Muzdalifah Tempat Jamaah Haji Ambil Kerikil Untuk Lempar Jumrah

Muzdalifah adalah tempat atau kawasan yang selalu dilewati jamaah haji sewaktu jamaah haji memulai Wukuf dan Melontar. Muzdalifah merupakan sebuah lembah yang panjangnya sekitar 4 km dan terletak antara lembah Muhassir sebelah barat dan Al-Ma’zamin sebelah timur. Berada di jalur antara Mekkah dan Mina, di Muzdalifah inilah jamaah akan Mabit awal (berhenti sejenak) untuk memungut 7 butir batu. Muzdalifah sebenarnya cukup luas, namun sebagian besar bus akan berhenti sambil menunggu pagi di sebuah lapangan parkir yang sangat luas dan terang.

Muzdalifah tempat jamaah haji mengumpulkan kerikil untuk lempat jumrah
Muzdalifah tempat jamaah haji mengumpulkan kerikil untuk lempat jumrah

Berbeda dengan tempat lain, di sini tidak bisa jumpai, pedagang kaki lima, bahkan tempat berwudhuk dan toilet sekalipun tidak tersedia. Maka agar kita tidak kelaparan dan kehausan, bawalah bekal sekedarnya siapkan juga air wudhuk. Sholat subuh di Muzdalifah ini sebaiknya dilakukan lebih dini dari biasanya. Setelah itu jamaah meneruskan perjalanan ke Mina. Siapkanlah lampu senter agar lebih memudahkan jamaah, karena manakala bus yang kita tumpangi tidak kebagian tempat di lapangan parkir, maka bus tersebut harus berhenti di sepanjang jalan yang keadaaanya sangat gelap. Padahal, ketika itu jamaah harus mengumpulkan batu.

Pada tengah malam sesudah mencari batu banyak jamaah yang terpaksa berjalan kaki sampai ke Mina, karena mobil tidak dapat meneruskan perjalanan. Jarak Arafah-Mina ± 14 km. Ada yang sampai di Mina tanggal 10 Zulhijjah tengah malam yang berarti 24 jam perjalanan.

Kawasan selain Muzdalifah yg perlu dipahami jamaah umroh dan haji.

Haratul Lisan

READ :  Bagaimana Hukum Miqat Di Jeddah

Haratul Lisan adalah nama kawasan tempat bermalamnya jamaah haji asal Asia Tenggara yaitu suatu kawasan di pinggiran Mina yang status administrasi religinya termasuk kedalam wilayah Mina. Kitab Al-Majmu Syaharul Muhazzab karya Imam Nawawi halaman 129, 130 juz 8 menyebutkan Mina termasuk Tanah Haram terdiri atas Wadi yang terletak antara Gunung Sabir dan Gunung Ashoni.

Gunung Ashoni memanjang dan berlengkung-lengkung dan Haratul Lisan terletak di lengkungan pertama sedangkan lengkungan kedua ditempati oleh jamaah haji dari Turki. Jamaah haji ASEAN (Malaysia, Indonesia, Singapura dan Brunei Darussalam) telah menempati Haratul Lisan sejak tahun 1984 dan tidak pernah ada perbedaan pendapat sebelumnya.

Sumur Ha

Sumur dengan aroma yang harum terletak di tengah-tengah hamparan perkebunan dekat batas kota Madinah sebelah utara. Ha adalah nama orang yang menemukan sumur itu. Rasulullah pernah masuk kedalamnya dan meminum airnya yang wangi.

Pintu Babussalam Babussalam adalah nama salah satu pintu masuk ke Masjidil Haram. Salah satu pintu besar ini terletak di jalur Sa’i, Safa – Marwah. Ketika melewati pintu Babussalam jamaah biasanya dianjurkan membaca doa untuk keselamatan.

Masjid Ijabal

Masjid ini milik Bani Mu’awiyah di sebelah utara Baqi. Menurut hadis musllim, disini Rasulullah SAW dan para sahabat shalat dua rakaat. Selesai shalat beliau berdoa lama selalu kemudian berpaling kepada sahabatnya seraya bersabda, yang artinya: Saya mohon kepada Allah tiga perkara, diperkenankann-Nya dua dan ditolak-Nya satu.

  1. “Saya mohon kepada-Nya supaya umatku tidak binasa dengan mengerjakan sunnah”. Permohonan itu dikabulkan-Nya.
  2. “Saya mohon kepada-Nya supaya umatku tidak binasa dengan karam atau tenggelam”. Itupun diperkenankan-Nya.
  3. “Dan saya mohon supaya jangan dijadikan-Nya kejahatan dikalangan umatku”. Permohonan ini ditolak-Nya.
READ :  Amalan-amalan Khusus Selama Di Madinah Selama Ibadah Umroh dan Haji

Tempat Miqat Rabigh

Merupakan salah satu tempat Miqat yaitu perbatasan wilayah dimana kita harus memakai “baju suci ihram” sebagai syarat memasuki tanah suci. Rabigh diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Mesir, Suria, dan yang searah. Letaknya 204 km di barat laut Mekkah. Dahulu Mikat dari arah ini ditentukan Al-Juhfah, sekitar 187 km dari Mekkah. Karena Al-Juhfah tidak ada lagi, sekarang digantikan dengan Rabigh.

Telaga Raumah

Nama sebuah telaga bersejarah yang terletak disamping Masjid Qiblatain. Telaga milik orang Yahudi ini menjadi sangat penting artinya bagi Islam, karena kaum muslimin disekitar itu sangat membutuhkan air untuk diminum dan berwuduk, sedangkan air telaga tersebut harus dibeli dari yang punya. Melihat kenyataan itu maka Nabi Muhammad merasa perlu memiliki sumur itu dan bersabda:

“Barang siapa membeli sumur Raumah, kemudian disedekahkannya untuk kepentingan kaum muslimin, niscaya ia akan meminum air dalam surga dengan timbanya”.

Mula-mula Usman bin Affan membeli sebagian, karena pemiliknya tidak mau menjual seluruhnya, dengan harga 12.000 dirham, kemudian disedekahkannya untuk kepentingan kaum muslimin. Belakangan Yahudi menjual sisanya dengan harga 8.000 dirham. Sejarah mencatat bahwa sumur itu pernah terlantar agak lama, baru kira-kira tahun 750 H. Diperbaiki oleh Qadhi Mekkah, Ahmad bin Musa, Ahma Muhibuddin Atsobari.

READ :  Hukum dan Tatacara Memotong Rambut dan Melempar Jumrah Saat Ibadah Haji

Masjid ini terletak disebelah barat jalan ke Mudaraj. Menurut ulama Mutaqaddimin, masjid ini tergolong banyak diziarahi orang. Rasulullah SAW sewaktu menghadapi perang badar pernah menempatkan pasukan dan mengatur siasat di masjid ini dan beliau shalat didalamnya serta mendoakan penduduk Madinah supaya diberkati Allah SWT. beberapa pekerja pernah menggali fondasi masjid ini, hingga kelihatan jelas sisa-sisa mihrab dan bentuknya yang asli yaitu empat persegi. Sekarang diatasnya didirikan masjid dengan lebar kurang lebih 3 x 3 M2.

Similar Posts:

Mengenal beberapa istilah dan tatacara ibadah haji dan badal haji akan menambah perjalanan ibadah haji
Hukum dan Tatacara Memotong Rambut dan Melempar Jumrah Saat Ibadah Haji. Pada saat melaksanakan ibadah
WhatsApp chat