Mengharap Password Bank Langitan Untuk Haji dan Umroh

Mengharap password bank langitan adalah bagian dari doa dan ikhtiar agar perjalanan haji dan umroh kita segera terwujud. Menjaga niat agar terus membara untuk dapat mengisi tabungan tiap bulan memang gampang-gampang susah. Apalagi harus menyisihkan dari penghasilan yang sebenarnya sudah pas-pasan. Sudah mepet. Tabungan saya yang biasa saja di Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri, debetnya jarang bertambah. Kalau toh ada angka naik, mendekati akhir bulan kena kredit lagi. Praktis saldonya mandeg.

Agak beda dengan menjaga niat di hati agar bisa segera berangkat ke Baitullah. Modalnya doa setiap usai sholat fardu. Saya selalu menambahkan doa agar dicukupkan rejeki untuk seluruh ongkos selama perjalanan. Dimudahkan usaha-usaha untuk mencapai rejeki tersebut. Serta dibukakan pintu rejeki dari arah yang tidak saya duga-duga. Saya menyebutnya dari “Bank Langitan”.

Pasalnya sumber biaya untuk berangkat bagi saya memang dari penghasilan tok. Tak ada tanah yang bisa dijual. Tak ada mobil yang bisa dilego. Sayang bila harus menggadai perhiasan isteri. Jadi tak mungkin saya menjadi haji dan berumroh apdol (apa-apa didol atau dijual). Atau haji dan berumroh abidin alias haji dan berumroh atas biaya dinas karena saya bukan pegawai negeri. Yang mungkin adalah haji dan berumroh gratis abiyah atau haji dan umroh atas biaya hadiyah (hadiah). Hadiah dari bank atau dari orang yang kaya yang suka menghaji-umrohkan orang lain. Dari mana pun datangnya, asal halal, itulah rejeki dari Allah SWT. Jadi saya tak risau seandainya saya menjadi haji dan berumroh abiyah.

Harapan menjadi haji dan berumroh abiyah tentu saja bersemi di hati saya. Pasalnya, bank tempat saya menabung memang sedang gencar-gencarnya promosi. Hadiahnya banyak. Ada motor, aneka perlengkapan rumah yang luks, naik haji dan berumroh gratis berdua, dan yang utama adalah mobil mewah. Saya membayangkan betapa bahagianya bila saya bisa mendapatkan hadiah naik haji dan umroh gratis, berdua lagi.  Apalagi hadiah mobil mewah. Wow..! Harapan ini yang juga selalu saya tambahkan dalam doa usai sholat fardlu.

Bila ketiban rejeki hadiah haji dan berumroh gratis, sudah pasti oke saja. Tak ada masalah. Nah, kalau dapat mobil mewah? Ya.., juga tak ada masalah. Mobil langsung dijual saja sehingga berubah jadi uang cash. Esoknya berangkat ke bank untuk setor ONH. Amin..,amin.., amin. Norak ya? Ah.., saya pikir tidak juga. Sah-sah saja kan, doa seperti itu.

Yang pasti sejak menetapkan niat  dan membuka rekening tabungan, selain saya selalu menambah doa usai sholat fardlu, ya tentunya kerja lebih giat. Itu pasti!. Dengan satu tujuan yang jelas, membuka password dana hibah Bank Langitan alias pintu rejeki Allah Dzat Yang Maha Kaya.

Kisah Haji dan Berumroh Inspiratif

Banyak kisah inspiratif yang sudah ditulis Hasan Basri, dalam bukunya “99 Cara Naik Haji dan Umroh Gratis”. Juga buku Wong Cilik Merindukan Haji dan umroh : Kisah Menyentuh Perjuangan Orang Biasa Mewujudkan Mimpi Bersimpuh Di Baitullah” karya Ruchani Achmad  dan buku “Tukang Kuli Naik Haji dan umroh, Andapun Bisa. 16 Kisah orang Biasa yang Bisa Naik Haji dan umroh”, karya Budi Wuryanto

Ada satu tambahan “ritual” doa yang saya lakukan. Kadang usai sholat magrib, kadang setelah sholat subuh, atau selesai sholat dhuka. Yaitu pelajaran yang saya peroleh waktu masih aktif mengikuti latihan pencak silat saat kuliah. Latihan pernafasan untuk melatih konsentrasi dan fokus. Saya duduk bersila, memejamkan mata lalu menarik napas dalam-dalam mengikuti irama hitungan tertentu. Menenangkan pikiran menuju konsentrasi dan fokus dengan terus melantunkan dzikir.

Dengan khusu’ saya membayanghkan perjalanan haji dan berumroh. Memakai baju ikrom, thawaf mengelilingi Ka’bah, sholat di Masjidil Haram, bermalam di Padang Arofah, melempar jumrah di tugu Mina, dan runtutan kegiatan haji dan umroh lainnya yang saya baca dari buku atau saya dengar dari penuturan para ustadz.

Kegiatan ini saya lakukan 10—15 menit, hingga hati merasa puas, lapang dan bahagia. Kadang “ritual” ini saya lakukan menjelang tidur. Setelah doa, saya tidur telentang, selanjutnya memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam  secara perlahan-lahan dan berirama untuk menenangkan pikiran dan hati. Begitu nyaman dan nikmatnya “ritual” ini, sering saya kebablasan hingga tertidur pulas.

Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Iklas,  dalam panduan pelatihan MindFocus, Brainwave Management Program, menyebutnya kegiatan yang saya lakukan tersebut adalah upaya menurunkan gelombang otak dari gelombang beta (pikiran sadar) menuju gelombang alpha dan theta untuk mengakses nurani bawah sadar agar bekerja lebih dominan. Menurut pendiri Katahati Institute ini, di gelombang alpha kita bisa memperoleh khusu’, melakukan relaksasi, meditasi, fokus dan super learning.

Di gelombang otak ini juga kita bisa merasakan ikhlas, tenang, segar, dan bahagia. Sedang pada kondisi gelombang otak theta, kita bisa sangat khusu’,  memunculkan instuisi-instuisi, dan memecahkan masalah. Kita bisa lebih merasakan ikhlas, kreatif dan imajinatif. Pada kondisi inilah pintu hati kita lebih terbuka dan  Allah SWT sering memberikan petunjuk atau hidayah, baik lewat bisikan hati maupun mimpi, sehingga keajaiban-keajaiban muncul.

Keajaiban Doa Haji dan Umrah

Dan….Keajaiban itu pun terjadi. Sungguh! Salah satu marketing di kantor saya, namanya Pak Bagus Wahyono, proyeknya tembus kerjasama dengan Bank Mandiri. Seperti telah diatur oleh Allah Yang Maha Pengatur, proyek tersebut adalah pembuatan tayangan dakwah menyongsong Hari Raya Idul Adha untuk ditayangkan di  KATV (Kereta Api TV) tempat saya bekerja.

Bersambung…

Similar Posts:

By |2017-10-19T07:26:05+00:00March 3rd, 2013|Uncategorized|

4 Comments

  1. OOM DARYANA June 29, 2013 at 10:50 am - Reply

    Hanya menjadi marabot masjid mengharapkan umroh dan haji repot memang modal ikhlas tanpa gajih.

    • Perjalanan Umroh Murah July 2, 2013 at 1:51 pm - Reply

      Yth Oom Daryana
      Assalamu’alaikum wr wb
      Alhamdulillah semoga BApak selalu sehat bersma keluarga dalam rahmat Allah SWT
      Sang Pemilik Alam Semesta ini sangat mudah bagi Nya untuk memberangkatkan Bapak beribadah ke Tanah Suci, lewat cara apapun yang tidak kita ketahui.
      Mari tetap optimis dan berprasangka baik kepada Sang Pemberi Rejeki. Karena yang Allah firmankan dalam hadits qutsi: Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepadaku…
      Silakan buka perjalanan haji saja di Menu: Qur’aniq LOA. Salah satunya di link ini: http://perjalananumroh.com/mengharap-password-bank-langitan-untuk-haji-dan-umroh/
      Insya Allah, jalan selalau diberikan bagi hamba2 Nya yg selalau bertaqwa aamiin
      Mohon maaf bia ada yg kurang berkenan. Salam sukses mulia
      Wassalam
      H Sudjono AF

  2. Parikeno November 1, 2014 at 8:03 pm - Reply

    Menarik sekali cerita panjenengan dan kapan bisa ketemu langsung utk bisa mendapat penecerahan yg sama agar cara menata hati melalui Energi Quantum bisa kami dapatkan

     

    • Perjalanan Umroh Murah November 3, 2014 at 8:58 am - Reply

      Yth Bapak Parikeno

      Assalamu’alaikum wr wb

      Alahmdulillah semoga sehat bersama keluarga dalam limpahan rahmat Allah SWT aamiin

      Dengan senang hati Pak Parikeno, kapan mawon sumonggo, bili tindak Depok insya Allah siap…

      Ditenggo!

      Wassalam

      Sudjono AF

Leave A Comment