Meraih Ibadah Haji yang Mabrur Dengan Balasan Surga

Ibadah haji Mabrur Seperti Apa? Setiap orang yang berangkat ibadah haji pasti dibekali doa, “Semoga menjadi ibadah haji mabrur”. Itulah dambaan semua orang yang pergi ibadah haji, menjadi ibadah haji yang mabrur. Bagaimana tidak, ibadah haji mabrur balasannya adalah surga kata Nabi saw,

“Ibadah haji yang mabrur tiada balasan kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

            Secara prinsip, ibadah mahdhah (ritual) dalam islam, selain merupakan bentuk pengabdian dan kepasrahan yang tulus kepada Allah swt juga merupakan proses pembinaan dan peningkatan kualitas keimanan serta pembangunan moral pelakunya. Suatu ibadah, termasuk didalamnya ibadah ibadah haji/umrah dapat dikatakan sebagai ibadah yang berhasil, dalam hal ini menjadi ibadah haji yang mabrur, apabila pertama motivasi atau niat ibadah tersebut adalah ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah swt. Kedua, proses pelaksanaanya sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunah) ibadah tersebut terpenuhi. Ketiga, biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal (untuk ibadah ibadah haji, biaya perjalanan dan biaya untuk keluarga yang ditinggalkan diperoleh dengan cara yang halal). Dan keempat, dampak dari ibadah tersebut adalah positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku kearah yang lebih baik dan lebih terpuji.

Tatacara Ibadah Haji agar Mabrur

Tatacara Ibadah Haji agar Mabrur

Sebuah potret ibadah haji mabrur tidak hanya dinilai pada saat proses ibadah ibadah haji tersebut berlangsung, tapi juga harus dinilai setelah ibadah ibadah haji berakhir. Ada semacam indikator kemabruran ibadah haji yang tampak pada sikap-sikap tertentu setelah pulang ke tanah air. Seperti patuh melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah swt, patuh melaksanakan shalat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah swt, ia juga konsekuen meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah swt, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bertengkar, menyakiti orang lain, khufarat, bid’ah dan lain-lain.

READ :  Paket Umroh Murah 2018, 2019, 2020 di Tangsel Mulai Rp19,9 Juta.

Dan orang yang ibadah hajinya mabrur dapat terlihat setelah pulang ibadah haji menjadi gemar melaksanakan ibadah-ibadah sunah dan amal saleh lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan-perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat. Ia pun aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda’wahkan islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma’ruf dengan cara yang ma’ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara yang munkar. Sifat dan sikapnya berubah menjadi terpuji seperti sabar, sykur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadhu dan lain-lain.

Orang yang bergelar ibadah haji mabrur akan malu kepada Allah swt untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Ia terlihat semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu islam. Sepulang ibadah haji ia bekerja lebih keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.

READ :  Biaya Umroh Murah 2018, 2019, 2020 di Sidoarjo Mulai Rp19,9 Juta Satart Jakarta

Orang yang ibadah hajinya mabrur akan cepat melakukan tobat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa. Terakhir, orang yang ibadah hajinya mabrur akan sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan ‘izzul islam wal muslimin’, kemudian islam dan umatnya.

Similar Posts:

By |2018-07-07T02:14:29+00:00July 7th, 2018|Umroh Murah|

Leave A Comment