Mengapa Air Zam Zam Tidak Pernah Habis Sepanjang Masa ?

Mengapa Air Zam Zam Tidak Pernah Habis Sepanjang Masa ya
  1. Sejarah Air Zam Zam dan keistimewaannya

Air Zam-Zam bukanlah air yang asing bagi kaum Muslimin. Air ini mempunyai keutamaan yang sangat banyak. Rasulullah telah menjelaskan kegunaan air tersebut. Beliau bersabda,”Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-Zam.

Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.” Apa rahasia dibalik air yang banyak memiliki khasiat dan penut barakah ini?

  1. Makna Zam-Zam

Kata Zam-Zam dalam bahasa Arab berarti, yang banyak atau melimpah. Adapun air Zam-Zam yang dimaksud oleh syari’at, yaitu air yang berasal dari sumur Zam-Zam. Letaknya dengan Ka’bah, berjarak sekitar 38 hasta. Dinamakan Zam-Zam, sesuai dengan artinya, karena memang air dari sumur tersebut sangat banyak dan berlimpah. Tidak habis walau sudah diambil dan dibawa setiap harinya keseluruh penjuru dunia oleh kaum muslimin.

Artikel Populer:  Umroh Murah Dan Aman Harga Mulai Rp19,9 Juta

Dinamakan dengan Zam-Zam, bisa juga diambil dari perbuatan hajar. Ketika air Zam-Zam terpancar, ia segera mengumpulkan dan membendungnya. Disebutkan juga,bahwa nama Zam-Zam adalah ‘alam, atau nama asal yang berdiri sendiri, bukan dari kalimat atau kata lain. Atau juga diambil dari suara air Zam-Zam tersebut, karena Zam-Zamatul ma’ adalah, suara air itu sendiri.

  1. Sejarah Munculnya Zam-Zam

Disebutkan oleh Imam al Bukhari dalam Shahih-nya, dari hadis Ibnu’ Abbas. Suatu saat, ketika berada di Mekkah, Nabi Ibrahim menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar Ka’bah, di duatu pohon besar yang berada di atas sumur Zam-Zam. Waktu itu, tidak ada seorangpun di Mekkah, melainkan mereka bertiga. Setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan air, iapun beranjak pergi. Namun hajar mengikutinya seraya mengatakan.”Wahai Ibrahim, kemanakan engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia lain, atau yang lainnya?”

Artikel Populer:  Hello world!

Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya hajar berseru kepadanya,”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?”

“Ya” Jawab Nabi Ibrahim

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” seru Hajar. Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim terus melanjutkan perjalanannya

Sesampainya di Tsaniyah jalan berbukit, arah menuju ke Kada. Rasulullah ketika memasuki Mekkah juga melewati jalan tersebut dan keluarganya tidak dapat melihatnya lagi,Nabi Ibrahim Menghadap ke arah Baitullah, lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: “Ya Tukan Kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan Kami, (Yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (Ibrahim 14:37)

Artikel Populer:  Menerima Badal Haji, Biaya Rp8,5 Juta

Similar Posts: