Mengenal Istilah Haji Qiran, Tatacara dan Jadwal Kegiatannya

Mengenal Istilah Haji Qiran – Tatacar
Mengenal Istilah Haji Qiran – Tatacar

Haji Qiran banyak dipilih oleh jamaah yang waktunya terbatas. Mereka umumnya tiba di Mekkah mendekati tanggl 9 Zulhijjah, yaitu pada puncak ritual pelaksanaan haji. Pelaksanaan “Ibadah Haji” dan “Ibadah Umrah” dilakukan sekaligus, atau sekali jalan. Dengan demikian prosesi Tawaf, Sa’i, dan Tahallul untuk Haji dan Umrah hanya dilakukan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan itulah “agaknya” mereka akan dikenakan “Dam” atau denda, yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan Tawaf Qudum saat baru tiba di Mekkah.

Haji Plus Tahun Ini Berangkat-huffingtonpost.co.uk
Haji Plus Tahun Ini Berangkat-huffingtonpost.co.uk

Miqat bagi jamaah yang masih berada di Madinah ialah Bir Ali (Zulhulaifah). Sedangkan bagi jamaah yang sudah berada di Mekkah Mikatnya dapat dilakukan di Tan’im atau Ji’ranah. Yang datang ke Mekkah pada hari yang mepet ke tanggal 9 Zulhijjah, Mikatnya dapat dilakukan diatas pesawat saat melintas daerah Miqat. (Lihat entri: Miqat).

Inilah Rincian pelaksanaan umrah untuk “Haji Qiran”

Rincian pelaksanaan umrah untuk “Haji Qiran” adalah sebagai berikut: Bagi jamaah haji baik yang baru akan berangkat maupun yang sudah berada di tanah suci dapat segera berniat dan melaksanakan tertib haji sbb:

  • Memotong kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.

 

Miqat Jamaah Haji Qiran di Saudi, yaitu: Bir Ali, Rabiqh, Zatu Irqin, Qarnul Manazil, atau Yalamlam.

  1. Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika memungkinkan.
  2. Melafazkan niat umrah: Labbaika Allahumma Umratan.
  3. Teruskan perjalanan ke Mekkah dengan membaca talbiah sebanyak-banyaknya.

 

Jamaah HAji Qiran Saat di Mekkah.

Setibanya di Mekkah jamaah tentu akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, dan selanjutnya bersiaplah melaksanakan Tawaf Qudum ke Baitullah. Adapun rangkaian kegiatan ibadah selama di kota Mekkah ini adalah:

  1. Melakukan Tawaf Qudum yaitu Tawaf Sunnat pembukaan sebagai penghormatan kepada Baitullah.
  2. Boleh melakukan Sa’i sesudah Tawaf Qudum, atau boleh juga sesudah Tawaf Ifadhah.
  3. Jika melakukan Sa’i, tidak boleh langsung bertahallul, sampai selesai seluruh kegiatan ibadah haji.

Sesudah selesai Tawaf Qudum dan Sa’i, jamaah menunggu waktu pelaksanaan haji, yang dimulai tanggal 8 Zulhijjah. Dalam waktu menunggu pelaksanaan haji itu, jamaah Haji Qiran harus tetap mengenakan pakaian ihram dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.

Karena menggabungkan pelaksanaan ibadah haji dan umrah dalam satu waktu, jamaah Haji Qiran wajib membayar denda menyembelih seekor kambing.

Rincian Kegiatan Jamaah Haji Qiran-AFP PHOTO-FAYEZ NURELDINE
Rincian Kegiatan Jamaah Haji Qiran-AFP PHOTO-FAYEZ NURELDINE
JADWAL KEGIATAN HARIAN JAMAAH HAJI QIRAN DI TANAH SUCI
TEMPATTANGGALKEGIATAN
MEKKAH8 Zulhijjah

(Pagi)

Berangkat ke Mina dan bermalam di sana untuk melaksanakan Wajib Haji yaitu Mabit. Mabit adalah berhenti sejenak.
MINA8 Zulhijjah

(Siang – Malam)

Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.
MINA –ARAFAH9 Zulhijjah

(Pagi)

Berangkat ke Arafah setelah shalat subuh atau matahari terbit.
ARAFAH9 Zulhijjah

(Siang – Sore)

Menunggu waktu Wukuf, jamaah dianjurkan untuk banyak memanjatkan Doa Istighfar, Zikir, Talbiah, Tafakur dan membaca Al-Qur’an.
  Wukuf, merenung atau menghayati pengasingan diri di Padang Arafah seakan berada di Padang Mahsyar. Wukuf dilaksanakan sampai matahari terbenam tanggal 9 Zulhijjah. Selain Wukuf jamaah dianjurkan untuk banyak memanjatkan Do’a, Istighfar, Zikir, Talbiah, Tafakur dan membaca Al-Qur’an.
  Shalat Zhuhur dan Ashar di Jamak Qasar Awal (diringkass 2 rakaat) dan dilakukan pada waktu Zhuhur.
  Wukuf yang berlangsung selama separo hari dan baru berhenti setelah Azan Maghrib.
ARAFAH – MUZDALIFAH9 Zulhijjah

(Siang – Sore)

Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maghrib dilaksanakan di Muzdalifah dan di Jamak Takhir dengan shalat isya.
  Mabit atau berhenti selama separo malam di Muzdalifah sambil mengumpulkan 7 butir kerikil untuk Melontar Jumrah Aqabah esok pagi.
MINA10 Zulhijjah

(Subuh)

  1. Memasuki tanggal 10 Zulhijjah, setelah shalat subuh. Jamaah wajib melontar satu jamarat yaitu Jumrah Aqabah sebanyak 7 kali.
  2. Tahallul awal.
  3. Lanjutkan ke Mekkah untuk melakukan Tawaf Ifadhah.
  4. Sa’i dan disunnatkan Tahallul Qubra.
  5. Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Maghrib.
  6. Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.
MINA11 Zulhijjah

(Subuh)

  1. Melontar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah masing-masing 7 kali.
  2. Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maghrib sampai lewat tengah malam.
MINA12 Zulhijjah

(Subuh)

  1. Melontar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah masing-masing 7 kali.
  2. Bagi yang Nafar Awal, kembali ke Mekkah sebelum maghrib, lanjutkan dengan Tawaf Ifadhah dan Sa’i serta Tahallul Qubra, bagi yang belum.
  3. Bagi yang Nafar Tsani, Mabit Mina.
ARAFAH13 Zulhijjah

(Pagi)

Bagi yang Nafar Tsani:

  1. Melontar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah masing-masing 7 kali.
  2. Tawaf Ifadhah, Sa’i, dan Tahallul Qubra, bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’i sesudah Tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekkah) tidak perlu Sa’i langsung saja melakukan Tahallul.
  3. Ibadah haji selesai

Informasi Paket dan  Biaya Haji Plus Tahun Ini Berangkat dengan menggunakan Visa Furoda.

Bisa menghubungi: H SUDJONO AF – 08138809656 WA.

 

Similar Posts:

Artikel Sedang Trending
Persiapan Rohani Bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh.  Jamaah perlu secara sadar untuk berniat melakukan
Persiapan jamaah haji dan umroh. Pada dasarnya, melaksanakan Ibadah Haji adalah kewajiban seluruh umat Islam
Hukum Tatacara Ibadah Haji dan Umroh. Dalam melaksanakan ibadah Haji, kita bisa memilih mau melaksanakan