Paket Program Haji

Paket Program Haji

Umrah. Apa saja paket-paket program haji? Berbeda dengan umrah, paket perjalanan ibadah haji hanya dua macam, yaitu haji regular dan haji plus. Kedua paket ini termasuk paket kuota dari pemerintah. Bedanya, pelaksanaan paket regular di kelola langsung oleh pemerintah, sedangkan paket plus diserahkan pemerintah kepada pihak swasta, yaitu perusahaan-perusahaan travel haji dan umrah.

Untuk paket regular, saya kira semua orang sudah tahu. Lama perjalanan hajinya sekitar 40 hari. Saat ini, untuk provinsi-provinsi yang ada di Indonesia, masa antrenya bisa bervariasi, tetapi rata-rata lima tahun. Meskipun demikian, biayanya relative murah dan pembayarannya dapat dilakukan dengan cara dicicil sehingga bisa dijangkau oleh banyak orang.

Jenis paket haji plus pada dasarnya hanya satu. Namun, perusahaan travel haji biasanya membeda-bedakan paket haji plus berdasarkan waktu keberangkatan, jenis hotel, berapa orang dalam sekamar, dan beberapa hal lainnya. Untuk jemaah haji plus yang datang di gelombang awal, harga paket biasanya lebih murah karena saat itu hotel masih banyak yang kosong. Untuk gelombang akhir, harga paket lebih mahal karena hotel sudah banyak yang penuh. Meskipun begitu, jumlah harinya tetap sama, yakni 24 hingga 16 hari yang berangkatnya awal pulangnya lebih cepat dan yang berangkat akhir pulangnya lebih lambat.

Paket haji tentu saj lebih mahal daripada paket umrah karena ritual ibadah haji lebih banyak daripada umrah. Oleh karena itu, waktunya juga lebih lama. Pada ibadah haji, ada ritual menginap di Padang Arafah, Mina, dan Muzdalifah, sedangkan pada umrah ritual itu tidak ada. Tenda yang dipakai jemaah pada saat mabit (bermalam) itu dibayar kepada pemerintah Arab Saudi, dan biayanya tentu saja dibebankan kepada jemaah. Untuk haji regular, semuanya ditangani langsung oleh pemerintah RI. Untuk haji plus, pembayarannya dilakukan perusahaan travel kepada pihak muassasah  Arab Saudi.

Pihak yang menyediakan area untuk pemasangan tenda-tenda tersebut adalah muassasah. Pihak yang mengatur penempatan jemaah adalah pihak kloter atau kelompok travel. Misalnya, satu muassasah menampung 10 kloter. Oleh muassasah,  pengurusan 10 kloter ini diserahkan pada sub-muassasah. Misalnya, satu muassasah mengelola 400.000 orang jemaah. Satu sub-muassasah misalnya mengelola 40.000 orang jemaah. Pengaturan 40.000 jemaah ini di serahkan kepada pimpinan Negara asal. Setelah itu, pengaturannya diserahkan kepada ketua kloter. Satu orang ketua kloter misalnya mengurus 4.000 jemaah. Satu tenda misalnya berisi 40 jemaah. Berarti, untuk kelompok itu dibutuhkan 100 tenda. Nah, yang membagi-bagi jemaah per tenda ini adalah perusahaan travel yang memberangkatkan jemaah bersangkutan.

Dalam ibadah haji plus, ada penggunaan apartemen transit. Untuk apakah pengadaan apartemen semacam ini? Untuk menghemat biaya. Saat menunggu keberangkatan ke Arafah, Mina, dan Muzdalifah, jemaah harus menunggu selama beberapa hari, biasanya 4 hingga 7 hari. Kalau mereka ditempatkan di hotel-hotel yang berada di kota Mekah, biaya yang dikeluarkan akan melambung tinggi. Paket yang tadinya US$8.000 bisa melambung menjadi US$12-15 ribu. Itulah sebabnya perusahaan travel menempatkan para jemaah untuk sementara di apartemen transit. Barulah setelah mabit di Arafah, Mina, dan Muzdalifah, mereka ditempatkan di hotel-hotel berbintang, baik di Mekah maupun di Madinah. Paket Program Haji

Similar Posts:

By |2015-05-19T10:54:14+00:00May 19th, 2015|Uncategorized|

Leave A Comment