Meneladani Rasulullah Muhammad SAW

Meneladani Rasulullah Muhammad SAWDari seluruh perjalanan spiritual ke Madinah, aku tercenung memikirkan: apa yang harus dilakukan setelah kembali ke Mesir. Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang telah menyelesaikan ziarah dan seluruh aktivitas ibadah selama di Madinah? Akankah ibadah yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan kekhusyuan akan memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain?

========================================================================

Melaksanakan Ibadah umroh meneladani Rasulullah SAW

Informasi : H Sudjono AF – 081388097656 WA

Ada Paket Umroh Murah Ramadhan Backpacker 2018 2019 2010

========================================================================

Meneladani Rasulullah Muhammad SAW

Pertanyaan-pertanyaan tersebut begitu menggugah diriku. Ada kegembiraan yang begitu besar membahana dalam batinku. Aku sadar betul, bahwa kesempatan berziarah dan beribadah di Madinah tidak bisa dilakukan oleh setiap muslim, terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di negeri yang jauh dari Madinah. Aku sudah menunaikan seluruh ibadah sesuai dengan anjuran Nabi dan penjelasan para ulama terkemuka.

Seluruh ritual yang kulakukan memberikan pencerahan batin yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Kecintaanku pada Muhammad SAW semakin tumbuh laksana bunga-bunga di taman yang mekar dan harum semerbak. Batinku mendapatkan anugerah yang tidak terhitung nilainya, yaitu kebahagiaan spiritual. Mencari kebahagiaan tidak selalu harus dengan materi yang melimpah ruah. Kebahagiaan justru bisa diraih melalui pencerahan spiritual.

Setelah menyelesaikan ritual ibadah yang telah memberiku pencerahan batin tersebut, aku akan memulai sebuah kehidupan baru yang harus mencerminkan buah dari ibadah haji dan ziarah spiritual di Madinah. Tugas setelah melaksanakan ibadah jauh lebih berat, karena aku dituntut menjadikan ibadah sebagai amal yang dapat mengubah diriku. Didalam Al Quran disebutkan, Sesungguhnya Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri (QS. Al-Ra’dy [13]: 11).

Ayat ini begitu memberiku kesadaran yang sangat penting, bahwa untuk mewujudkan perubahan harus dimulai dari perubahan diri sendiri. Perubahan bukanlah sesuatu yang langsung jatuh dari langit. Perubahan mesti melalui sebuah proses yang panjang, setidaknya harus dimulai dari diri sendiri. Alangkah indahnya jika setiap individu melakukan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik.

Sebagai umat Muhammad SAW, aku senantiasa berkomitmen bahwa meskipun tidak lagi berada di Madinah, aku masih bisa membaca sumber-sumber primer dan sumber-sumber sekunder dalam islam. Aku mesti membaca dan menelaah kembali khazanah yang merupakan keteladanan Nabi. Satu hal yang mesti dilakukan oleh mereka yang baru pulang dari tanah suci adalah meneladani Muhammad SAW.

Pentingnya meneladani Nabi disebutkan didalam Al Quran, Sungguh kalian akan menemukan teladan yang luhur dalam diri Rasulullah SAW (QS. Al-Ahzab [33]: 21). Menurut Al-Zamakhsyari dalam tafsirnya, bahwa Muhammad SAW adalah sosok mulia yang mesti diikuti dan diteladani oleh setiap muslim.

Bagiku yang sudah berziarah ke Madinah, meneladani Nabi merupakan sebuah keniscayaan. Nabi telah mewarisi berbagai ilmu dan moralitas yang dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam hidup. Setiap muslim yang meneladani ajarannya dengan konsisten dan bertanggung jawab, maka ia akan merasakan hidup ini tanpa beban dan dipenuhi kebahagiaan. Didalam hadisnya disebutkan, Agama yang paling disukai Allah SWT adalah agama yang mengajarkan kebenaran dan toleransi (HR. Ibnu Abi Syaybah dan Bukhari).

Hadis tersebut memberikan sebuah motivasi yang sangat bermanfaat bagiku, bahwa islam adalah agama yang memberikan petunjuk pada jalan kebenaran. Selain itu, yang tidak kalah penting juga, bahwa kebenaran tersebut harus dapat membangun persaudaraan dan toleransi. Secara eksplisit hal tersebut hendak memberikan penjelasan betapa pentingnya Madinah, karena kota ini merupakan perpaduan antara jalan menuju kebenaran dan jalan menuju toleransi.

Di satu sisi, setiap muslim diperintahkan untuk menegakkan kebenaran, terutama yang berkaitan dengan ketauhidan. Iman kepada Allah SWT merupakan manifestasi dari ketauhidan. Hal tersebut mesti menjadi fondasi yang kuat bagi setiap muslim, sehingga penghayatan terhadap agama semakin kokoh. Tetapi hal tersebut tidaklah cukup, karena diperlukan sebuah komitmen untuk menjadikan iman sebagai modal untuk membangun kehidupan yang damai dan toleran.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka yang mengusung bendera kekerasan, bahkan terorisme dengan mengatasnamakan agama semakin meluas. Mereka menganggap, bahwa akidah adalah satu hal yang utama dan paling utama. Akidah harus diperjuangkan, meskipun dengan menggunakan kekerasan. Di masa lalu, kelompok mereka itu dikenal dengan kalangan khawarij. Mereka mempunyai klaim kedaulatan Tuhan, yang dikenal dengan slogan, la hukma illallah. Tiada hukum kecuali (hukum) Allah SWT.

Meneladani Rasulullah Muhammad SAW.

Similar Posts:

By |2017-11-15T05:39:42+00:00August 10th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment