini sebagai fasilitas dalam city tour.

Disebut sebagai Arafah karena memiliki makna filosofis. Arafah dalam bahasa arab memiliki arti “mengerti”. Maknanya, pada tempat inilah manusia menjadi lebih mengenal jati dirinya dengan memperbanyak ‘tafakur’ pada tanggal 9 dzulhijah, saat mengerjakan wukuf. Sehingga tanggal tersebut juga dikenal dengan ‘Hari Arafah’ atau hari mengenali jati diri. Mengenali seberapa kecil dirinya dibanding kekuasaan Allah.

Beberapa orang juga mengartikan penamaan ini dengan sebuah kisah di mana Nabi Ibrahim yang telah lama berpisah dengan anak kesayangannya (Ismail) maka di tempat inilah awal mula mereka bertemu. Mereka saling membagi cerita sekian tahun tak bertemu, dan di tempat inilah mereka saling mengenal.

Gunung Cinta (Jabal Rahmah)

Jabal Rahmah
Jabal Rahmah

Ditempat ini pula bediri sebuah gunung kecil bernama Jabal Arafah. Namun, seiring berjalannya waktu gunung ini lebih dikenal dengan nama Jabal Rahmah (gunung cinta). Sebuah sumber sejarah mengatakan di tempat inilah nabi adam dan ibu hawa bertemu setelah sebelumnya dipisahkan ketika diturunkan ke bumi dari surge oleh Allah. Kebenaran sumber cerita ini dipertentangkan oleh para ulama ahli sejarah, namun karena terlanjur dikenal, gunung ini tetap menjadi objek ziarah paling diidamkan jamaah haji dari penjuru dunia.

Ada yang datang ke tempat ini sebatas untuk wisata, namun adapula yang datang kesini dengan membawa kepercayaan bahwa di tempat inilah bila seorang berdoa ttentang jodoh maka allah akan mengabulkannya.

Kepercayaan ini mereka sandarkan dari cerita bertemunya nabi adam dan Ibu Hawa. Maka orang yang mempercayai hal ini mereka akan mendaki gunung dan mengambil wudhu untuk shalat di atasnya, ada pula yang sekedar berdoa dengan menghadap ke tugu di atas gunung, dan ada pula yang menempelkan foto pasangannya atau menuliskan nama dirinya dan pasangannya pada batu-batu di sekitar gunung.

Atas perbuatan menyimpang itulah tak heran jika kini didirikan tenda besar yang dijaga aktivis dakwah, yang tak kenal lelah memberikan penyuluhan pada para peziarah tentang penyimpangan yang banyak dilakukan dalam melakukan wisata religi nya.

Pada hari biasa, ratusan pedagang asongan, puluhan unta yang berbaur dengan penggemis dan penjaja makanan lain berkumpul. Jabal rahmah yang pada hari biasa menjadi destinasi wisata menarik, pada musim haji berubah menjadi lautan manusia yang sangat padat.

Jangan bayangkan ketika wukuf di arafah tanggal 9 dzulhijah anda akan disediakan tenda dan segala perlengkapan yang komplit. Tenda yang dipakai sejak zuhur hingga maghrib ini hanyalah kain penutup panas yang ketika anda bersandar pada tiangnya akan membuat tenda tersebut rubuh.

Di arafah ini, di tempat di mana rasulullah dulu mendirikan khutbah arafah, kini telah dibangun masjid besar bernama Namirah. Masjid besar ini hanya dibuka satu hari dalam setahun, yakni di tanggal 9 dzulhijah.

Sumber: Buku ”Menjadi Muthawif Anda di Tanah Suci”

 

Similar Posts:

WhatsApp chat